BMKG: Kalsel Berpotensi Hujan Berpetir Teror Perampasan Motor di Banjarmasin, Pelaku Ternyata Oknum Polisi! Sentuh Ratusan Juta, Perputaran Uang di Festival Pasar Terapung 2022 Norman Marciano Apresiasi Priska Medelyn Usai Juara Tunggal dan Ganda W15K Monastir Di Tengah Situasi Krisis Global, FAO dan IRRI Puji Ketangguhan Sektor Pertanian Indonesia
agustus

Rupiah Perkasa ke Rp14.250 Bersama Mata Uang Kawasan Asia

- Apahabar.com     Kamis, 10 Juni 2021 - 10:41 WITA

Rupiah Perkasa ke Rp14.250 Bersama Mata Uang Kawasan Asia

Ilustrasi rupiah. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.250 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (10/6) pagi.

Mata uang Garuda menguat 0,04 persen dibanding posisi Rabu (9/6) sore di level Rp14.255 per dolar AS.

Melansir CNN Indonesia, pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia perkasa terhadap dolar AS.

Kondisi ini ditunjukkan oleh yen Jepang naik 0,07 persen, dolar Singapura menguat 0,02 persen, dolar Taiwan bertambah 0,08 persen, dan won Korea Selatan naik 0,06 persen.

Selanjutnya, peso Filipina menguat 0,04 persen, yuan China naik 0,06 persen, ringgit Malaysia meningkat 0,02 persen, dan bath Thailand menguat 0,03 persen. Sedangkan, rupee India berkurang 0,12 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, mata uang di negara maju tampak bergerak bervariasi di hadapan dolar AS. Tercatat, poundsterling Inggris naik 0,04 persen dan dolar Australia menguat 0,05 persen. Sedangkan, dolar Kanada dan franc Swiss masing-masing turun 0,02 persen dan 0,01 persen.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan rupiah dibayangi penantian pasar terhadap data penting AS, yaitu indeks Harga konsumen (IHK) AS periode Juni 2021 yang akan dirilis malam ini sekitar pukul 19.30 WIB.

Apabila IHK naik atau mengalami inflasi di atas perkiraan pasar, kondisi ini bisa memicu penguatan dolar AS, dan sebaliknya.

Oleh sebab itu, ia memprediksi rupiah berpotensi melemah pada perdagangan hari ini, meskipun menguat pada perdagangan pagi hari.

“Mewaspadai data inflasi tersebut, rupiah bisa melemah tipis lagi hari ini,” ujarnya dikutip CNNIndonesia.com.

AS sendiri mencatatkan inflasi sebesar 2,6 persen (yoy) pada Maret 2021 dan 4,2 persen pada April 2012. Angka tersebut melebihi ekspektasi bank sentral AS, The Fed yakni 2 persen.

Namun, ia menuturkan pelemahan rupiah tertahan oleh membaiknya tingkat keyakinan konsumen Indonesia dan menurunnya imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun yang sekarang berada di bawah 1,50 persen.

“Potensi pelemahan rupiah ke arah Rp14.270, sementara potensi penguatan ke arah Rp14.230 per dolar AS,” imbuh dia.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tak Berkategori

Patroli Siber BPOM di Banjarmasin, Takedown Sejumlah Situs Belanja Online
apahabar.com

Tak Berkategori

Baru Sepekan Bebas, Gokil Kembali Beraksi
salat ied

Tak Berkategori

Salat Ied di Lapangan Terbuka Dibolehkan, Gubernur: Yang Penting tak Najis
apahabar.com

Tak Berkategori

Ribuan Warga Unjuk Rasa Menentang Icerd di Malaysia

Tak Berkategori

Kumham Peduli, Kumham Berbagi; LPKA Klas 1 Martapura Bagaikan 49 Paket Sembako
apahabar.com

Tak Berkategori

Audiensi Bersama Bulog, Pemkot Banjarbaru Tertarik Produksi Beras Bervitamin
Konferta IV AJI

Tak Berkategori

Konferta IV AJI Balikpapan: Menakar Independensi Media di Era Digital
apahabar.com

Tak Berkategori

Bahagiakan Mualaf di Meratus, Karin PD Ajak Patungan Qurban
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com