Raisya, Gadis Kelua Tabalong yang Hilang Sempat Ingin Mondok Alokasi Rp 1,5 M, Kawasan Siring Piere Tendean Banjarmasin Bakal Dipagar Dimotori Arul Efansyah, Eks Power Metal Dirikan Band XREAL Ditertibkan, Belasan Supeltas di Alalak Batola Diingatkan Jangan Pungli Kecelakaan Beruntun Berujung Maut, Pengemudi Diduga Konsumsi Miras

Pandangan Pengamat Politik FISIP ULM Jelang PSU Pilgub Kalsel

- Apahabar.com Sabtu, 5 Juni 2021 - 10:22 WIB

Pandangan Pengamat Politik FISIP ULM Jelang PSU Pilgub Kalsel

PSU Pilgub Kalsel bakal dilaksanakan 9 Juni 2021. Foto-dok/apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan tinggal hitungan hari.

Dua pasang calon Gubernur Kalimantan Selatan akan memperebutkan suara masyarakat di tujuh kecamatan di tiga kabupaten pada 9 Juni 2021.

Tensi politik di Banua belakangan juga cukup panas. Lantas, bagaimana pandangan pengamat menjelang PSU digelar?

Pengamat politik FISIP ULM, Arif Rahman Hakim, menyampaikan pandangannya. Dia menjelaskan kontestasi politik sejatinya memiliki tujuan mulia yakni memilih pemimpin untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Kenapa harus ada kontestasi politik? Arif mengatakan karena sebelum terpilih, pemimpin harus bertanding gagasan, ide, pemikiran, dan program-program-programnya terlebih dahulu.

Dia menyebut kontestasi politik tidak mengedepankan sentimen personal, melainkan “menguliti” setiap argumen yang disampaikan masing-masing kandidat.

“Ya, argumen harus dikuliti agar pemimpin kita bertanggung jawab atas gagasan, ide, pemikiran, dan program-program yang ditawarkan,” ucap Arif.

Dia memandang belakangan ini ada kecenderungan partisipasi masyarakat berada di jalur yang tidak tepat. Masyarakat, kata dia, terbawa iklim politik atas dasar suka dan tidak suka. Bukan karena kesamaan pemikiran, gagasan, ide dan program-program untuk kemajuan Banua.

“Celakanya lagi, oknum-oknum tidak bertanggung jawab ramai mendistribusikan konten-konten keberhasilan kandidat yang didukung dan keburukan kandidat lain. Saya rasa ini bisa memunculkan rasa suka dan tidak suka di masyarakat,” ujarnya.

Semestinya, tambah dia, jelang PSU 9 Juni 2021 mendatang, para pengguna hak pilih disajikan konten-konten positif yang mencerdaskan dan menghadirkan kedewasaan berpolitik.

Dia pun berharap dalam kontestasi kali ini masyarakat bisa berpartisipasi dengan bebas dan rahasia.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Hari Ini Prabowo Pidato Kebangsaan di Surabaya

Politik

Resmi, Sandiaga Uno Dukung Cuncung-Alpiya di Pilbup Tanbu 2020
LPPDK

Politik

KPU Buka Jadwal Penyerahan LPPDK Para Paslon Pilbup HST
apahabar.com

Politik

DPP PDIP Umumkan Calon Kepala Daerah, Ini untuk Kalteng
apahabar.com

Politik

Partai Gelora Siap Menangkan Pasangan Nomor 1 SHM-MAR
apahabar.com

Politik

Akademisi: Media Massa Harus jaga Pilar Demokrasi
apahabar.com

Politik

Ma’ruf Amin Optimis Menangi Pilpres, Ketua TKD Kaltim: Target Raih Suara 70 Persen
apahabar.com

Politik

Dapat Nomor 2, Denny-Difri Bertekad Bawa Prabowo-Sandi ke Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com