VIDEO Momen Kasatlantas Banjarmasin Kena Pentung Saat Ricuh #SaveKPK Jilid II Aksi #SaveKPK Banjarmasin Panas, Kepala Kasatlantas Kena Pentung Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Memanas Lagi, 7 Mahasiswa Dirawat! Gugatan Korban Banjir Vs Gubernur Kalsel, Pemprov Sibuk Siapkan Tangkisan Investasi Rp 300 Triliun Oman di Kotabaru Dinanti Ratusan Pencari Kerja

Kerenggangan Kohesi Sosial, Pekerjaan Rumah Batola Usai Pilkades Serentak

- Apahabar.com Sabtu, 5 Juni 2021 - 16:47 WIB

Kerenggangan Kohesi Sosial, Pekerjaan Rumah Batola Usai Pilkades Serentak

Salah seorang warga memasukkan surat suara dalam pelaksanaan Pilkades serentak di Kecamatan Mekarsari, Batola. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Meski berada dalam tataran berbeda, Pemkab Barito Kuala dinilai memiliki pekerjaan lain seusai pelaksanaan Pilkades serentak.

Berlangsung dalam empat gelombang, rangkaian Pilkades serentak di Batola dimulai, Sabtu (22/5) di Kecamatan Tabunganen, Tamban dan Mekarsari.

Sedangkan gelombang terakhir berlangsung, Rabu (2/6) di Kecamatan Cerbon, Barambai, Bakumpai, Rantau Badauh, Tabukan dan Kuripan.

Selanjutnya semua calon yang memperoleh suara terbanyak, disahkan sebagai pemenang. Proses berikutnya adalah pelantikan yang dijadwalkan pertengahan Juni 2021.

Sembari proses terakhir Pilkades berjalan sesuai jadwal, Pemkab Batola memiliki pekerjaan yang tidak kalah penting.

Pekerjaan itu berupa merekatkan kembali kohesi sosial yang mungkin retak oleh friksi atau keberpihakan kepada masing-masing calon.

“Ini sebenarnya pekerjaan rumah bersama, baik pemerintah daerah, kepolisian, TNI dan tokoh masyarakat adalah merekatkan kembali koheso sosial,” ungkap Nasrullah, dosen antropologi Prodi Pendidikan Sosiologi FKIP ULM.

“Walaupun teknis sama dan pemilih sudah terbiasa melaksanakan pemilihan langsung untuk Pilpres, Pileg atau Pilkada, situasi Pilkades sesungguhnya berbeda,” imbuhnya.

Perbedaaan itu terletak kepada kedekatan jarak geografis, sosial, kultural, bahkan kekerabatan antar kelompok pemilih. Begitu pula kedekatan antar calon, calon dengan pemilih, bahkan kedekatakan antar pemilih.

“Meski gesekan antar warga desa di Batola cenderung tidak terdengar, tetapi ini tetap menjadi persoalan adalah pascapemilihan,” urai Nasrullah.

“Tentu tersisa trauma psikologis untuk kelompok yang kalah, apalagi kalau kelompok pemenang melakukan selebrasi,” imbuh pria kelahiran Desa Jambu di Kecamatan Kuripan ini.

Lantas untuk merekatkan kembali warga yang terpecah pascapemilihan, Pemkab Batola disarankan melakukan beberapa langkah.

“Pemerintah perlu mengeluarkan imbauan agar selebrasi kemenangan tak dilakukan berlebihan. Selain dalam situasi Covid-19, juga menjaga perasaan warga pendukung calon lain,” jelas Nasrullah.

Juga dibutuhkan peran tokoh masyarakat masing-masing desa sebagai mediator untuk merekatkan seluruh anggota masyarakat.

“Hal yang tidak kalah penting adalah kedewasaan calon terpilih untuk merangkul semua pihak di desa, serta bersama-sama membangun desa sesuai program atau visi dan misi,” tandas Nasrullah.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ikan

Batola

Cuaca Ekstrem, Harga Ikan Laut di Barito Kuala Melambung

Batola

Seleksi Pengganti Sekda Batola Dimulai, Lima Nama Bersaing

Batola

Penuhi Standar Minimal, Sederet Pekerjaan Rumah Menunggu RSUD Batola Setara
MTQN Kalsel

Batola

8 Kafilah MTQN Kalsel dari Batola Dikonfirmasi Positif Covid-19
Menderita Tumor Bawaan

Batola

Menderita Tumor Bawaan, Kondisi Balita di Belawang Batola Ini Semakin Memprihatinkan

Batola

Kerusakan Jalan Nasional di Gampa Asahi Batola Bisa Picu Stres Masal
Pedayung Batola

Batola

Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pedayung Batola Terjunkan Perahu Naga
PPKM Mikro

Batola

Batola Berlakukan PPKM Mikro, 5 Kawasan Jadi Sasaran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com