Heboh Dikira Disembunyikan Makhluk Gaib, Ibu Muda di HST Akhirnya Ditemukan BREAKING! Warga “Bagandang Nyiru” Cari Ibu Muda yang Hilang di Cukan Lipai HST Kades-BUMDes Saradang Tabalong Ancam Polisikan Warga Penyebar Berita Bohong Kalah 39 Ribu Suara, H2D Pinta MK Kesampingkan Ambang Batas Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas

KWPLH di Ujung Tanduk, Bagaimana Nasib Beruang Madu Balikpapan?

- Apahabar.com Jumat, 4 Juni 2021 - 15:39 WIB

KWPLH di Ujung Tanduk, Bagaimana Nasib Beruang Madu Balikpapan?

apahabar.com, BALIKPAPAN – Pandemi Covid-19 memukul pendapatan Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) di KM 23 Balikpapan.

Setahun pandemi, pengelola KWPLH yakni Yayasan Pro Natura mengaku terseok-seok lantaran kekurangan anggaran. Bagaimana tidak, selama pandemi tingkat pengunjung jauh menurun.

“Jauh mas turunnya, kalau sebelum pandemi itu sehari bisa 100 lebih yang datang. Pas pandemi ini separuhnya aja, bisa 25 orang sehari malah. Belum lagi ada kebijakan hari Sabtu dan Minggu harus tutup,” kata Nunik, Ketua Yayasan Pro Natura.

Dengan adanya pembatasan ini, otomatis pendapatan pun menurun hingga lebih dari 50 persen. Padahal, selama ini KWPLH mengandalkan donasi para pengunjung untuk keberlangsungan operasional di KWPLH sendiri.

“Kita sediakan kotak donasi karena kita tidak ada tiket masuk. Nah berkurangnya pengunjung ya berkurang juga donasi,” jelas Nunik.

Selama ini donasi yang didapat kebanyakan dari wisatawan mancanegara dan yayasan yang datang berkunjung. Dari donasi itu pihaknya bisa mendapat puluhan juta.

Namun donasi-donasi ini tidak dapat menutup semua kebutuhan KWPLH. Dalam setahun saja, untuk biaya pakan dan obat-obatan Beruang Madu mencapai Rp360 juta. Belum lagi biaya lainnya seperti biaya listrik, kebersihan, perbaikan sarana dan prasarana di KWPLH.

Disebutkan, untuk memenuhi seluruh kebutuhan tersebut, KWPLH membutuhkan biaya hingga Rp1,9 miliar. Tahun lalu pihaknya hanya mampu mengumpulkan Rp1,4 miliar. Kekurangan Rp500 juta ini membuat pihaknya pontang-panting mencari dana untuk keberlangsungan perawatan satwa maupun tempat.

“Itu saja sangat mepet,” ujarnya.

Nunik berharap, perusahaan-perusahaan di Balikpapan bisa berkontribusi untuk kelangsungan KWPLH. Sebab pembiayaan KWPLH tidak lah sedikit. Pernah suatu waktu, kata Nunik, ada perusahaan tambang yang memberikan donasi ke KWPLH. Namun hanya sekali saja.

“Kita ngos-ngosan juga. Saya harap mereka mau kerjasama berkelanjutan. Kalau tidak ya entah bagaimana keberlangsungan ke depannya,” harapnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Resmi, Syarifuddin HR Jadi Pilihan Urang Banjar di Ibu Kota RI
Nakes

Kaltim

Nakes Balikpapan Masih Terancam Covid-19, Kasus Positif Ditemukan Setiap Screening
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Segera Tuntaskan Dokumen RZWP3K
Lockdown Weekend

Kaltim

Lockdown Weekend, Balikpapan Bak Kota Mati
angkot

Kaltim

Korban Bingung, Pelaku Pembakaran Angkot di Balikpapan Buat Pesan
salat ied

Kaltim

Salat Ied di Lapangan Terbuka Dibolehkan, Gubernur: Yang Penting tak Najis
apahabar.com

Kaltim

Jokowi Pimpin Rakornas Karhutla, Isran: Kaltim Tak Masuk Daerah Rawan
Gunung Bugis

Kaltim

Terduga Pembakaran di Gunung Bugis Dipastikan Gangguan Jiwa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com