Siap-Siap, Perpanjangan PPKM Level IV Banjarbaru Diputuskan Hari Ini POPULER SEPEKAN: Pilgub Kalsel Berakhir, ‘Musuh Harat’ LAPAN Ungkap Fenomena Matahari Memutih Sebab Suhu Dingin Indonesia PPKM Level IV, Sejumlah Cafe hingga Rumah Makan di Banjarmasin Didatangi Petugas Salut! Bukan Sarjana, Pria Banjarmasin Ciptakan Alat Deteksi Vaksinasi

Ratusan Anak Indonesia Meninggal karena Covid-19, Balita Tertinggi

- Apahabar.com     Minggu, 13 Juni 2021 - 06:18 WITA

Ratusan Anak Indonesia Meninggal karena Covid-19, Balita Tertinggi

Kurang lebih 1,2% anak usia di bawah 18 tahun di Indonesia meninggal karena virus Corona. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Data Satgas Penanganan Covid-19 mencatat terdapat sekitar 1,2% anak usia di bawah 18 tahun di Indonesia meninggal. Penyebab kematiannya adalah karena virus Corona.

Hal ini berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 per 11 Juni 2021. Angka itu jika dihitung dari data kumulatif kasus kematian secara keseluruhan maka mendapatkan kurang lebih 630 anak Indonesia.

Rinciannya 1,2% adalah 0,6% anak usia 0-5 tahun serta 0,6% antara 5 hingga 18 tahun, sebagaimana dikutip dari hitungan CNN Indonesia, Sabtu (12/6/2021).

Dengan angka tersebut, angka kematian balita terpapar lebih tinggi dibandingkan usia lain.

Jika dibandingkan data dua kelompok, jumlahnya lebih besar dari kelompok usia 5-18 tahun, yakni dengan usia 0-5 tahun 2,9% atau 54.926 balita terpapar Covid-19, dibandingkan dengan 5-28 tahun tercatat 9,6% atau 181.826 anak.

Kasus pada balita hanya 30% dibandingkan kelompok usia 5-18 tahun. Namun ternyata bisa menghasilkan kematian dengan jumlah yang sama dari kelompok usia lebih tua.

Sebelumnya penelitian RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia juga menyelidiki soal hal yang sama. Penelitian dilakukan dari Maret hingga Oktober 2020.

Tercatat 40% pasien anak dengan kasus terkonfirmasi di RSCM, Jakarta meninggal dunia. Sementara total ada 490 anak masuk dalam kategori suspek Covid-19.

Sementara 50 anak atau sekitar 10% dari jumlah itu dikonfirmasi positif Covid-19 dengan tes PCR. Dari sana, ada 20 orang anak meninggal dunia.

Di sisi lain, pemerintah memutuskan untuk mengadakan pembelajaran tatap muka atau PTM secara terbatas. Kegiatan belajar itu dilakukan mulai Juli 2021 mendatang.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Ungkap Identitas Asli Lucinta Luna: Di KTP Dia Wanita…
apahabar.com

Nasional

Gus Jazil: Semangat Agama Bertemu Nasionalisme di Hari Santri
apahabar.com

Nasional

Dewan Pers Sesalkan Kekerasan ke Jurnalis Liput Demo UU Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Beri Bintang Jasa untuk Tenaga Medis Gugur Tangani Covid-19
Habib Rizieq

Nasional

Besok Sidang Dakwaan Habib Rizieq Shihab, Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan
apahabar.com

Nasional

WNI yang Tewas di Tangan Abu Sayyaf Dipulangkan ke Tanah Air
apahabar.com

Nasional

Lucinta Luna Ditangkap Polisi Atas Dugaan Kepemilikan Ekstasi
apahabar.com

Nasional

Bukan Papua, Djoko Tjandra Diduga Masuk lewat Kalimantan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com