BREAKING! Warga “Bagandang Nyiru” Cari Ibu Muda yang Hilang di Cukan Lipai HST Kades-BUMDes Saradang Tabalong Ancam Polisikan Warga Penyebar Berita Bohong Kalah 39 Ribu Suara, H2D Pinta MK Kesampingkan Ambang Batas Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas Polemik Dugaan Penyelewengan Dana Bumdes Saradang Tabalong Kembali Meruncing

Siap-Siap! Banjarmasin Gelar PTM Besok, Sekolah Wajib Terapkan Ini

- Apahabar.com Kamis, 3 Juni 2021 - 10:44 WIB

Siap-Siap! Banjarmasin Gelar PTM Besok, Sekolah Wajib Terapkan Ini

Sekolah Tatap Muka, PTM, Banjarmasin, PJJ, Disdik, apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Setelah sekian lama, Banjarmasin nampaknya sudah mantap menerapkan metode Pembelajaran Tatap Muka (PTM), besok Jumat (4/6).

Hal ini sesuai dengan surat dari Dinas Pendidikan (Disdik) nomor 800/2494-Sekr/Dipendik/2021 perihal pelaksanaan PTM terbatas tahun ajaran 2020/2021.

Dalam surat menjelaskan bahwa PTM dapat mulai dilaksanakan sejak tanggal 4 Juni 2021.

Surat ini berpedoman pada keputusan bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Kepala Disdik Banjarmasin Totok Agus Daryanto membenarkan keberadaan surat yang terbit pada tanggal 2 Juni lalu itu.

“Iya tanggal 4 Juni besok mulai PTM,” ujar Totok, Kamis (3/6).

Namun dalam surat hanya memberikan izin PTM untuk kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar (SD). Kemudian kelas 7 dan 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Khusus untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan murid kelas 1 sampai 3 SD masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Terkait pemberlakuan PTM, satuan pendidik ini juga wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan disiplin.

Lalu membentuk Satgas penanganan Covid-19 dengan komposisi tim pembelajaran, psikososial dan tata ruang, tim kesehatan, kebersihan dan keamanan, serta tim pelatihan dan humas.

Tak hanya itu, sekolah diwajibkan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PTM secara berkala minimal 1 minggu sekali.

Sebelum melaksanakan PTM, satuan pendidik juga melakukan pendataan terhadap kondisi kesehatan siswa. Siswa yang dalam kondisi sakit, terutama penyakit yang memiliki gejala mirip Covid-19 tidak diperkenankan mengikuti PTM.

Apabila pelaksanaan PTM ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19, maka Satuan Pendidik ditutup kembali dan dilarang melaksanakan PTM hingga batas waktu yang ditentukan oleh Tin Gugus Tugas Covid-19 Banjarmasin.

Disamping itu sehubungan dengan pelaksanaan PTM, sekolah diwajibkan menyampaikan laporan vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan kepada Disdik melalui seksi kurikulum di bidang masing-masing sesuai format pada lampiran paling lambat 10 Juni mendatang.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Heboh Bajakah, Simak Ulasan MUI Kalsel tentang Pengobatan Islami

Kalsel

Dicoba Kembali Dibuka, Ratusan Pengendara Jejali Jembatan Alalak Lama
apahabar.com

Kalsel

Polres HST Bagi-bagi Sembako di Ponpes dan Panti Asuhan

Banjarbaru

Anggap Juni Sebagai Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Gelar Aksi Sosial
apahabar.com

Kalsel

Mangkir, Dishub Banjarmasin Dinilai Tak Serius Bekerja  
apahabar.com

Kalsel

Kanwil Kemenkumham Kalsel Lakukan Sosialisasi Verifikasi dan Akreditasi OBH
apahabar.com

Kalsel

Kepulangan Mahasiswa Dari China Disoroti Banyak Pihak, Ketua IDI Kalsel Buka Suara
apahabar.com

Kalsel

Perjuangan WNI asal Banjarmasin di Jepang Saat Pandemi Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com