Update Pemakaman Istri Guru Ijai: Sekumpul Lengang, Polisi Berjaga di Puluhan Titik Banjarmasin PPKM Berjilid-jilid: Prokes Malah Jeblok, Kematian Pecah Rekor! Ditegur Saat Minum Miras, Dua Pemuda Banjar Bacok Pria di Banjarmasin Timur Hoaks Jenazah Covid-19 di Banjarbaru Diburu Polisi, Kadinkes Doakan Pelaku Insyaf “Kalsel Lagi Sakit”, Aktivis Lingkungan Beri Catatan Kritis ke BirinMU

Mahasiswa UIN Antasari Kecam Tindakan Represif Kepolisian di #SaveKPK Banjarmasin

- Apahabar.com     Sabtu, 26 Juni 2021 - 20:54 WITA

Mahasiswa UIN Antasari Kecam Tindakan Represif Kepolisian di #SaveKPK Banjarmasin

Puluhan mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin menggelar aksi solidaritas di pinggiran trotoar depan kampus UIN Antasari. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Puluhan mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin menggelar aksi solidaritas di pinggiran trotoar depan kampus UIN Antasari, Sabtu, (26/06).

Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap mahasiswa Kalimantan Selatan (Kalsel) yang mengalami tindakan represif oknum aparat keamanan kepolisian pada aksi #SaveKPK Jilid II Kamis (24/6).

Mengenakan baju hitam-hitam sembari memegang selebaran bergambar mahasiswa korban tindakan represif, para mahasiswa menggelar mimbar bebas.

Mereka mengecam dan mengutuk tindakan represif aparat keamanan terhadap mahasiswa. Selain itu, mereka juga menginginkan agar oknum aparat yang bertindak represif ditindak tegas.

“Lagi-lagi tindakan represif aparat terjadi terhadap mahasiswa. Padahal di tahun-tahun sebelumnya sudah pernah terjadi dan sudah dikecam, tapi kenapa masih saja terulang? Tentu catatan buruk ini sangat disayangkan, dan harus segera diperbaiki di internal kepolisian Kalsel,” ujar Arbani, Wapresma UIN Antasari Banjarmasin.

Dia menegaskan, mestinya polisi memberikan pengayoman dan perlindungan hingga memberikan rasa aman terhadap mahasiswa. Bukan malah bertindak represif. “Karena polisi bukan preman yang dibayar untuk memukuli rakyat,” tegasnya.

Di sisi lain, dia menyayangkan Ketua DPRD Provinsi Kalsel Supian HK yang tak kunjung menemui massa aksi #SaveKPK Jilid II. Hal ini lah yang menyulut amarah massa aksi yang sudah terlalu lama menunggu. Hingga akhirnya mereka mencoba untuk langsung masuk ke Kantor DPRD.

Namun sayang, massa aksi dihadang barikade aparat kepolisian yang mengamankan jalannya aksi, hingga terjadi bentrok. “Ketua DPRD ini menjadi penyebab bentrok. Andai kata dia kooperatif dengan keinginan kami, tidak mungkin kami berusaha masuk langsung,” sesalnya.

Arbani juga menyesalkan, aparat yang menghalangi massa aksi yang ingin masuk. Padahal menurutnya, andai tidak dihalangi-halangi tidak mungkin terjadi bentrok.

“Akhirnya kan, ada oknum polisi yang bertindak represif dan ada mahasiswa yang jadi korban, bahkan polisi juga kena pukul temennya sendiri. Inilah yang sangat kita sesalkan,” ucapnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pemkab Tala Terima Penghargaan Sebagai Kabupaten Layak Anak
apahabar.com

Kalsel

Hari ini, Ratusan ASN Kotabaru dapat SK Naik Pangkat di Puncak Meranti
apahabar.com

Kalsel

Tabrakan Di Puntik Tengah, Satu Pengendara Tewas
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel, Pasien Sembuh Bertambah 69 Orang, Terbanyak dari Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Jelang Idul Adha, DLH Banjarmasin Sosialisasi Hemat Kantong Plastik
Arutmin Batulicin

Kalsel

Gerakkan Ekonomi Masyarakat, Arutmin Batulicin Beli Beras Lokal untuk Dibagikan kepada Duafa
apahabar.com

Kalsel

Kamis, BMKG Prakirakan Seluruh Daerah di Kalsel Cerah Berawan
Hasil Operasi Antik Intan di Batola, Seorang IRT Ikut Digulung

Kalsel

Hasil Operasi Antik Intan di Batola, Seorang IRT Ikut Digulung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com