Armada Batu Bara Nebeng Fasum, Puluhan Pemuda Kotabaru Turun ke Jalan Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini  Kata Pemprov Soal Megaproyek 4 Smelter Haji Isam di Kalsel Bersih-bersih Badut Jalanan di Kapuas, Satu dari Banjarmasin Terjaring Resmi Dubes, Pengganti ‘Urang Banua’ Jadi Jubir Jokowi Masih Tanda Tanya

Puluhan Mahasiswa ULM Nikmati Fasilitas DPRD Kalsel, Simulasikan Paripurna Istimewa

- Apahabar.com     Rabu, 30 Juni 2021 - 21:58 WITA

Puluhan Mahasiswa ULM Nikmati Fasilitas DPRD Kalsel, Simulasikan Paripurna Istimewa

Sejumlah mahasiswa ULM menggelar simulasi Paripurna Istimewa. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Tidak seperti saat turun ke jalan, puluhan Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) nampak lunak dengan anggota, dan Ketua DPRD Kalsel.

Bahkan di suatu kesempatan mereka mencoba simulasi rapat penting yang akrab dengan kebiasaan anggota DPRD Kalsel yakni Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kalsel.

Tak tanggung, semua fasilitas yang biasanya dinikmati para anggota dewan saat rapat pun mereka coba. Dari kursi empuk, ruang ber-AC, hingga berbicara mengenakan pengeras suara Ketua DPRD Kalsel, hingga mengetok palu pun dicoba.

Sebelum rapat dan ketok palu, mahasiswa juga menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ini lumrah dilakukan sebelum rapat paripurna digelar.

Turut hadir, Ketua DPRD Kalsel H Supian Hk dalam kesempatan itu. Supian HK duduk di kursi undangan rapat sebelah kiri ruang sidang.

Kursi pimpinan rapat pun dikuasai, mereka bahkan mengganti papan nama dengan papan “Ketua DPM ULM”

Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) ULM menjelaskan kedatangan ia dan rekannya ke Kantor DPRD Kalsel untuk mencoba jadi legislatif. Mereka ingin tau rasanya jadi anggota DPRD Kalsel lewat memahami lebih dalam aktivitas para dewan.

“Kami sebagai mahasiswa tidak hanya protes saja, kami ini juga teman-teman juga ingin belajar juga. Kami ini mahasiswa ini tidak tak seluruh mahasiswa ini tukang rusuh ini tidak,” kata Ketua DPM Naufal M Azka.

Ia mengaku senang dengan keterbukaan dewan yang menyambut para mahasiswa.

Setelah simulasi paripurna para anggota dewan mahasiswa itu akan mengadopsi itu dalam membentuk peraturan.

Sementara Ketua DPRD Kalsel H Supian HK beranggapan apa yang dilakukan mahasiswa kali ini merupakan bentuk estafet pembangunan Indonesia yang akan datang.

“Saya sebagai ketua DPRD Provinsi Kalsel mengapresiasi kepada adik-adik mahasiswa yang melaksanakan kegiatan hari ini. Barang tentu mereka ini adalah para penerus estafet pembangunan Indonesia yang akan datang,” katanya.

Sementara lain sisi mahasiswa Kalsel masih mencari Supian HK untuk menyampaikan aspirasi mereka menolak pelemahan KPK.

Besok, gelombang perlawanan terhadap dugaan upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali digaungkan, Kamis (1/7).

Mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Kalsel menggelar aksi #SaveKPK jilid III.

Aksi masih dipusatkan ke Gedung DPRD Provinsi Kalsel. Kendati pada dua aksi sebelumnya, Senin (21/06) dan Kamis (24/06) lalu demonstran selalu tertahan di ruas jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Aksi kali ini merupakan buntut dari tak hadirnya Ketua DPRD Kalsel Supian HK di tengah massa.

Koordinator Wilayah BEM se-Kalsel, Ahmad Rinaldi berkata pihaknya tetap menuntut DPRD untuk segera mengeluarkan pernyataan sikap, soal pelemahan lembaga antirasuah, yang ditujukan ke Presiden Joko Widodo.

“Bukan hanya di mulut saja bilang sepakat-sepakat, apalagi cuman ke media,” singgung Ahmad Rinaldi.

Tentunya, mahasiswa di Kalsel menuntut Supian HK menemui mereka saat aksi besok. Mengingat, pada dua aksi sebelumnya politisi asal Partai Golkar itu selalu absen.

Buntut absennya Supian HK pada aksi #SaveKPK jilid II berakibat bentrokan antara demonstran dengan aparat kepolisian. Bahkan sampai menimbulkan korban luka dari kedua kubu.

“Tentunya kita akan memobilisasi massa sebanyak-banyaknya, sangat mungkin massa lebih banyak dari sebelumnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, demonstran meminta DPRD Kalsel membuat surat tuntutan dan desakan yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

Isinya; DPRD Kalsel menuntut dan mendesak Presiden Jokowi untuk angkat suara perihal tuntutan mahasiswa sebelumnya. Ini juga wajib dengan bukti dokumentasi video dan rilis tertulis.

Kemudian isi surat tuntutan, DPRD Kalsel menuntut dan mendesak Presiden Jokowi untuk menerima dan menyetujui tuntutan mahasiswa di Banua seperti yang terlampir pada tuntutan sebelumnya.

DPRD Kalsel

Perwakilan mahasiswa ULN nampak mesra dengan Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK. Foto-Istimewa

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Jadi Ikon Baru, Pemeliharaan Jembatan Sei Alalak Jadi Tanggungjawab Semua Elemen
Lapas

Kalsel

Separuh Warga Binaan Lapas Banjarbaru Terancam Tak Bisa Nyoblos di Pilkada 2020
PKI di Kalsel

Kalsel

PKI di Kalsel – Sejarah dan Tumbuh Kembangnya
Covid-19

Kalsel

Kabar Covid-19 Tabalong, 11 Sembuh, 11 Positif
apahabar.com

Kalsel

Rapid Tes Corona 39 Warga Tanbu Reaktif, Berikut Sebarannya
Sungai Tabuk

Kalsel

12 Rumah di Sungai Tabuk Terbakar: Korban Sempat Selamatkan Uang, Kemudian Hilang
apahabar.com

Kalsel

LAPOR! Goes to Campus, FAS FH Unlam Suguhkan Penampilan Memukau
apahabar.com

Kalsel

Zona Hijau Kuasai Banjarmasin, Dinkes: Bulan Depan Covid-19 Dikendalikan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com