Biang Prostitusi Anak di Banjarmasin, Takut Diantar ke Panti karena Utang Kreditan Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan

Ketum Muhammadiyah Pinta Jauhi Politisasi Pancasila

- Apahabar.com Selasa, 1 Juni 2021 - 13:41 WIB

Ketum Muhammadiyah Pinta Jauhi Politisasi Pancasila

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta seluruh elemen masyarakat untuk menjauhi politisasi Pancasila. Sebab menurutnya, hal itu bisa menyebabkan menurunnya kepercayaan pada Pancasila.

“Jauhi politisasi Pancasila untuk kepentingan apa pun, karena kita belajar dari sejarah setiap reduksi, penyimpangan, dan politisasi Pancasila akan menimbulkan ketidakpercayaan pada Pancasila itu sendiri,” kata Haedar dalam keterangan resminya, seperti dilansir CNN Indonesia, Selasa (1/6).

Haedar juga meminta agar masyarakat tak membawa Pancasila menjadi sesuatu yang sempit. Jangan pula membawa Pancasila melebihi jati dirinya sebagai dasar dan ideologi negara.

Menurutnya, semua elemen bangsa wajib menempatkan Pancasila secara proporsional sebagai dasar dan ideologi negara.

“Pancasila tidak cukup hanya dihapal, menjadi doktrin, dan pemikiran. Pancasila harus kita praktekkan dan kita warga bangsa, elit bangsa di mana pun berada dan dalam posisi apa pun harus menjadi contoh teladan di dalam mempraktekkan Pancasila,” kata dia.

Selain itu, Haedar berpesan untuk memperingati hari lahirnya Pancasila yang jatuh pada 1 Juni tak sekadar ritual dan seremonial maupun jargon dan retorika.

Lebih dari itu, ia mengajak seluruh warga bangsa untuk mewujudkan Pancasila, salah satunya dapat diimplementasikan melalui kehidupan bernegara dan sebagai dasar nilai, dasar pijakan mengambil keputusan, dan orientasi dalam kebijakan.

Tak hanya itu, Haedar mengatakan Pancasila harus menjadi pedoman hidup berbangsa bagi seluruh komponen dan warga bangsa, termasuk para elit bangsa.

“Pertentangan sering terjadi karena kebijakan-kebijakan negara itu tidak sejalan dengan jiwa, alam pikiran, dan moralitas Pancasila,” kata Haedar.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pura-Pura Tahajud, 8 Tahanan Polisi di Serdang Bedagai Kabur
apahabar.com

Nasional

Burung Beo di India Kecanduan Opium, Petani Merugi
apahabar.com

Nasional

Diburu Polisi, Ini Sosok Ali Kalora yang Mutilasi Warga
Terbakar

Nasional

KM Karya Indah Terbakar, 181 Penumpang Selamat
BPPTKG

Nasional

Kegempaan Meningkat, BPPTKG: Erupsi Gunung Merapi Menguat ke Arah Eksplosif
apahabar.com

Nasional

Dorong Sektor Kesehatan, Astra Serahkan 10 Unit Truk Tangki Air kepada PMI
apahabar.com

Nasional

Lawan Covid-19, Inggris Uji Coba Keampuhan Plasma Darah
apahabar.com

Nasional

Survei Indo Barometer: Kepuasan Publik atas Kinerja Jokowi Meningkat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com