Eks Sekretaris Baramarta Buka-bukaan: Nama Ajudan Eks Bupati hingga Oknum DPRD Terseret Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan Duh, Nelayan Dirgahayu Kotabaru Lenyap di Perairan Samber Gelap Rujuk Ditolak! Pemuda di Kelua Tabalong Jambret Ibu Muda

Singgung Peristiwa 1965, Megawati: Ayah Saya Dilengserkan!

- Apahabar.com Jumat, 11 Juni 2021 - 17:13 WIB

Singgung Peristiwa 1965, Megawati: Ayah Saya Dilengserkan!

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Presiden ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa ayahnya, Sukarno dilengserkan dari kursi presiden lalu melanjutkan hidup sebagai rakyat biasa. Itu terjadi pada 1967 atau setelah meletus prahara 1965.

Megawati mengatakan itu dalam penyampaian orasi usai resmi diberikan gelar Professor kehormatan dengan status Guru Besar Tidak Tetap oleh Universitas Pertahanan (Unhan) pada Jumat (11/6)

“Saya tumbuh besar di istana. Akibat peristiwa politik tahun 1965 saya tidak bisa melanjutkan sekolah. Dan tentu saja karena ayah saya dilengserkan, hidup sebagai rakyat biasa,” kata Megawati, dikutip dari CNN Indonesia.

Megawati menceritakan itu karena menganggap hidup ini bagai roda kehidupan. Dia mengutip falsafah jawa, yakni cakra manggilingan. Meski pernah hidup sebagai anak presiden dan tinggal di Istana, dia mengaku juga pernah hidup sebagai rakyat biasa.

Megawati bercerita bahwa dulu lahir di Gedung Agung Yogyakarta. Kala itu, pusat pemerintahan Indonesia tengah dipindah ke Yogyakarta berkenaan dengan situasi keamanan yang tidak kondusif pasca proklamasi kemerdekaan.

“Jadi praktis keluarga kami, keluarga presiden baru bisa pindah ke Jakarta tahun 1950,” katanya.

Waktu terus berjalan. Megawati dan keluarga besar Sukarno melanjutkan hidup laiknya orang biasa. Menurut Megawati, masa-masa setelah Sukarno dilengserkan adalah periode yang sulit baginya dan keluarga.

“Tetapi akhirnya begitu lah yang seperti saya katakan roda berputar,” kata Megawati.

Megawati kemudian terjun ke politik. Dia menjadi anggota DPR hingga tiga periode dari fraksi PDI. Kariernya terus menanjak, hingga kemudian menjadi presiden Indonesia yang ke-5. Berkaca dari perjalanan hidupnya, Megawati menganggap itu bukti bahwa hidup memang seperti roda yang terus berputar.

“Sejarah memanggil saya untuk pertama kali menjadi anggota DPR RI sampai tiga periode. Terpotong dua tahun karena lalu menjadi wapres dan setelah itu menjadi presiden ke 5 Republik Indonesia,” ucapnya.

Saat menghadiri acara pemberian gelar, Megawati didampingi Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Selain itu, dia juga didampingi tiga anaknya yakni Mohammad Rizki Pratama, Puan Maharani dan Prananda Prabowo.

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pembatasan Medsos Dinilai Mengungkung Hak Masyarakat Indonesia
apahabar.com

Nasional

WNI yang Tewas di Tangan Abu Sayyaf Dipulangkan ke Tanah Air
apahabar.com

Nasional

Ucapkan Bismillah, Hipmi Banten Dukung Mardani H Maming
Covid-19

Nasional

Terpapar Covid-19, Syekh Ali Jaber Mohon Doa
apahabar.com

Nasional

Mulai 1 Maret, Aprindo Sepakat Kantong Plastik Tak Lagi Gratis
apahabar.com

Nasional

Tabrakan di Kebayoran Lama, Sopir Transjakarta Jadi Tersangka
THR

Nasional

Sudah Lebaran, Tapi THR Belum Dibayar? Pengusaha Kena Sanksi
apahabar.com

Nasional

Tangkal Hoaks, Polri dan JMSI Sepakat Lanjutkan Kerja Sama Literasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com