Prostitusi Online di Banjarmasin Seret Anak-Anak, Sudah Puluhan Remaja Terjaring! 8 Tuntutan Mahasiswa Kalsel Saat Aksi #SaveKPK Sampai ke Sekretariat Presiden Belasan Terduga Pelaku Prostitusi Online Diamankan Polres Banjarbaru, 6 Masih di Bawah Umur Cuaca Kalsel Hari Ini, 11 Wilayah Waspada Hujan Disertai Petir Respons BirinMu, Eks KPK dan HW Cs Jadi Panglima Gugatan II H2D di MK

PAN Tolak Rencana Kemhan Utang Alutsista Rp1,7 Kuadriliun

- Apahabar.com Kamis, 3 Juni 2021 - 20:33 WIB

PAN Tolak Rencana Kemhan Utang Alutsista Rp1,7 Kuadriliun

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Rencana Kementerian Pertahanan membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan dana pinjaman senilai US$124,9 miliar atau Rp1,7 kuadriliun ditolak Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI.

Rencana itu tercantum dalam dokumen Rancangan Peraturan Presiden tentang Pembelian Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam).

“Fraksi PAN menolak rencana Kemhan berutang sebesar Rp1,7 kuadriliun untuk pembelian alutsista,” kata anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia seperti dilansir CNN Indonesia, Kamis (3/6).

Ia menyatakan, rencana pembelian alutsista dengan anggaran sebesar Rp1,7 kuadriliun itu tergesa-gesa dan belum matang. Terkait pertahanan, menurutnya, visi yang menjadi strategi lalu doktrin pertahanan perlu dibaca lebih dahulu sebelum membuat peta jalan yang sesuai dengan Nawacita.

“Dengan pembacaan ancaman yang tepat dan komprehensif, kita dapat mengetahui kebutuhan alutsista apa saja yang perlu dan mendesak kita beli maupun yang tidak. Pertimbangan ini semata-mata sebagai bentuk proporsionalitas anggaran dan penentuan skala prioritas yang lebih seimbang,” tutur Farah.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, menurutnya upaya penanganan wabah harus menjadi prioritas utama pemerintah agar ekonomi Indonesia kembali pulih.

Farah berpendapat, upaya menjaga ketahanan ekonomi masyarakat lebih penting dan mendesak untuk dilakukan tanpa mengurangi visi strategis penguatan pertahanan militer.

Selain itu, Farah juga menilai rencana pembelian alutsista dengan anggaran jumbo tersebut berisiko membuat hutang Indonesia bertambah besar. Pasalnya, menurutnya, utang Indonesia sudah mencapai Rp6.445,07 triliun pada periode Maret 2021.

“Jadi, seharusnya setiap pembiayaan negara perlu dihitung konsekuensi logis dan rasionalisasi penggunaannya,” ujarnya.

Kemhan tengah menghadapi kisruh rencana pinjaman jumbo senilai Rp 1,7 kuadriliun yang tercantum dalam dokumen Rancangan Peraturan Presiden tentang Pembelian Alpalhankam.

Dokumen dengan anggaran pembelian alutsista dalam jenjang waktu 2020-2024 sebanyak US$124,9 miliar atau setara Rp1,7 kuadriliun itu tersebar ke publik. Dalam dokumen itu dijelaskan, pemenuhan akan menggunakan sistem pinjaman ke luar negeri dengan rentang pembayaran hingga 2044.

Namun, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebut saat ini rencana pinjaman dana untuk memenuhi kebutuhan modernisasi alutsista itu masih digodok. Menurutnya, hal itu masih dalam tahap perencanaan.

“Ini sedang digodok, sedang direncanakan,” kata Prabowo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/6).

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Resmi Bebas dari Mako Brimob, Ahok Dijemput Putra Sulung
apahabar.com

Nasional

Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie Kutuk Penusukan Syekh Ali Jaber, Sarankan Polisi dan Jaksa Tuntut Pelaku dengan Pidana Mati

Nasional

Menag Yakut Fokus Persiapan Haji Tahun Depan
apahabar.com

Nasional

HUT Ke-75 TNI, Danjen Kopassus: Semua Komponen Harus Bersinergi
apahabar.com

Nasional

Termasuk Kalsel, SPI Deklarasikan Kawasan Daulat Pangan di 4 Provinsi
Gunung Merapi

Nasional

Gunung Merapi Meluncurkan 7 Kali Awan Panas Guguran Sejauh 1.800 Meter
apahabar.com

Nasional

Helikopter Angkut 3 WNA Jatuh di Lombok Tengah
apahabar.com

Nasional

Soal Netralitas di Pilkada, Tjahjo Kumolo: Banyak ASN Gagal Paham
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com