Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan Duh, Nelayan Dirgahayu Kotabaru Lenyap di Perairan Samber Gelap Rujuk Ditolak! Pemuda di Kelua Tabalong Jambret Ibu Muda Viral, Foto Anji Tersenyum Usai Ditangkap Polisi karena Narkoba

Mulai Juli 2021, Pemerintah Setop Diskon Tarif Listrik

- Apahabar.com Jumat, 4 Juni 2021 - 15:30 WIB

Mulai Juli 2021, Pemerintah Setop Diskon Tarif Listrik

Ilustrasi token listrik. Foto-Antara/Ahmad Subaidi/hp via Tirto.id

apahabar.com, JAKARTA – Masyarakat bakal kembali membayar tarif tagihan listrik secara normal.

Pemerintah akan menyetop program stimulus diskon listrik tersebut bulan ini, dan mulai memberlakukan tarif normal listrik pada Juli 2021 akan datang.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana menjelaskan stimulus pandemi Covid-19 ini akan selesai pada Juni ini.

Pada Juli mendatang, pemerintah tak akan lagi memberikan stimulus listrik ini. Artinya, masyarakat akan kembali diberlakukan tarif listrik normal.

“Kemarin kami sudah diskusi dengan teman-teman di Kemenkeu. Pemerintah bersepakat untuk tidak lagi memberikan stimulus listrik untuk masyarakat pada Juli nanti,” ujar Rida dalam konferensi pers seperti dikutip dari Republika.co.id, Jumat (4/6).

Pemberian stimulus biaya listrik ini dalam pelaksanaannya mengalami penyesuaian.

Sejak digulirkan pada April 2020, pemerintah memberikan diskon 100 persen pada pelanggan golongan rumah tangga 450 volt ampere atau dengan kata lain membebaskannya dari tagihan listrik. Diskon juga diberikan pada golongan rumah tangga 900 VA sebesar 50 persen.

Selain itu, diskon 100 persen juga diperuntukkkan pelanggan bisnis kecil dan industri dengan daya 450 VA serta pembebasan rekening minimum, abodemen, dan biaya beban bagi pelanggan sosial, bisnis, dan industri dengan daya dimulai dari 1.300 VA ke atas.

Ketentuan tersebut terus diperpanjang dan berlaku hingga kuartal I atau Maret 2021. Pemerintah sebenarnya masih memperpanjang stimulus ini hingga Juni 2021.

Hanya saja, besaran stimulus yang diberikan pada perpanjangan ini berbeda dari yang sebelumnya. Diskon hanya diberikan setengahnya untuk periode April, Mei, dan Juni 2021.

Dengan demikian, yang tadinya diberikan diskon 100 persen menjadi 50 persen, demikian juga yang sebelumnya mendapat diskon 50 persen menjadi 25 persen.

“Pada tahun ini stimulus berakhir satu semester ini. Tahun ini bertahap triwulan pertama full [100 persen], triwulan kedua 50 persen,” kata Rida menjelaskan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Wapres Ma’ruf: Deradikalisasi Bukan Sesuatu yang Mudah
apahabar.com

Nasional

Jadi Tersangka, Edhy Prabowo Lepas Jabatan Menteri dan Waketum Gerindra
apahabar.com

Nasional

Banyak Hoaks yang Membuat Papua Memanas

Nasional

Warga Negara Asing Dipersilahkan Ikut Suntik Vaksin Covid-19 di Surabaya
Gisel

Nasional

Alamak! Gisel Jadi Tersangka Kasus Video Syur, Akui Sebagai Pemerannya
Mamuju

Nasional

Gempa Susulan Landa Mamuju, Warga Kembali Mengungsi

Nasional

Strategi Kemenkes Hadapi Mutasi Corona B117 di Indonesia
Maxim

Nasional

Pandemi Tak Surutkan Langkah Lady Driver Cari Nafkah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com