BREAKING! Warga “Bagandang Nyiru” Cari Ibu Muda yang Hilang di Cukan Lipai HST Kades-BUMDes Saradang Tabalong Ancam Polisikan Warga Penyebar Berita Bohong Kalah 39 Ribu Suara, H2D Pinta MK Kesampingkan Ambang Batas Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas Polemik Dugaan Penyelewengan Dana Bumdes Saradang Tabalong Kembali Meruncing

Siap-Siap, Siaran Televisi Analog Mulai Dihentikan Bertahap

- Apahabar.com Minggu, 6 Juni 2021 - 18:15 WIB

Siap-Siap, Siaran Televisi Analog Mulai Dihentikan Bertahap

Ilustrasi. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Siap-siap, siaran televisi analog mulai dihentikan pemerintah secara bertahap mulai tahun ini.

Melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pemerintah akan memulai tahapan analog switch off atau ASO. Ditargetkan selesai hingga 2 November 2022.

“Tahapan ASO dilakukan dalam lima tahap berdasarkan wilayah, di mana batas waktu seluruhnya tidak melewati 2 November 2022, pukul 24.00 WIB,” kata Kominfo dalam keterangan pers dilansir Antara, Minggu (6/6/2021).

Tahapan penghentian siaran televisi analog diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Dalam aturan tersebut, disebutkan tahap I paling lambat hingga 17 Agustus 2021 di wilayah siaran Aceh 1, Kepulauan Riau 1, Banten 1, Kalimantan Timur 1, Kalimantan Utara 1 dan Kalimantan Utara 3.

Tahap II analog switch off akan dilakukan paling lambat hingga 31 Desember 2021, untuk 20 wilayah siaran antara lain Jawa Barat 4, Jawa Barat 7, Aceh 2, Aceh 4, Riau 4, Jawa Timur 5 dan Nusa Tenggara Timur 3.

Tahap III paling lambat pada 31 Maret 2022, sementara Tahap IV paling lambat 17 Agustus 2022 dan Tahap V paling lambat 2 November 2022.

Penghentian siaran analog di suatu daerah harus dilakukan serentak oleh seluruh stasiun televisi di daerah tersebut demi memudahkan masyarakat.

Dengan begitu, mereka cukup menonton siaran televisi dari satu jenis penerimaan saja.

Untuk menonton siaran televisi digital, diperlukan perangkat televisi yang sudah bisa menerima siaran digital.

Jika menggunakan televisi biasa atau analog, masyarakat bisa memasang set top box DVBT2 yang dijual di pasaran.

ASO akan dilakukan secara bertahap berdasarkan kesiapan daerah.

Kominfo melihat ada empat faktor yang mendasari kebijakan tersebut yaitu praktik umum yang terjadi di dunia, masukan lembaga penyiaran, pertimbangan kesiapan industri dan keterbatasan spektrum frekuensi radio.

Keterbatasan frekuensi merupakan faktor penting sehingga penghentian siaran analog dilakukan secara bertahap.

Pemerintah saat ini masih melakukan penataan spektrum frekuensi yang saat ini digunakan siaran analog.

Setelah migrasi siaran televisi analog ke digital, maka setelah November 2022 nanti tidak ada lagi siaran televisi analog.

Dengan demikian, perangkat televisi analog sudah tidak bisa menangkap siaran televisi jika tidak menggunakan STB.

Saat ini Indonesia menjalankan siaran simulcast atau siaran televisi analog dan digital secara bersamaan.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Penyanyi Yopie Latul Meninggal Dunia karena Covid-19
Covid-19 Indonesia

Nasional

Pecah Rekor Lagi! Kasus Covid-19 Indonesia Tambah 12.818 Hari Ini

Nasional

26 Terduga Teroris Tiba di Soetta, 19 di Antaranya Anggota FPI
apahabar.com

Nasional

Lonjakan Harta Remigo Yolando Berutu, Bupati yang Terjaring OTT KPK
apahabar.com

Nasional

China Selesai Uji Favipiravir, Obat Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Korban Tembakan Tentara Israel di Jalur Gaza Bertambah 127 Orang
apahabar.com

Nasional

Lagi, TNI Kirim Kapal Perang Hadapi Konvoi Kapal China di Natuna
AstraZeneca

Nasional

BPOM Ungkap Efek Samping AstraZeneca: Risiko Covid Lebih Tinggi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com