Lebarkan Sayap, bjb Sekuritas Rambah Investasi Pasar Modal Jabar Siswa Tenggelam di Siring Banjarmasin Akhirnya Ditemukan Gugatan Jilid II Denny Indrayana Rontok, MK Kuatkan Kemenangan BirinMu Coffee Shop Banjarmasin Dibobol Maling, Terekam CCTV Pelaku Telanjang Bulat PPKM Level IV, Covid-19 di Banjarmasin-Banjarbaru Malah Naik….

Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro

- Apahabar.com     Kamis, 24 Juni 2021 - 18:41 WITA

Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro

Dari total 16.800 hektare lahan yang telah dibuka Adaro, baru secuil reklamasi dilakukan raksasa perusahaan batu bara Kalsel itu. Foto: Ist

apahabar.com, TANJUNG – Upaya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabalong mendapatkan dokumen pascatambang PT Adaro Indonesia terus berlanjut.

Kabar terbaru, wakil rakyat yang berkantor di Graha Sakata, Kelurahan Mabuun, Murung Pudak tersebut akan memanggil pimpinan PT Adaro Indonesia.

“Bulan Juli depan kami akan memanggil manajemen Adaro, terkait dokumen pascatambang mereka,” kata Wakil Ketua DPRD Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaff, Kamis (24/6).

Sebelum langkah itu diambil, Habib Taufan bersama anggota dewan lainnya sudah menemui pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta.

Hasil koordinasi dan penggalian data di ESDM, dewan Tabalong mendapatkan informasi data luasan Perjanjian Kontrak Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) Adaro seluas 31.000 hektare.

Dari total luasan tersebut, Adaro didapati sudah membuka 16.800 hektare lahan hingga Desember 2020 kemarin.

“Dari lahan yang telah dibuka Adaro, kurang lebih 2.464 hektare yang sudah direklamasi, dari 4 pit (lokasi) tambang mereka,” jelas Taufan.

Dari 4 pit itu, pit 2 sudah tidak lagi dilakukan penambangan oleh Adaro. Begitupula dengan pit 1 yang berada di Balangan juga sudah dilaksanakan reklamasi seperti yang disampaikan Adaro ke ESDM.

Sementara untuk tambang Adaro di wilayah Tabalong belum ada yang direklamasi.

“Yang ada di Balangan, terakhir yang dipresentasikan mereka di bulan Ramadan tadi ya di Balangan. Berupa danau yang samping-sampingnya sudah hijau ya di Balangan,” kata Taufan.

Terkait informasi data itu, Taufan bilang pihaknya belum bisa mengecek langsung ke lapangan karena Covid-19 masih mengancam.

Sementara untuk sinkronisasi dokumen, kemungkinan dijadwalkan Juli nanti akan memanggil Adaro.

“Pemanggilan itu nantinya juga sekaligus untuk mengingatkan Adaro bahwa PKP2B-nya berakhir pada Oktober 2022, jadi untuk perpanjangan kontrak yang tadinya PKP2B berubah ke IUPK supaya melaksanakan reklamasi yang belum terlaksana, ” jelas politisi PAN ini.

Habis Kontrak

PT Adaro Indonesia tak lama lagi habis kontrak. Izin tambang mereka habis pada 2022 mendatang.

Saat ini, izin PKP2B generasi pertama itu digunakan menambang di Kalimantan Selatan. Tepatnya di daerah Kabupaten Tabalong, Balangan, hingga Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Namun sayang, jelang habisnya masa kontrak perusahaan tambang terbesar di Indonesia itu belum menyelesaikan kewajiban reklamasi bekas tambang.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Harga Emas

Ekbis

Imbal Hasil Obligasi AS Melemah, Emas Terangkat Naik 4,9 Dolar
apahabar.com

Ekbis

Hari Pelanggan Nasional, Telkomsel Sebar Hadiah dan Paket Khusus 4G
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Diprediksi Menguat Seiring Pelonggaran Lockdown Sejumlah Negara
apahabar.com

Ekbis

Dari Sendal Jepit, Anak Muda Ini Ciptakan Peluang Bisnis
apahabar.com

Ekbis

Cara Aktifkan Fitur Penangkal Bullying di Instagram
apahabar.com

Ekbis

Terjun Bebas, Harga Tiket ke Korsel Hanya Rp149 Ribu
apahabar.com

Ekbis

Suku Bunga BI Diputuskan Tetap 4,5 Persen
Emas Antam

Ekbis

Awal Tahun 2021, Harga Emas Antam Naik Rp4.000 Per Gram
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com