Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang Detik-Detik Laka Maut Sepagar Kotabaru yang Tewaskan Reski dan Ibunya Kabar Duka, Mantan Atlet Panahan Putri Andalan Kalsel Tutup Usia

Kominfo Minta Penyelenggara Vaksinasi Covid-19 Jaga Data Pribadi

- Apahabar.com     Sabtu, 26 Juni 2021 - 11:48 WITA

Kominfo Minta Penyelenggara Vaksinasi Covid-19 Jaga Data Pribadi

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), RI Johnny G Plate. Foto-Kementerian Kominfo RI via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate meminta masyarakat dan penyelenggara vaksinasi untuk melindungi data pribadi.

“Proses-proses vaksinasi ini karena melibatkan data pribadi, maka tentu kita harapkan agar perlindungan data pribadi tetap kita jaga dengan baik. Payung hukumnya sudah kita siapkan. Saya sendiri telah menerbitkan Surat Keputusan Menteri Kominfo,” kata Johnny usai meninjau vaksinasi untuk pekerja media di Jakarta, Jumat (25/6), dikutip dari siaran pers.

Penyelenggara vaksinasi diminta bisa menjaga dan memastikan data pribadi masyarakat terlindungi dengan baik.

Setelah divaksin, masyarakat akan menerima sertifikat digital tanda bukti telah mengikuti program vaksinasi COVID-19.

Sertifikat digital vaksinasi Covid-19 bisa diunduh di aplikasi PeduliLindungi setelah memasukkan nomor induk kependudukan atau NIK.

Di dalam sertifikat tersebut terdapat data pribadi berupa nama lengkap, tanggal lahir dan NIK. Sertifikat juga mengandung kode QR (QR code) yang mengandung data pribadi ketika dipindai.

Johnny meminta masyarakat tidak gegabah membagikan kode QR tersebut setelah menjalani vaksinasi agar data pribadi mereka tidak disalahgunakan.

“Jangan sampai diedarkan karena di sertifikat itu ada QR code, di dalam QR code itu ada data pribadi. Jadi sertifikat digital kita peroleh tetapi di saat yang bersamaan kita menjaga data pribadi kita dengan cara tidak mengedarkannya untuk kepentingan yang tidak semestinya,” kata Johnny.

Sang menteri mengingatkan sertifikat vaksinasi COVID-19 ini hanya bisa diberikan untuk keperluan khusus, misalnya ketika diminta menunjukkan dokumen saat perjalanan dinas atau keperluan mendesak lainnya.

Kasus Covid-19 di Indonesia belakangan ini begitu tingg, Johnny meminta masyarakat tidak panik, takut dan pesimistik serta tetap melaksanakan protokol kesehatan secara tertib dan disiplin.

“Karena itu cara yang sangat sangat efektif, jitu untuk mencegah penularan. Hal ini menjadi begitu pentingnya pada saat di mana sekarang tingkat penularannya cukup tinggi, tetapi tingkat penularan yang tinggi ini jangan membuat kita takut, jangan membuat kita menjadi pesimistik,” kata Johnny.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dor! Polisi Tembak Kaki Penculik Anak di Palembang
apahabar.com

Nasional

Dijebloskan ke Penjara, Pelawak Qomar Lontarkan Candaan
apahabar.com

Nasional

Saat Tunjuk Najmul Akhyar jadi Sekjen, Apkasi Salurkan Bantuan Bencana Rp3,1 M
Siswa SD

Nasional

Jokowi Teken Perpres RANHAM, Simak Penjelasan KSP
apahabar.com

Nasional

Pesan Sumpah Pemuda Presiden Jokowi: Bersatu dan Bekerja Sama Kunci Indonesia Maju
Boks kWh

Nasional

Begini Cara Dapat Token Listrik Gratis sampai Maret 2021
Dokter Lois

Nasional

Soal Klaim Interaksi Obat Dokter Lois, Begini Penjelasan Prof Zullies Ikawati
apahabar.com

Nasional

Jadi Tersangka Bansos Covid-19, Ternyata Segini Harta Mensos Juliari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com