Lebarkan Sayap, bjb Sekuritas Rambah Investasi Pasar Modal Jabar Siswa Tenggelam di Siring Banjarmasin Akhirnya Ditemukan Gugatan Jilid II Denny Indrayana Rontok, MK Kuatkan Kemenangan BirinMu Coffee Shop Banjarmasin Dibobol Maling, Terekam CCTV Pelaku Telanjang Bulat PPKM Level IV, Covid-19 di Banjarmasin-Banjarbaru Malah Naik….

Pakar Epidemiologi: Covid-19 Varian Delta Serang Siapa Pun yang Imunnya Lemah

- Apahabar.com     Rabu, 23 Juni 2021 - 07:18 WITA

Pakar Epidemiologi: Covid-19 Varian Delta Serang Siapa Pun yang Imunnya Lemah

Di tengah hadirnya Covid-19 varian baru, penting untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Foto-Freepik/Prostooleh via Kompas.com

apahabar.com, JAKARTA – Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengungkapkan Covid-19 varian Delta bisa menyerang ke semua orang.

Jadi tidak terbatas hanya menyasar kepada ibu hamil dan anak-anak. Hal ini terjadi karena virus Delta ini memang kecepatan penyebaran penularannya sangat cepat daripada virus SARS-CoV-2.

“Varian Delta adalah salah satu varian yang cepat menular. Diprediksi angka reproduksi (R0) varian tersebut mencapai enam. Artinya dari satu orang yang terinfeksi bisa kena enam sampai delapan orang. Varian Delta ini tertinggi angka reproduksinya daripada varian SARS-CoV-2,” katanya Dicky seperti dilansir dari Republika.co.id, Rabu (23/6).

Kemudian, Dicky melanjutkan varian Delta ini bisa serang siapa pun yang imunnya lemah tidak spesifik kelompok tertentu. Menurutnya, banyaknya ibu hamil dan balita yang terkena karena memang virus ini sangat cepat menyebar dan pemerintah belum bisa mengendalikan hal ini.

“Varian Delta bisa kenai siapa pun ya. Baik lansia, ibu hamil, remaja dan sebagainya. Hal ini terjadi karena memang varian ini sangat cepat. Maka dari itu, pemerintah harus kendalikan hal ini jangan bergantung terhadap vaksin saja,” kata dia.

Kemenkes melaporkan, hingga 13 Juni 2021 dari total 1.989 sekuens yang diperiksa, telah dideteksi 145 sekuens variant of concern (VoC) yang diyakini menular lebih cepat serta memperparah pasien saat jatuh sakit.

Sebanyak 36 kasus terdeteksi sebagai B117 (Alfa), lima kasus B1351 (Beta), dan 104 kasus B1617.2 (Delta) yang tersebar di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatra Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sumatra Utara, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Selatan, Riau, dan Kepulauan Riau.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Setelah Kiai Ma’ruf, Jokowi Jenguk Ustaz Arifin Ilham
apahabar.com

Nasional

Belanda Janji Kembalikan Berlian 70 Karat Milik Sultan Banjarmasin
Tanggal Merah Libur

Nasional

Ketahui! Perubahan Tanggal Merah Libur dan Cuti Bersama 2021

Nasional

Imbas Kisruh Demokrat, Pengamat: Semua Partai Bisa ‘Dibegal’ di Siang Bolong
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Pastikan Seluruh Harga Bahan Pokok Terjangkau
apahabar.com

Nasional

Jerman Longgarkan Lockdown, Kasus Covid-19 Kembali Meningkat
apahabar.com

Nasional

BMKG: Hujan Guyur Jabodetabek hingga Minggu Depan
apahabar.com

Nasional

Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Suku Dayak Minta Lahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com