Cuaca Kalsel Hari Ini: Cerah Berawan, BMKG Minta Waspada Karhutla! Siap-Siap, Perpanjangan PPKM Level IV Banjarbaru Diputuskan Hari Ini POPULER SEPEKAN: Pilgub Kalsel Berakhir, ‘Musuh Harat’ LAPAN Ungkap Fenomena Matahari Memutih Sebab Suhu Dingin Indonesia PPKM Level IV, Sejumlah Cafe hingga Rumah Makan di Banjarmasin Didatangi Petugas

Pemerhati: Peredaran Narkoba di Indonesia Bagian dari Kejahatan Internasional

- Apahabar.com     Selasa, 15 Juni 2021 - 10:55 WITA

Pemerhati: Peredaran Narkoba di Indonesia Bagian dari Kejahatan Internasional

Pemerhati Hubungan Internasional Teguh Santosa. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pemerhati Hubungan Internasional Teguh Santosa meminta pemerintah mengambil langkah konkret dan strategis untuk memberantas peredaran narkotika di Tanah Air.

Menurut dia peredaran narkoba di Tanah Air merupakan bagian dari kejahatan terorganisir lintas negara atau transnational organized crime serta ekspresi dari peperangan tidak simetris atau asymmetric warfare yang dilancarkan pihak lawan untuk menghancurkan Indonesia.

“Pada esensinya apa yang sedang kita hadapi ini adalah perang asimetris yang dilancarkan pihak lawan, entah siapapun mereka, untuk menghabisi generasi muda kita yang berarti mengikis masa depan Indonesia. Ini seperti opium war yang dilancarkan pihak Eropa untuk menaklukkan China di masa lalu. Sekarang kita yang mengalaminya. Ini adalah perang. Begitulah seharusnya kita melihat persoalan ini,” ujar Teguh Santosa dalam keterangan resminya yang diterima apahabar.com, Selasa (15/6).

Pada Senin kemarin (14/6), Polri menggagalkan peredaran 1,1 ton narkoba setelah sebulan sebelumnya menggagalkan peredaran 2,5 ton narkoba.

Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam tiga bulan terakhir pihaknya telah menggagalkan peredaran setidaknya 5 ton narkoba.

Menurut Teguh, sudah sepatutnya publik mengapresiasi kinerja Polri dan Badan Nasional Narkotika (BNN) dalam memerangi peredaran narkoba di Tanah Air.

Namun informasi yang disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai besaran kasus narkoba yang berhasil digagalkan dalam tiga bulan terakhir, menurut dia adalah sinyal ketidakmampuan negara menghadapi peperangan asimetris ini.

“Yang lima ton dalam tiga bulan itu kan yang berhasil digagalkan. Coba bayangkan, berapa yang tidak berhasil kita gagalkan?” ujar mantan Ketua Bidang Luar Negeri Pemuda Muhammadiyah ini.

Karena itu, menurut Teguh, sudah sewajarnya pemerintah Indonesia membangun rantai komando yang lebih solid dan terukur.

“BNN dan Polri menangani persoalan narkoba setelah memasuki wilayah hukum Indonesia. Sementara fungsi intelijen yang bekerja untuk mencegah tsunami narkoba menghantam negara kita masih kurang terdengar,” kata Teguh lagi.

Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Keamanan Laut (Bakamla), juga Badan Intelijen Strategis (BAIS) Mabes TNI menurut Teguh juga perlu diberi porsi yang signifikan dalam memerangi peredaran narkoba.

“Khususnya Bakamla yang menjaga wilayah perairan kita. Hampir semua serangan yang kita alami, termasuk serangan dalam bentuk narkoba, terjadi di laut dan atau melalui laut. Tidak bisa tidak, Bakamla harus memiliki kapasitas yang memadai untuk memukul mereka sebelum menyentuh daratan kita,” masih katanya.

Dia berharap rantai komando yang solid untuk perang asimetris melawan narkoba ini dibangun dengan menyisihkan ego sektoral masing-masing lembaga.

“Banyak kisah sukses dan model yang dilakukan berbagai negara dalam membangun rantai komando khusus untuk memerangi narkoba. Kita bisa pelajari itu,” tandasnya Santosa.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Update Virus Corona: WHO Sebut Korban Meninggal Mencapai 4.012 Orang

Nasional

Update Virus Corona: WHO Sebut Korban Meninggal Mencapai 4.012 Orang
apahabar.com

Nasional

MUI: Pilih Capres-Cawapres yang Cerdas
apahabar.com

Nasional

Harimau Bonita dan Antan Bintang Segera Dilepasliarkan di Riau
Menteri

Nasional

Diduga Terkait Ekspor Benih Lobster, KPK Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono

Nasional

Baliho Habib Rizieq Ditertibkan, Polri: Karena Melanggar Perda
apahabar.com

Nasional

Duka Musim Dingin, ACT Kalsel Serukan Kepedulian untuk Palestina
apahabar.com

Nasional

Pasca-Pembatalan Keberangkatan Haji, Jokowi Kumpulkan Tokoh Lintas Agama

Nasional

20 Ucapan Selamat Hari Pahlawan Sangat Menyentuh, Cocok untuk Whatsapp, Facebook, Twitter dan Instagram
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com