Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan Duh, Nelayan Dirgahayu Kotabaru Lenyap di Perairan Samber Gelap Rujuk Ditolak! Pemuda di Kelua Tabalong Jambret Ibu Muda Viral, Foto Anji Tersenyum Usai Ditangkap Polisi karena Narkoba

Penerima Vaksin Lengkap di Indonesia Bertambah 138.684 Jiwa

- Apahabar.com Rabu, 2 Juni 2021 - 20:25 WIB

Penerima Vaksin Lengkap di Indonesia Bertambah 138.684 Jiwa

Ilustrasi vaksinasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah menerima dosis vaksin secara lengkap bertambah 138.684 jiwa hingga Rabu (2/6) pukul 12.00 WIB.

Dengan penambahan itu, total yang menerima dua dosis vaksin Covid-19 menjadi 10.852.984 jiwa.

Demikian data Satgas Covid-19 yang dikutip dari Antara, Rabu (2/6).

Sementara itu, jumlah penerima vaksin dosis pertama yang tercatat hari ini sebanyak 171.682 jiwa. Dengan tambahan tersebut, maka jumlah penerima vaksinasi dosis pertama kini menjadi 16.766.263 jiwa.

Dengan demikian maka tercatat, suntikan dosis pertama vaksin Covid-19 sudah diberikan pada 41,55 persen dari total 40.349.049 warga yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 tahap I dan II.

Warga yang sudah selesai menjalani vaksinasi baru meliputi 26,89 persen dari total sasaran vaksinasi tahap I dan II.

Pemerintah berencana memvaksinasi 181,5 juta warga atau 70 persen dari populasi dalam upaya mewujudkan kekebalan komunal terhadap Covid-19.

Guna mempercepat pencapaian target tersebut, pemerintah berupaya memperbanyak dan meningkatkan kapasitas pelayanan vaksinasi.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendorong keluarga-keluarga yang masih memiliki anggota keluarga dengan umur lanjut usia (lansia) untuk bisa mendaftarkan diri dan ikut menerima vaksin Covid-19.

Hal ini berkaca dari masih banyaknya masyarakat yang terkategori lansia dan masih terbilang sedikit dalam penerimaan vaksin Covid-19.

“Kalau disuruh cepat-cepatan disuruh vaksin, yang muda tentu lebih cepat dari yang tua. Mereka kesulitan. Jadi bagi keluarga yang masih punya ayah, ibu, tante, hingga paman yang usianya lansia diajak (untuk terima vaksin). Tolong jelaskan ke mereka, kalau mereka terkena Covid-19 kemungkinan wafatnya lebih besar dibanding anak muda yang memiliki kemungkinan sembuh yang sangat besar,” kata Budi.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Musim Haji 2021, Pemerintah Perlu Siapkan Skenario Terburuk
apahabar.com

Nasional

Termasuk IKN, Indonesia Tawarkan Puluhan Proyek ke Prancis
apahabar.com

Nasional

Lebaran Ala Prabowo di TPS, Ma’ruf Amin: Lebaran Itu di Masjid
apahabar.com

Nasional

KPK Berlakukan WFH, Sidang Etik Firli Bahuri Ditunda
apahabar.com

Nasional

Gubernur Jatim Tegaskan PSBB Malang Raya Tidak Diperpanjang

Nasional

Perusahaan Asal Jepang Tertarik Kembangkan Industri Metanol di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Resmi! Presiden Jokowi Putuskan Ibu Kota RI Pindah ke Kaltim
apahabar.com

Nasional

Jadi Calo Ujian Kepangkatan Pegawai, Kejari OTT Oknum BKD Kalteng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com