Arab Saudi Izinkan Wisatawan Asing Masuk Mulai 1 Agustus, Intip Syaratnya Siap-siap! Sejumlah Kawasan Banjarmasin Timur Bakal Alami Gangguan Air Bersih Jokowi: Lompatan Kasus Covid-19 Bisa Direm karena PPKM DITANGKAP! Pengeroyok-Penusuk Remaja di Warung Miras Banjarmasin Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020: Tanding Tiga Gim, Greysia/Apriyani Lolos ke Semifinal

Studi: Corona Pernah Jangkiti Asia Timur 20 Ribu Tahun Lalu

- Apahabar.com     Minggu, 27 Juni 2021 - 21:00 WITA

Studi: Corona Pernah Jangkiti Asia Timur 20 Ribu Tahun Lalu

Ilustrasi Corona. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Tim peneliti dari Australia dan Amerika Serikat menemukan bukti pandemi virus corona pernah terjadi di Asia Timur pada lebih dari 20 ribu tahun lalu.

Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal ilmiah Current Biologi pada Kamis (24/6). Dalam studi tersebut, para peneliti mempelajari genom lebih dari 2.500 orang dari 26 populasi yang berbeda di seluruh dunia.

Studi kemudian menunjukkan jejak interaksi genom manusia dengan virus corona pada masyarakat modern di Asia Timur.

Penulis utama studi, Yassine Souilmi mengatakan genom dapat menunjukkan informasi tentang manusia hingga ratusan ribu tahun lalu.

Karena cara kerja virus adalah dengan menduplikasi diri pada inangnya (tubuh manusia), jejak virus bisa teridentifikasi melalui genom.

“Jadi mereka (virus) benar-benar bergantung pada sebuah inang, dan itulah mengapa mereka menyerang sebuah inang dan kemudian membajak mesin mereka untuk membuat salinan diri mereka sendiri,” jelas Souilmi, dikutip dari CNN.com pada Minggu (27/6).

Upaya pembajakan tersebut terbaca ketika tim peneliti mempelajari genom dari lima populasi berbeda yang berlokasi di China, Jepang dan Vietnam.

“Dalam jangka waktu yang lama dan selama paparan, ini meninggalkan tanda yang sangat jelas dalam genom keturunan mereka,” tuturnya.

Peneliti mengatakan penemuan ini mendapati keturunan yang berasal dari kelima populasi tersebut dapat lebih melindungi diri dari virus corona.

Studi menemukan wabah virus corona terjadi secara terpisah di berbagai wilayah dan menyebar ke seluruh Asia Timur. Namun, para peneliti tidak mengetahui bagaimana orang purba hidup melewati pandemi.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Internasional

Sejarah Panjang Berdirinya UNESCO dan 5 Program Prioritas
apahabar.com

Internasional

Ledakan Guncang Pemakaman Al Balad Arab Saudi, KJRI Jeddah: Tak Ada Korban WNI
Afghanistan

Internasional

Ledakan di Masjid Kabul Afghanistan Tewaskan 12 Orang
Vaksin Covid-19

Internasional

Rusia Uji Vaksin Covid-19 Model Semprot untuk Anak
myanmar

Internasional

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi Ditahan!
apahabar.com

Internasional

Update Covid-19 di AS: 1.761.503 Kasus, 103.700 Kematian
apahabar.com

Internasional

Akhirnya, Malaysia Buka Suara Soal Lagu Indonesia Raya Dibuat Parodi Hinaan
apahabar.com

Internasional

Korban Tewas Akibat Ledakan di Beirut Capai 100
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com