Raisya, Gadis Kelua Tabalong yang Hilang Sempat Ingin Mondok Alokasi Rp 1,5 M, Kawasan Siring Piere Tendean Banjarmasin Bakal Dipagar Dimotori Arul Efansyah, Eks Power Metal Dirikan Band XREAL Ditertibkan, Belasan Supeltas di Alalak Batola Diingatkan Jangan Pungli Kecelakaan Beruntun Berujung Maut, Pengemudi Diduga Konsumsi Miras

PSU Pilgub Kalsel, Bawaslu Banjar Temukan Ratusan Pemilih Meninggal Dunia

- Apahabar.com Selasa, 8 Juni 2021 - 23:21 WIB

PSU Pilgub Kalsel, Bawaslu Banjar Temukan Ratusan Pemilih Meninggal Dunia

Bawaslu Kabupaten Banjar menemukan 820 pemilih meninggal dunia untuk pemungutan suara ulang (PSU) Pilgub Kalsel. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Bawaslu Kabupaten Banjar menemukan 820 pemilih meninggal dunia untuk pemungutan suara ulang (PSU) Pilgub Kalsel.

Ratusan pemilih yang meninggal tersebut tersebar di 5 kecamatan di Kabupaten Banjar yang melaksanakan PSU.

Orang yang meninggal merupakan pemilih yang masuk daftar saat Pilgub Kalsel 9 Desember 2020 lalu. Sebab, pasca-Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menggelar PSU di Kalsel, data pemilih harus tetap mengunakan data yang sama pada Pilgub 2020 lalu.

Komisioner Bawaslu Banjar, Hairul Falah, mengatakan pencermatan data pemilih harus dilakukan oleh KPU dan juga Bawaslu, agar hasilnya benar-benar valid.

“Dari data yang dilaporkan pengawas kelurahan desa (PKD) ke pengawas kecamatan (Panwascam), kemudian Panwascam melakukan analisis DPT, ternyata ada kesamaan jenis kelamin, TTL, alamat yang meninggal dunia tersebut,” terang Falah.

Langkah selanjutnya, lanjut Falah, Panwascam menyampaikan hasil analisis tersebut kepada PPK agar mereka mencek lagi kebenaran data hasil analisis tersebut.

“Jika sudah sesuai hasil analisis tersebut, maka mereka harus menindaklanjuti agar yang meninggal dunia itu tidak memenuhi syarat (TMS) lagi untuk mencoblos pada 9 Juni,” tutur Falah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pemilih yang meninggal dunia tersebut tidak dihapus dalam daftar pemilih, sehingga nama mereka masih tetap ada pada daftar pemilih yang ditempel di TPS.

Hanya saja, yang sudah meninggal itu ditandai tidak masuk syarat memilih karena meninggal.

Lantas mengapa tidak dihapus saja? Alasannya, tambah dia, pada PSU ini tidak ada pemutakhiran data pemilih. Yang ada hanya pencermatan data pemilih.

“Jadi nama yang meninggal itu ditandai di kolom keterangan bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia. KPU pun tidak mengeluarkan undangan pada yang meninggal, agar tidak dipergunakan,” terangnya.

Untuk diketahui, PSU Pilgub Kalsel 2020 yang digelar 9 Juni dilaksanakan di 7 kecamatan. 5 kecamatan di antaranya ada di Kabupaten Banjar yaitu Martapura, Aluh Aluh, Astambul, Mataraman, dan Sambung Makmur.

Berikut rincian data pemilih yang meninggal per-kecamatan:

1) Martapura 270
2) Aluh-Aluh 210
3) Astambul 205
4) Mataraman 105
5) Sambung Makmur 30

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Jadi Gubernur Butuh Rp 100 M, Haji Denny Tak Gentar
H2D

Politik

H2D Pastikan Gugat Kembali Hasil PSU Pilgub Kalsel ke MK
Fadli Zon

Politik

Fadli Zon Dilaporkan ke Bareskrim karena Like Konten Porno di Twitter
apahabar.com

Politik

Duet Independent Mila-ZA Yakin Dapat Tiket di Pilbup Tanbu
Kotabaru

Politik

Siap-Siap, MK Putuskan Hasil Sengketa Pilbup Kotabaru 2020 Pagi Ini
apahabar.com

Nasional

Elektabilitas Naik di Tengah Pandemi Covid-19, Ridwan Kamil Bayangi Ganjar Pranowo
apahabar.com

Politik

Akhir Februari, KPU Banjarmasin Target 9475 Kotak Suara Selesai Dirakit
apahabar.com

Politik

Kampanye ke Desa Maju Sejahtera Tanbu, Syafruddin H Maming Disambut Kesenian Khas Bali
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com