Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan Duh, Nelayan Dirgahayu Kotabaru Lenyap di Perairan Samber Gelap Rujuk Ditolak! Pemuda di Kelua Tabalong Jambret Ibu Muda Viral, Foto Anji Tersenyum Usai Ditangkap Polisi karena Narkoba

Sekjen PBNU Tegaskan Tidak Ada Pertentangan Islam dengan Pancasila

- Apahabar.com Selasa, 1 Juni 2021 - 12:38 WIB

Sekjen PBNU Tegaskan Tidak Ada Pertentangan Islam dengan Pancasila

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA –  Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini kembali menegaskan tak ada pertentangan antara nilai-nilai Islam dengan Pancasila. Keterangan tersebut disampaikan dirinya di momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati hari ini, Selasa (1/6).

Hal tersebut sudah diputuskan NU dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama di Situbondo tahun 1983 dan dikukuhkan dalam Muktamar ke-27 NU di Situbondo tahun 1984.

“NU menyatakan bahwa Pancasila merupakan konsensus kebangsaan yang bersifat final. NU memutuskan bahwa Tidak ada pertentangan antara Islam dengan Pancasila,” kata Helmy seperti dilansir CNN Indonesia, Selasa (1/6).

Helmy menegaskan bahwa NU memiliki komitmen dalam implementasi nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Sebab, NU memegang prinsip bahwa segala ikhtiar untuk mengawal, melestarikan, dan mempertahankan Pancasila patut didukung dan diapresiasi.

“Terlebih kini Indonesia berada di tengah ancaman ideologi trans nasionalisme yang merapuhkan sendi-sendi keutuhan bangsa dan persatuan nasional,” kata dia.

Helmy menyatakan momentum hari lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni bisa dijadikan sebagai wahana untuk terus berpikir dan berlaku positif.

“Hari lahir Pancasila juga harus dijadikan momentum untuk bergerak secara positif agar semua dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Sementara itu, di momentum yang sama Presiden Joko Widodo menyebut bahwa yang menjadi ancaman bagi Pancasila adalah kehadiran ideologi transnasional radikal.

Jokowi menyatakan perkembangan ideologi transnasional radikal dipercepat dengan perkembangan teknologi, baik revolusi industri 4.0 maupun konektivitas 5G. Lewat bantuan teknologi tersebut, lanjutnya, ideologi transnasional semakin cepat berekspansi kepada masyarakat.

“Kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi ini,” ujarnya

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tiket Mahal, Astindo Dukung Maskapai Asing Masuk Indonesia
Eric

Nasional

Erick Thohir Ketua MES, AFSI: Terbukti Bawa Banyak Inovasi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Putuskan Covid-19 Sebagai Bencana Nasional
Catat, Hanya ASN Eselon III ke Bawah Terima THR Tahun ini

Nasional

Catat, Hanya ASN Eselon III ke Bawah Terima THR Tahun ini
apahabar.com

Nasional

Jokowi Diberi Gelar Adat Datuk Seri Setia Amanah Negara
Batik Air

Nasional

Kronologi Pesawat Batik Air Tabrak Garbarata di Bali
apahabar.com

Nasional

Tompi dan Glenn Fredly Kompak Dukung Jokowi – Maruf
Menghina Raja Malaysia

Nasional

Beredar Foto Menghina Raja Malaysia, Polri Turun Tangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com