Raisya, Gadis Kelua Tabalong yang Hilang Sempat Ingin Mondok Alokasi Rp 1,5 M, Kawasan Siring Piere Tendean Banjarmasin Bakal Dipagar Dimotori Arul Efansyah, Eks Power Metal Dirikan Band XREAL Ditertibkan, Belasan Supeltas di Alalak Batola Diingatkan Jangan Pungli Kecelakaan Beruntun Berujung Maut, Pengemudi Diduga Konsumsi Miras

Penjelasan BMKG Soal Potensi Tsunami 29 Meter di Jatim

- Apahabar.com Senin, 7 Juni 2021 - 19:10 WIB

Penjelasan BMKG Soal Potensi Tsunami 29 Meter di Jatim

Ilustrasi tsunami. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis pernyataan resmi perihal potensi gempabumi M 8,7 yang diikuti genangan tsunami setinggi 29 meter di sejumlah daerah di pesisir pantai selatan Jawa Timur.

Melansir CNBC Indonesia, Senin (7/6), BMKG menyatakan Indonesia merupakan wilayah yang aktif dan rawan gempabumi. Gempabumi itu dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan (magnitudo).

“Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempabumi,” tulis BMKG.

Berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli yang disampaikan pada diskusi bertajuk “Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur” beberapawa waktu lalu, BMKG menyatakan zona lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7.

“Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi yang pasti, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu,” tulis BMKG.

Untuk itu, BMKG mengajak semua pihak melakukan upaya mitigasi struktural dan kultural dengan membangun bangunan aman gempa dan tsunami.

Kemudian pemerintah daerah dengan dukungan pemerintah pusat dan pihak swasta menyiapkan sarana dan prasarana evakuasi yang layak dan memadai. Sementara BPBD memastikan sistem peringatan dini di daerah rawan beroperasi/terpelihara dengan layak dan terjaga selama 24 jam tiap hari untuk meneruskan peringatan dini dari BMKG.

“Pemerintah daerah dengan pusat melakukan penataan tata ruang pantai rawan agar aman dari bahaya tsunami dengan menjaga kelestarian ekosistem pantai sebagai zona sempadan untuk pertahanan terhadap gelombang tsunami dan abrasi. Pemerintah daerah dengan pihak terkait perlu membangun kapasitas masyarakat/edukasi masyarakat untuk melakukan respons penyelamatan diri secara tepat saat terjadi gempabumi dan tsunami,” tulis BMKG.

“Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apabila ingin mengetahui lebih jelas info ini dapat menghubungi Call Center 196, contact 021-6546316 atau www.bmkg.go.id dan terus monitor aplikasi mobile phone INFO BMKG.”

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Positif 169.195 Orang, 122.802 Sembuh
apahabar.com

Nasional

Polri Tetapkan 5 Tersangka Kerusuhan Wamena
apahabar.com

Nasional

Dua Penyerang Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Penjara
apahabar.com

Nasional

Foto Syur Diduga PNS Beredar Luas di Medsos
apahabar.com

Nasional

Apa Kabar IKN? Bappenas: Agustusan 2024 Presiden di Ibu Kota Baru
apahabar.com

Nasional

Petani Pidie Terancam Gagal Panen
apahabar.com

Nasional

Anggito Abimanyu Ungkap ke Mana Larinya Dana Haji
Evakuasi KRI Nanggala-402

Nasional

Bantu Evakuasi KRI Nanggala-402, China Kerahkan 48 Penyelam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com