Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif Skenario Kelolosan di Grup B dan C: Harapan Terakhir Denmark, Ukraina Cari Imbang Isi Tuntutan Lengkap Demo #SAVEKPK di Banjarmasin: Pecat Firli hingga Ketua BKN!

RI Kembali Terima Jutaan Vaksin Astra Zeneca

- Apahabar.com Jumat, 11 Juni 2021 - 17:54 WIB

RI Kembali Terima Jutaan Vaksin Astra Zeneca

Ilustrasi vaksin Astra Zeneca. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Indonesia kembali menerima vaksin gratis dari Astra Zeneca, Kamis (10/6) malam. Penerimaan ini didapat melalui mekanisme Cova Facility.

“Alhamdulilah pada malam hari ini RI kembali menerima vaksin Astra Zeneca melalui jalur multilateral sebanyak 1.504.800 dosis,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dalam konferensi pers secara virtual, dilansir dari Republika.co.id, Jumat (11/6).

Sebelumnya, pada Sabtu (5/6), Indonesia juga telah menerima 313.100 dosis vaksin Astra Zeneca. Pengiriman tersebut juga diperoleh melalui Covax Facility.

Menlu Retno merinci dengan dua kedatangan vaksin Astra Zeneca pada 5 Juni dan 10 Juni, maka jumlah total vaksin Astra Zeneca dari Covax Facility yang diperoleh secara gratis adalah 8.228.400 dosis vaksin jadi.

“Jika ditambahkan secara keseluruhan, maka jumlah total vaksin yang telah diterima Indonesia saat ini adalah 93.728.400 dosis. Rinciannya adalah dari Sinovac sebesar 84.500.000, Astra Zeneca 8.228.400, dan Sinopharm sebanyak 1 juta,” jelas Menlu Retno.

Selain itu, Menlu Retno mengumumkan bahwa pada Jumat (11/6) siang ini akan tiba satu juta dosis vaksin Sinopharm yang akan digunakan untuk program vaksin Gotong Royong. Indonesia saat ini menggunakan tiga vaksin tersebut yang telah memperoleh Emergency Use Listing (EUL) dari WHO.

Hal ini menunjukkan bahwa vaksin yang dipakai di Indonesia telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal kualitas, keamanan dan efektivitasnya untuk digunakan pada masa darurat kesehatan.

Sebagai informasi, hingga Kamis, WHO telah memberikan EUL kepada 6 jenis vaksin yaitu Pfizer, Johnson & Johnson, Moderna, Astrazeneca, Sinopharm dan Sinovac.

Pemerintah Indonesia, kata Retni, terus melakukan ikhtiar dan kerja keras untuk mengamankan pasokan vaksin dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri. “Kita semua memahami, bahwa vaksin adalah salah satu ikhtiar penting dan krusial dalam upaya menekan laju penyebaran virus Covid-19,” tutur Retno.

Menlu Retno juga terus berupaya memastikan pasokan vaksin, baik dari jalur bilateral maupun multilateral. Kendati demikian, kesenjangan distribusi vaksin masih menjadi tantangan di dunia.

“Dari sekitar 2,2 miliar dosisi vaksin yang telah disuntikan, 75 persen berada hanya di 10 negara maju, dan hanya 0,4 persen yang berada di negara berpenghasilan rendah,” ujar Menlu Retno.

Kawasan Amerika Utara telah memvaksinasi 64,33 persen dari total populasi. Sementara kawasan Eropa telah memvaksinasi 52,85 persen, dan persentase di Kawasan Afrika baru mencapai 2,86 persen, sementara ASEAN 8,91 persen.

“Angka ini masih jauh dari target WHO yang mengharapkan setidaknya 10 persen penduduk di setiap negara telah divaksin pada bulan September, dan 30 persen pada akhir Desember tahun ini,” tuturnya.

Untuk mengurangi tingkat kesenjangan tersebut, COVAX Facility telah mendorong mekanisme berbagi dosis.

Sebagai salah satu co-chairs COVAX AMC Engagement Group, Indonesia memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk terus memperjuangkan akses setara terhadap vaksin untuk semua negara.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

84 Penerbangan Dari dan Menuju Bali Dihentikan Sementara
apahabar.com

Nasional

Angkat Tema Kearifan Lokal, TPS Ini Tekan Angka Golput
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tepis Isu Miring UU Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Tingkatkan Kesiagaan, Cuaca Ekstrem Indonesia Diprediksi Sepekan
Maxim

Nasional

Pandemi Tak Surutkan Langkah Lady Driver Cari Nafkah
apahabar.com

Nasional

TNI-Polri Siap Amankan HUT OPM di Sentani Papua
apahabar.com

Nasional

OTT KPK: Hakim hingga Panitera Diamankan
Video Call

Nasional

Gegara Video Call, Foto Bugil Perempuan Ini Nyaris Tersebar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com