Lebarkan Sayap, bjb Sekuritas Rambah Investasi Pasar Modal Jabar Siswa Tenggelam di Siring Banjarmasin Akhirnya Ditemukan Gugatan Jilid II Denny Indrayana Rontok, MK Kuatkan Kemenangan BirinMu Coffee Shop Banjarmasin Dibobol Maling, Terekam CCTV Pelaku Telanjang Bulat PPKM Level IV, Covid-19 di Banjarmasin-Banjarbaru Malah Naik….

Pengetap Solar Subsidi Diamankan Polresta Balikpapan, 400 Liter Dalam Sehari

- Apahabar.com     Senin, 14 Juni 2021 - 15:13 WITA

Pengetap Solar Subsidi Diamankan Polresta Balikpapan, 400 Liter Dalam Sehari

Polisi mengamankan pelaku pengetapan solar subsidi modus modifikasi tanki truk. Foto-Riyadi

apahabar.com, BALIKPAPAN – Ulah pelaku pembelian BBM bersubsidi berulang kali atau pengetap memang meresahkan. Bahkan mengakibatkan antrean panjang di SPBU.

Menyikapi hal tersebut, Jajaran Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Balikpapan berhasil meringkus seorang pria berinisial SI (41) yang melakukan pengetapan sejak enam bulan lamanya. SI diamankan polisi pada Jumat (11/6) bersama unit Mitsubishi Colt Diesel nopol KT 8996 BL yang digunakan untuk mengetap.

Bermula dari informasi masyarakat yang mengatakan adanya aktivitas pengetapan, polisi pun melakukan penyelidikan. Polisi berhasil mencium gerak-gerik SI yang melakukan pengetapan di SPBU KM 15. Ia pun langsung diamankan petugas bersama barang bukti solar subsidi sebanyak 400 liter yang disimpan di dalam jerigen.

“Barang bukti kurang lebih 400 liter solar subsidi. Itu dalam sehari diambil dari SPBU KM 15,” kata Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi saat press rilis di Mapolresta pada Senin (14/6).

Dijelaskan Turmudi, modus operandi pelaku yakni membawa truk yang dikemudikannya menuju SPBU guna mengisi BBM. Namun rupanya tangki BBM truk pelaku sudah di modifikasi sehingga mampu menampung solar melebihi kapasitas yang ada.

“Modus operandinya dia isi solar biasa, tapi ternyata tangkinya sudah di modifikasi isinya lebih banyak lalu dia keluarkan kembali lalu dia jual,” ungkapnya.

Diketahui hasil pengetapan dijual pelaku kepada pengusaha tambang dan pabrik-pabrik yang berada di kawasan Balikpapan Timur.

“Rencana mau dijual di pabrik-pabrik atau tambang, biasanya sih dijual di daerah Lamaru,” tuturnya.

Pelaku pun dijerat Pasal 40 ayat 9 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Penyalahgunaan pengangkutan dengan ancaman pidana di atas 6 tahun penjara atau denda Rp20 miliar.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Wakapolda Kaltim

Kaltim

Wakapolda Kaltim dan 2.296 Nakes Jalani Vaksinasi
Tenant Bandara SAMS

Kaltim

Dampak Pandemi, Puluhan Tenant Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Gulung Tikar
apahabar.com

Kaltim

Stok Pupuk Subsidi di Kaltim Aman
Larangan Mudik

Kaltim

Larangan Mudik Lebaran, Tiga Kapal Pelni Tetap Beroperasi di Balikpapan
apahabar.com

Kaltim

Di Samarinda, Siti Badriah Ajak Masyarakat Pakai Pertamax

Kaltim

Hari Pertama Dibuka, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Ramai
apahabar.com

Kaltim

Bertambah 106, Positif Covid-19 di Kaltim Jadi 13.225 Kasus

Kaltim

Asmindo Kaltim Sepakat Tak Beritakan Penambahan Kasus Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com