Hari Ini, Belasan Pasien Covid-19 Tanah Bumbu Sembuh! Khawatir Ada Korban, Warga Kotabaru Ramai-Ramai Tangkap Buaya Liar Banjarbaru Masuk PPKM Level IV, Wali Kota Tunggu Instruksi Presiden Komisi VII DPR-RI Kunjungan Kerja ke PLN Palangka Raya Skenario Jika Kalsel Terapkan PPKM Level III: Serba Terbatas!

Mengubah Limbah Jagung Jadi Pakan Sapi dengan Mesin Silase Buatan BPTP Kalsel

- Apahabar.com     Minggu, 27 Juni 2021 - 20:52 WITA

Mengubah Limbah Jagung Jadi Pakan Sapi dengan Mesin Silase Buatan BPTP Kalsel

Mesin silase ramah lingkungan buatan BPTP Kalsel mengubah limbah jagung jadi pakan sapi. Foto- Disbunnak Kalsel for apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Bahan dasar dari limbah tanaman pangan berupa jagung, bisa menjadi pakan ternak sapi.

Caranya dengan diproses menggunakan mesin silase ramah lingkungan milik Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalsel.

Kepala BPTP Kalsel, Muhammad Amin mengatakan, program itu terinspirasi oleh banyaknya limbah pertanian tanaman pangan jagung.

Antara lain, jerami, kulit, dan batang tanaman jagung yang belum termanfaatkan sebelumnya.

“BPTP membuat mesin pemroses pembuatan silase yang bahan bakunya berupa limbah tanaman pangan tadi,” ujarnya kepada apahabar.com, Minggu (27/6).

Silase, kata dia, merupakan proses pengolahan pakan ternak yang menggunakan bahan baku berupa limbah tanaman pangan dan hijauan makanan ternak (HMT), serta bahan tambahan tetes tebu, dedak padi maupun dedak jagung.

“Semua bahan-bahan tadi diawetkan dalam kemasan kedap udara yang dibungkus rapat menggunakan kemasan plastik,” imbuhnya.

Dalam proses penyimpanannya, Amin menuturkan, silase dapat bertahan lama asalkan kemasan tetap terjaga dalam keadaan terbungkus rapat.

“Selama ini proses pembungkusan silase dilakukan secara manual. Dengan inovasi mesin buatan BPTP ini proses pembuatan silase menjadi jauh lebih efisien dan menghemat waktu dalam pembuatannya,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi mengatakan, peternakan sapi juga menghasilkan limbah berupa urin dan feses.

Urin dan feses sapi, sebut Suparmi, kemudian diolah menjadi pupuk cair dan kompos yang sangat dibutuhkan untuk menyuburkan tanaman pertanian termasuk tanaman pangan.

“Sehingga inovasi Integrasi Ternak Sapi dan Tanaman Pangan merupakan sinergitas yang sangat efisien karena tanpa menghasilkan limbah atau Zero Waste,” ungkapnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pemprov Kalsel

Pemprov Kalsel Dukung Program YESS Kementan
Karhutla

Pemprov Kalsel

Nol Hotspot, Pemprov Kalsel Siaga Dini Pencegahan Karhutla
Lahan Tambang

Pemprov Kalsel

Reklamasi Eks Lahan Tambang di Kalsel Hampir 60 Persen

Pemprov Kalsel

DP3A Dorong Percepatan PUG di Kalsel
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Resmikan Masjid SMAN 5 Banjarmasin, Nama Gubernur Kalsel Paman Birin Jadi Filosofis
Event Organizer

Pemprov Kalsel

Tekan Laju Covid-19, Ratusan Pekerja Industri Kreatif Event Organizer Divaksin
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Sampai Akhir 2020, Jembatan Jejangkit-Sungai Tabuk Tak Kunjung Diperbaiki
Pemprov Kalsel

Kalsel

Pemprov Kalsel Rancang Aplikasi Smart Banjir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com