Update Banjir HSU, 9 Kecamatan Mulai Terendam Banjir Kalsel Meluas, Kemensos RI Kirim Bantuan 10 Kontainer Logistik Ibnu Sina Beberkan Fakta Terbaru Penundaan Pelantikan Sekdakot Banjarmasin Korupsi Bupati HSU: KPK Periksa Saksi Baru, Pejabat Bank Kalsel Korupsi Bupati HSU: KPK Cecar Pendiri Ponpes-Swasta soal Mobil

Moeldoko Akui Minum Ivermectin yang Diklaim Obat Covid-19

- Apahabar.com     Sabtu, 12 Juni 2021 - 16:25 WITA

Moeldoko Akui Minum Ivermectin yang Diklaim Obat Covid-19

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku pernah mengonsumsi Ivermectin yang diklaim sebagai obat untuk melawan virus Covid-19.

Moeldoko mengklaim tak ada efek negatif selama mengonsumsi ivermectin.

“Saya sudah menggunakan beberapa kali, nggak ada masalah, dan saya sehat-sehat saja,” ujar Moeldoko di Jakarta, Sabtu (12/6).

Moeldoko mengklaim ivermectin tak membawa risiko kematian dan masih digunakan di sejumlah negara.

“Kita melihat beberapa negara yang sudah gunakan itu dan berhasil. Pada satu sisi kita menghadapi situasi di mana peningkatan itu muncul, apakah kita harus diam?” tuturnya.

Ia tak mempersoalkan kebijakan pemerintah India yang menarik penggunaan Ivermectin di beberapa negara bagian.

Mantan Panglima TNI itu menilai, keberadaan obat itu justru menjadi upaya untuk melawan kasus covid-19 di Indonesia yang terus meningkat.

“Jadi kita lihat positifnya, jangan kita lihat negatifnya karena kita saat ini menghadapi sebuah situasi yang cukup emergency untuk ditangani itu ya,” ucap Moeldoko.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelumnya telah mengingatkan bahaya Ivermectin yang telah mulai disebar ke beberapa daerah.

Ivermectin disebut terdaftar di Indonesia untuk indikasi infeksi kecacingan dan diberikan dalam dosis tunggal serta pemakaian setahun sekali.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ada-ada Saja! Wanita Hamil Ngidam Ngotot Ikut Polisi Patroli

Nasional

Jika Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Terlambat, Apakah Efektif?
Bom Bunuh Diri

Nasional

Saksi Mata Duga Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Perempuan
apahabar.com

Nasional

Serikat Pekerja Tolak Ahok Jadi Bos Pertamina
Ariani, Bang, Bang, Bang, Bang, Bung, Izul, Ka, Pa, Puja, Rifad, Uploader, +62 812-5116-603, +62 812-5665-9788, +62 813-4722-2844, +62 813-5063-3833, +62 831-3118-3955, +62 857-0581-1173, +62 857-9223-0054, +62 878-3409-2015, Anda HARI INI HARI INI Bung Zainal Geger, Penemuan Mayat di Bawah Kolong Rumah Warga Manggar Balikpapan apahabar.com, BALIKPAPAN - Warga RT 26 Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kaltim, mendadak geger. Menyusul penemuan mayat pria di bawah kolong rumah warga, Senin (22/11) sekira pukul 08.30 WITA. Korban diketahui bernama Fendi (16) yang ditemukan tewas mengenakan kaos warna hitam. Peristiwa tersebut baru diketahui saat salah seorang warga bernama Akmal (27) sedang mencuci perahu. Saat itu Akmal melihat ada seseorang yang sedang telungkup di kolong perumahan warga RT 26. "Saksi menghubungi Polsek Balikpapan Timur untuk melaporkan adanya orang yang mengapung di kolong perumahan warga. Lalu kami melakukan tindaklanjut," ujar Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Hart… Baca selengkapnya 11.33 Bung Zainal 11.33 Bung Zainal 11.33 Puja Mandela KPK Panggil Anggota DPRD Tabalong Terkait Kasus Bupati HSU apahabar.com, JAKARTA - KPK memanggil anggota DPRD Tabalong Fraksi PDIP, Rini Irawanty (Jamela) sebagai saksi terkait kasus korupsi Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid (AW). "Hari ini (22/11) pemeriksaan saksi TPK terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel tahun 2021-2022, untuk tersangka AW," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dikutip dari detikcom, Senin (22/11). Selain itu KPK juga memanggil 15 saksi lainnya terkait perkara ini. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan di Polres Hulu Sungai Utara. Saksi itu di antaranya: 1. Gusti Iskandar (PT Khuripan Jaya) 2. Erik Priyanto (Kontraktor/Direktur PT Putera Dharma Raya) 3. Khairil (CV Aulia Putra) 4. Kariansyah/Haji Angkar (CV Khuripan Jaya) 5. Akhmad Farhani alias H Farhan (PT CPN/PT Surya Sapta Tosantalina) 6. Akhmad Syaiho (Karyawan PT Cahya Purna Nusaraya) 7. Rohana (PNS pada Dinas PTSP dan Penanaman Modal Kabupaten Hulu Sungai Utara) 8. Wahyuni (Swasta) 9. Heri Wahyuni (Pensiunan PNS (Mantan Plt Kepala BKPP Kabupaten Hulu Sungai Utara) 10. Ratna Dewi Yanti (Konsultan Pengawas Rehabilitasi Jaringan Irigasi DIR Banjang Desa Karias Dalam Kecamatan Banjang) 11. Muhammad Mathori (Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran pada BPN Kabupaten Amuntai) 12. Lukman Hakim (Swasta) 13. Anshari alias Ahok (Swasta) 14. Baihaqi Syazeli (Swasta) 15. Hidayatul Fitri (Swasta) Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid sebagai tersangka terkait dugaan menerima suap Rp 18,9 miliar. Abdul Wahid juga ditahan. KPK juga telah menetapkan Plt Kadis Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Hulu Sungai Utara, Maliki, sebagai tersangka. Selain Maliki, KPK menetapkan Marhaini dan Fachriadi sebagai tersangka dari pihak swasta. Marhaini dan Fachriadi selaku pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 65 KUHP. Maliki selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 64 dan Pasal 65 KUHP. Newswire Puja M Nasional Ilustrasi gedung KPK. Foto-Istimewa

Nasional

KPK Panggil Anggota DPRD Tabalong Terkait Kasus Bupati HSU

Nasional

Kapal Coast Guard China Terobos Laut Natuna, Cueki Peringatan Kapal KN Nipah 321, Bakamla Bingung Lapor Kemenlu
Tiga Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang, Satu di Antaranya Narapidana

Nasional

Polisi Kembali Tetapkan Tiga Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang, Satu di Antaranya Narapidana

Nasional

BPS: Nilai Tukar Petani Turun Tipis pada Februari 2021
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com