Via Pesantrenpreneur, Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Songsong Putaran Nasional Liga 3, Pemain Persemar Martapura Teken Kontrak Saingi Jembatan ‘Basit’, Banjarmasin Geber Megaproyek Pembelah Sungai Martapura Waketua DPRD Respons Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’ Fix! Sopir Batu Bara Tapin Batal Sweeping Truk Semen Tabalong

Kelahiran Prematur di Tapin Tinggi, Dokter Ningsih: Karena Pernikahan Dini

- Apahabar.com     Minggu, 20 Juni 2021 - 17:09 WITA

Kelahiran Prematur di Tapin Tinggi, Dokter Ningsih: Karena Pernikahan Dini

Dokter Wahyu Ningsih Lestari (jas putih) saat sosialisasi stunting. Foto: Istimewa

apahabar.com, RANTAU – Banyaknya pernikahan dini di Kabupaten Tapin mengakibatkan angka kelahiran prematur cukup tinggi.

Hal ini disampaikan salah satu dokter spesialis anak di Rumah Sakit Datu Sanggul, Wahyu Ningsih Lestari.

Hal itu berdasarkan pengamatan pihaknya selama delapan bulan terakhir.

“Anak-anak yang usianya masih harus usia sekolah, terpaksa harus hamil dan akhirnya melahirkan anak yang prematur,” ungkap Ningsih yang merupakan istri Dandim 1010/Tapin.

Banyaknya kelahiran prematur diakibatkan salah satunya karena belum siapnya rahim untuk melahirkan. “Sehingga angka kelahiran prematur lumayan tinggi untuk beberapa bulan terakhir,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai masyarakat harus aktif merangkul anak-anak muda saat ini untuk hal-hal yang lebih produktif sehingga terhindar dari hal-hal negatif.

“Rata-rata yang saya temukan lebih dari dua puluh khusus untuk anak-anak perempuan yang lahir prematur,” ujarnya.

Dokter Ningsih mengakui bahwa rata-rata semua yang ditemukan adalah lahir di luar nikah.

“Yang paling muda saya temukan umur 14 tahun. Bahkan ada yang meninggal dan ada juga yang masih dalam perawatan,” ungkapnya.

Dia berpesan agar sama-sama merangkul anak-anak muda, sehingga tidak terjadi lagi kehamilan di luar nikah, karena bisa membahayakan jiwa Ibu dan bayinya.

“Sejauh ini yang saya peroleh penyebab terjadinya pernikahan dini hingga terjadinya kelahiran prematur yakni ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Orang tua sibuk sendiri dan anak juga sibuk sendiri,” jelasnya.

Dokter Ningsih juga bilang yang tidak kalah penting adalah kesalahan menggunakan gadget.

“Namanya anak-anak, keinginan untuk tahu itu besar, sehingga tugas orang tua adalah mengawasi secara terus-menerus,” tutupnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Satgas TMMD Kodim 1022 Tanah Bumbu Bikin Kolam Ikan untuk Masyarakat Desa Sumber Makmur

Kalsel

Lakalantas di Sebelimbingan Kotabaru, Dua Pengendara Patah Kaki
apahabar.com

Kalsel

Tak Larang Mahasiswa Demo UU Cipta Kerja, ULM Banjarmasin: Itu Hak Konstitusional!
TNI AL di Kotabaru Waspadai Wabah Virus Corona

Kalsel

TNI AL di Kotabaru Waspadai Wabah Virus Corona   
Paskibraka

Tapin

Asah Fisik dan Bentuk Mental, Kodim 1010/Tapin Latih Paskibraka Terpilih
apahabar.com

Kalsel

Tiga Wilayah Berpotensi Hujan, Kebakaran Hutan dan Lahan Tetap Mengintai Kalsel Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Pohon Beringin Tua Tumbang
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Personel Polda Kalsel Amankan Demo Buruh di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com