Braakk! Pemuda “Gaduk” Tubruk Bokong Truk di Kotabaru Golkar Banjar Terbelah, Antung Aman & H Rusli Saling Klaim Kepemimpinan INNALILLAHI, Nelayan Kerumputan Kotabaru Ditemukan Tak Bernyawa Geger Api di Liang Anggang, Relawan Sulit Jangkau Titik Api Kisah Istri Alm Brimob Kalsel Jadi Sopir Travel Demi Hidupi 8 Anak, Gaji Habis Bulan Depan

PBB Serukan Penghapusan Rasisme Sistemis terhadap Keturunan Afrika

- Apahabar.com     Senin, 28 Juni 2021 - 23:20 WITA

PBB Serukan Penghapusan Rasisme Sistemis terhadap Keturunan Afrika

Ilustrasi orang Afrika. Foto-Istimewa

apahabar.com, JENEWA – Rasisme sistemis terhadap orang-orang keturunan Afrika masih terjadi di banyak bagian dunia.

Menyikapi hal itu, Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Michelle Bachelet menyeru negara-negara untuk menghapus perlakuan tersebut.

Bachelet juga mendesak mereka mengadili para pejabat penegak hukum atas pembunuhan di luar hukum.

Bachelet, dalam laporan global yang dipicu oleh pembunuhan George Floyd oleh seorang polisi di Minneapolis, Amerika Serikat, pada Mei 2020, mengatakan bahwa persoalan rasial dan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi telah mengakar di sebagian besar Amerika Utara, Eropa, dan Amerika Latin.

Rasisme struktural menciptakan hambatan bagi akses minoritas ke pekerjaan, perawatan kesehatan, perumahan, pendidikan, dan keadilan, kata dia.

“Saya menyerukan kepada semua negara untuk berhenti menyangkal, dan mulai menghapus rasisme, untuk mengakhiri impunitas dan membangun kepercayaan, untuk mendengarkan suara orang-orang keturunan Afrika, dan untuk menentang warisan masa lalu dan memberikan ganti rugi,” kata Bachelet dalam laporan kepada Dewan HAM PBB, Senin (28/6).

Bachelet menyambut baik “inisiatif yang menjanjikan” oleh Presiden AS Joe Biden dalam menandatangani perintah eksekutif pada Januari untuk mengatasi ketidakadilan rasial di seluruh AS.

Laporannya menyebutkan 190 kematian orang Afrika dan orang-orang keturunan Afrika di seluruh dunia di tangan petugas penegak hukum dalam satu dekade terakhir –sebagian besar di AS.

“Dengan pengecualian kasus George Floyd, tidak ada yang dimintai pertanggungjawaban,” ujar Mona Rishmawi, kepala cabang aturan hukum yang memimpin laporan itu, pada konferensi pers.

Laporan itu menyoroti tujuh “kasus simbolis”, termasuk kasus Floyd. Seorang hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 22 tahun enam bulan pada perwira polisi Derek Chauvin atas pembunuhan Floyd –peristiwa yang memicu gerakan protes nasional “Black Lives Matter” di AS.

Korban lainnya termasuk seorang anak laki-laki Afrika-Brazil berusia 14 tahun, yang ditembak mati dalam operasi polisi anti narkoba di Sao Paulo pada Mei 2020, dan seorang warga Prancis asal Mali berusia 24 tahun yang meninggal dalam tahanan polisi pada Juli 2016.

“Seorang ibu (Brazil) secara khusus mengatakan kepada kami ‘Anda selalu berbicara tentang George Floyd. Setiap hari kami memiliki George Floyd di sini dan tidak ada yang membicarakannya’,” kata Rishmawi.

“Kami menyadari bahwa kami hanya menyentuh puncak gunung es.”

Momok paling banyak terjadi di negara-negara dengan warisan perbudakan, perdagangan transatlantik di Afrika yang diperbudak, atau kolonialisme yang menghasilkan komunitas besar orang-orang keturunan Afrika, menurut laporan itu.

“Rasisme sistemis membutuhkan respons sistemis. Saat ini ada peluang penting untuk mencapai titik balik bagi kesetaraan dan keadilan rasial,” kata Bachelet, menegaskan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pemkot Banjarbaru

Tak Berkategori

Pemkot Banjarbaru Terima Penghargaan Lagi, Kali Ini dari Kementerian LHK RI
Pemprov Kalsel

Tak Berkategori

Gencarkan Vaksinasi, Pemprov Kalsel Harapkan Herd Immunity Segera Tercapai
apahabar.com

Tak Berkategori

Penjelasan Istana soal Terbaliknya Kapal Wartawan di Labuan Bajo
apahabar.com

Tak Berkategori

Mantap! Dua Bulan Beroperasi, Siwalk Food Court Siring Laut Raup Rp 1 Miliar Lebih

Tak Berkategori

Di Paris, Pemerintah RI Promosi Jamu, Kopi, hingga Nasi Goreng

Kalsel

Cerita Siti Khadijah Balita 5 Hari Ikut Baayun Maulid di Masjid Sultan Suriansyah
apahabar.com

Kalsel

Pagi-Pagi, Brosur Dukung BirinMU dan Lambang PDI Perjuangan Berserakan di Sekumpul

Tak Berkategori

VIDEO: Mesum Siswi Hebohkan Banjarmasin, Disdik Ambil Langkah Konkret
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com