Sssttt.. Catcalling Mahasiswi di Banjarmasin Cuma Satu dari Sekian Banyak Kasus KPK Rilis Hasil Penggeledahan Kedua di Amuntai HSU Kritik Pedas Pengamat Soal Komunitas Moge Lintasi Jembatan Alalak Baru Dua Hari Menghilang, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Bawah Kolong Rumah Banjarmasin Utara Nekat Buka Lahan, Dua Penambang Ilegal di Kukar Kaltim Ditangkap

Lahan Puso di HST Belum Dapat Bantuan, SPI Kalsel Siap Gugat Pemerintah

- Apahabar.com     Senin, 21 Juni 2021 - 09:53 WITA

Lahan Puso di HST Belum Dapat Bantuan, SPI Kalsel Siap Gugat Pemerintah

Pascabanjir 14 Januari 2021, lahan sawah petani yang puso akibat tertimbun lumpur./Foto: Istimewa.

apahabar.com, BARABAI – Dewan Perwakilan Wilayah Serikat Petani Indonesia (DWP SPI) Kalsel mendesak pemerintah segera membantu korban bencana banjir (Januari 2021) di Hulu Sungai Tengah (HST), khususnya para petani dan peternak yang terdampak.

Pasalnya, hingga kini lahan pertanian seperti sawah, ladang tanaman holtikultura hingga kandang-kandang ternak rusak berat alias puso.

Ketua DWP SPI Kalsel, Dwi Putra Kurniawan mengingatkan, peran dan tanggung jawab pemerintah terhadap para petani itu.

Hal itu, kata Dwi sesuai Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

“Di dalam 2 produk undang-undang itu sangat jelas peran negara lewat pemerintah. Harus hadir membantu para petani korban bencana termasuk ganti rugi gagal panen petani,” kata Dwi melalui siaran pers yang diterima apahabar.com, Senin (21/06).

Pascabanjir 14 Januari 2021, lahan sawah petani yang puso akibat tertimbun lumpur. Foto: Istimewa.

Jika pemerintah setempat tidak segera merehabilitasi lahan-lahan pertanian dan ganti rugi gagal panen, kata Dwi, SPI Kalsel akan menempuh jalur hukum.

Namun, lanjut dia, SPI terlebih dahulu akan memaksimalkan jalur komunikasi dan diplomasi dengan para pimpinan instansi terkait.

“Mencari solusi bersama adalah hal utama yang akan kami lakukan sebelum memilih opsi menggugat,” terang Dwi.

Dia pun sudah menghubungi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman. Dijadwalkan, Selasa 22 Juni 2021 akan ada rapat membahas hal tersebut.

“Semoga ada gambaran aksi nyata untuk menyelamatkan petani banua korban bencana,” kata Dwi saat berdialog dengan para petani di Aluan Besar HST, Minggu (20/6).

Gambaran kerusakan lahan akibat banjir itu tidak serta merta didapatkan SPI Kalsel. Hal itu didapati setelah DWP menemui dan berdialog bersama para petani di Desa Aluan Besar Kecamatan Batu Benawa, 20 Juni tadi.

“Belum ada bantuan rehabilitasi lahan dan aksi tindakan nyata untuk membantu meringankan penderitaan petani dari Pemkab HST maupun Provinsi Kalsel,” kata Dwi Saputra.

DPW SPI juga mendapati fakta, sawah di Bantak, Sirang, Bangkal, Rampakan dan Rasau rusak parah. Habis tertimbun lumpur tanah merah hingga selutut orang dewasa.

“Kurang lebih 283 hektare sawah tidak dapat ditanami benih padi lagi,” kata Dwi.

Padahal pada saat banjir bandang datang, lanjut Dwi, desa mereka tempat yang sangat subur untuk bertani maupun beternak ayam.

Dari cerita seorang petani di sana, Fatimah menyebutkan kepada Dwi, 1 hektare sawah miliknya pada saat itu sedang ada tanaman padinya.

Saat diterjang banjir, sawah serta padi langsung hancur alias gagal panen.

“Taksir kerugiannya sekitar Rp20 juta. Belum termasuk hutang pupuk yang masih belum terbayarkan karena berharap bisa membayar saat panen, tapi apa daya semua sirna ditelan bencana,” kata Dwi menceritakan kondisi Fatimah.

Yang lebih memprihatinkan lagi, kata Dwi sampai saat ini para petani sudah mulai kehabisan stok pangan akibat gagal panen itu. Seharusnya saat ini mereka punya stok cadangan pangan dari hasil panen di sawahnya.

Karena itu, saat ini kehidupan merek terancam akibat belum bisa menanam karena lahan masih tertutup lumpur tanah merah.

“Kunjungan dari Dinas Pertanian Kabupaten dan Provinsi Kaslel yang katanya pernah datang meninjau hanya memberikan bantuan benih (bibit). Padahal lahan mereka belum pulih dan belum bisa ditanami,” ucap Dwi.

Karena itu, DWP SPI Kalsel mendesak Pemprov Kalsel agar peka terhadap penderitaan petani dan para korban banjir.

“Termasuk dugaan adanya pencernaan air atau sungai di Sungai Danau yang juga mengakibatkan matinya tanaman padi dan hortikultura serta ikan-ikan yang sedang dibudidayakan bahkan yang disungai juga pada mati,” tutup Dwi.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pencabulan Anak Kandung

HST

Dugaan Pencabulan Anak Kandung di HST, Satreskrim Lakukan Penyelidikan
apahabar.com

HST

Bikin Resah Masyarakat, Pemkab HST Minta Aruh Adat Tidak Disusupi Judi
Bupati Chairansyah

HST

IDM di HST Naik, Chairansyah: Terus Upayakan Kemajuan dan Kemandiran Desa
Bulog

HST

Bulog Barabai Salurkan 175 Ton Beras untuk KPM di HST
barabai

HST

Aliran Sungai Pajukungan HST Terhambat, Warga Evakuasi Pohon Tumbang
PPKM Mikro

HST

Efektivitas PPKM Mikro Tentukan Nasib PTM Sekolah di HST
Jembatan Sungai Batung

HST

Perbaikan Jembatan Sungai Batung HST, Legislatif Temukan Pengerjaan Tanpa Papan Proyek
apahabar.com

HST

Sepi, Penetapan Paslon Pilkada di HST Hanya Ditempel di Depan Kantor KPU
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com