IKN Dipimpin Kepala Otorita, Sederet Nama Kandidat Termasuk Ahok Pesona Danau Sentarum Kalbar Bikin Takjub, Tertarik Berkunjung? Mimpi Ibnu Sina, Masyarakat Banjarmasin Lepas Masker Awal Tahun 2022 Bocah 8 Tahun Hilang di Samarinda, Pencarian Selami Selokan Genangan Banjir Target Vaksinasi di Tanah Laut Terkendala Stok Vaksin

Pokwasmas Ungkap Kasus Ilegal Fishing di Desa Bangkau HSS

- Apahabar.com     Selasa, 29 Juni 2021 - 15:17 WITA

Pokwasmas Ungkap Kasus Ilegal Fishing di Desa Bangkau HSS

Barang bukti berupa perahu motor dan peralatan setrum diamankan. Foto-Istimewa

apahabar.com, KANDANGAN – Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwasmas) Desa Bangkau, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bersama Polair Polda Kalsel menangkap seorang pria yang sedang menyetrum ikan atau ilegal fishing di kawasan danau setempat.

Lelaki itu berinisial MR (25), warga Desa Mantaas, Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Ia tertangkap tangan sedang menyetrum ikan pada Selasa (29/6) kurang lebih pukul 01.00 Wita.

Kapolres HSS AKBP Siswoyo melalui Kasubbag Humas AKP Suherman mengemukakan, awalnya Polsek Kandangan bersama Polres HSS menerima laporan masyarakat bahwa ada penyetrum ikan yang ditangkap warga.

“Tadi malam pelaku dibawa ke Polsek Kandangan, kemudian saat ini sudah berada di Polres HSS,” ucap AKP Suherman.

Pihaknya menjelaskan, Dinas Perikanan HSS akan melakukan penyidikan terhadap pelaku penyetruman ikan di danau Desa Bangkau Kecamatan Kandangan.

“Kami Polres HSS sebagai pendamping, untuk mengawasi dan pengamanan,” kata AKP Suherman.

Penangkapan tersebut dilakukan Pokwasmas Desa Bangkau bersama Polair Polda Kalsel kemudian ditangani Dinas Perikanan Kabupaten HSS.

Alat bukti yang diamankan berupa perahu motor atau jukung ces, genset, beserta peralatan setrum, serta ikan hasil tangkapan sekitar 5 kilogram. Selanjutnya sudah dibawa ke Dinas Perikanan.

AKP Suherman mengimbau kepada Masyarakat luas khususnya yang tinggal di daerah rawa supaya tidak melakukan penyetruman pada saat mencari ikan, karena bisa mengganggu lingkungan.

“Jangan pakai setrum, gunakan alat penangkap ikan tradisional,” pesannya.

Sebab, perbuatan ilegal fishing sangat berdampak terhadap ekosistem bawah air mulai ikan dewasa hingga anak ikan.

“Jangan sampai anak cucu kita tidak mengetahui lagi beragam jenis ikan,” imbuhnya.

Menurut AKP Suherman, masyarakat yang tinggal di daerah rawa sudah banyak yang mengerti dan mendukung larangan ilegal fishing.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Peringati Hari Ibu, Kantor Polsek Martapura Kota Jadi Bioskop Dadakan
Banjir

Kalsel

Banjir Kalsel, Jalan Nasional ke Tanah Laut Lumpuh Total
apahabar.com

Kalsel

Eksotisme Loksado Bikin Dubes RI bersama Rombongan asal Finlandia dan Estonia Kagum
apahabar.com

Kalsel

Laporan Ombudsman Meningkat 35 Persen, dari Guru Honorer hingga Sengketa Lahan!
apahabar.com

Kalsel

Diserang Tungro, Panen Padi Petani Lepasan Terancam Menurun
apahabar.com

Kalsel

Safari Ramadan di HST, Wagub Kalsel Bagi Bantuan Miliaran
apahabar.com

Kalsel

Ini Yang Membuat Disbunak Meraih Terbaik dI Banjar Expo
apahabar.com

Kalsel

Taman Trotoar Rusak Pascademo, Kerugian Masih Dikalkulasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com