Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif Skenario Kelolosan di Grup B dan C: Harapan Terakhir Denmark, Ukraina Cari Imbang Isi Tuntutan Lengkap Demo #SAVEKPK di Banjarmasin: Pecat Firli hingga Ketua BKN!

Pesawat Militernya Dicegat Jet Tempur Malaysia, Duta Besar China Buka Suara

- Apahabar.com Rabu, 2 Juni 2021 - 16:47 WIB

Pesawat Militernya Dicegat Jet Tempur Malaysia, Duta Besar China Buka Suara

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Kedutaan Besar China di Kuala Lumpur buka suara terkait insiden pencegatan 16 pesawat militer Tiongkok yang dicegat jet tempur Malaysia.

16 pesawat militer sebelumnya dikabarkan hendak memasuki wilayah udara Malaysia. Pesawat-pesawat itu terdeteksi melakukan aktivitas mencurigakan di Laut China Selatan.

Seorang juru bicara kedutaan besar China di Malaysia menegaskan bahwa pesawat militer mereka tidak memasuki wilayah udara teritorial negara mana pun. Dia mengatakan belasan pesawat itu tengah melakukan latihan terbang.

Dia meyakini pesawat-pesawat China itu tidak melanggar hukum internasional.

“Sejauh yang saya tahu, kegiatan yang dilaporkan adalah latihan penerbangan rutin angkatan udara China dan tidak menargetkan negara mana pun. Menurut hukum internasional, pesawat militer China boleh terbang di wilayah udara yang relevan,” kata juru bicara tersebut, Selasa (1/6) seperti dilansir CNN Indonesia yang mengutip New Straits Times.

“China dan Malaysia adalah tetangga yang bersahabat, dan China bersedia melanjutkan konsultasi persahabatan bilateral dengan Malaysia untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional,” kata juru bicara itu.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Angkatan Udara Malaysia (RMAF) mendeteksi dan mencegat 16 pesawat militer China memasuki wilayah udara mereka, Senin (31/5).

Menurut Kepala Staf Angkatan Udara Malayasia Jenderal Tan Sri Ackbal Abdul Samad, pesawat militer China terdeteksi terbang pada ketinggian 23.000 dan 27.000 kaki dengan kecepatan 290 knot melalui wilayah informasi penerbangan Singapura (FIR) sebelum memasuki Zona Maritim Malaysia dan Kota Kinabalu.

“Kemudian, mereka terbang lebih jauh hingga mencapai hampir 60 mil laut dari pantai wilayah Sarawak, dan ini mengancam kedaulatan kami. RMAF kemudian meluncurkan pesawat Hawk 208 dari Skadron 6 dari Pangkalan Udara Labuan.”

RMAF melanjutkan pemantauan radar dan beberapa upaya dilakukan untuk mengarahkan pesawat militer China menghubungi menara kontrol lalu lintas udara KK FIR, tetapi instruksi itu diabaikan.

Berdasarkan intersepsi, belasan pesawat militer China itu adalah pengangkut strategis Ilyushin Il-76 dan Xian Y-20, yang mampu melakukan berbagai misi.

China mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan.

Klaim sepihak itu bertabrakan dengan wilayah perairan sejumlah negara, Brunei, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

Tiongkok juga telah membangun pulau buatan di Laut China Selatan dan pangkalan udara di beberapa pulau tersebut.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Karantina Diperpanjang, Beijing Temukan Virus Corona Lebih Ganas dari Temuan Wuhan
apahabar.com

Internasional

Terinfeksi Covid-19, Desainer Kenzo Takada Meninggal Dunia
apahabar.com

Internasional

Kota Terpencil Ini Berpenduduk 12 Orang, Punya Klinik Swalayan
apahabar.com

Internasional

50 Mobil Klasik Akan Kumpul dan Berparade di Museum Toyota
apahabar.com

Internasional

Thailand Menghapus Ganja dari Daftar Narkotika
apahabar.com

Internasional

Kasus Covid-19 Meningkat, China Kembali Larang Kedatangan Warga Asing dari Sejumlah Negara
Bunga Sakura

Internasional

Bunga Sakura di Jepang Mekar Lebih Cepat, Ada Apa?
apahabar.com

Internasional

Rekor Global, WHO Catat 230.370 Kasus Covid-19 dalam 24 Jam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com