Update Pemakaman Istri Guru Ijai: Sekumpul Lengang, Polisi Berjaga di Puluhan Titik Banjarmasin PPKM Berjilid-jilid: Prokes Malah Jeblok, Kematian Pecah Rekor! Ditegur Saat Minum Miras, Dua Pemuda Banjar Bacok Pria di Banjarmasin Timur Hoaks Jenazah Covid-19 di Banjarbaru Diburu Polisi, Kadinkes Doakan Pelaku Insyaf “Kalsel Lagi Sakit”, Aktivis Lingkungan Beri Catatan Kritis ke BirinMU

Tekan Stunting, Barito Kuala Genjot Permata Bunda

- Apahabar.com     Senin, 28 Juni 2021 - 23:25 WITA

Tekan Stunting, Barito Kuala Genjot Permata Bunda

Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, menyerahkan bantuan makanan tambahan untuk menandai peluncuran Permata Bunda di Kantor Kecamatan Mandastana. Foto: Prokopimda Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Tekan angka stunting, Pemkab Barito Kuala meluncurkan program baru bernama Permata Bunda, Senin (28/6).

Permata Bunda merupakan kependekan dari Pemberian Makanan Tambahan bagi Ibu Hami dan Anak Balita.

Peluncuran program ini berkaitan dengan penurunan stunting sesuai target nasional hingga 14 persen di 2024.

Sedangkan posisi angka stunting Batola hingga sekarang masih berkisar 14,62 persen.

Sebagai salah satu program prioritas, Permata Bunda sudah dipayungi Peraturan Bupati Barito Kuala Nomor 96 Tahun 2020.

“Permata Bunda bertujuan membantu mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil dan balita,” ungkap Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, seusai peluncuran Permata Bunda di Kantor Kecamatan Mandastana.

“Sedangkan sasaran spesifik adalah pemberian makanan kepada balita gizi buruk, balita gizi kurang, dan ibu hamil kurang energi kronis, serta ibu hamil dan balita dari keluarga tidak mampu,” imbuhnya.

Dibanding program lain, Permata Bunda terbilang unik karena merupakan kolaborasi dana dari berbagai sumber.

Mulai dari APBD Batola, APBD desa dan kelurahan, APBD Kalimantan Selatan, APBN melalui Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas dan CSR.

“Sasaran kami sepanjang 2021 yang telah dianggarkan APBD, BOK Puskesmas dan APBD kelurahan dan desa adalah 9.096 jiwa yang terdiri 5.201 jiwa ibu hamil dan 3.895 jiwa balita,” papar Noormiliyani.

Sedangkan makanan tambahan yang diberikan berupa makan siang dengan makanan lengkap siap makan, serta menu seimbang dari bahan makanan lokal.

Sedangkan pelaksana adalah petugas gizi, bidan, kader Posyandu, PKK desa/kelurahan dan kader PKK yang dilaksanakan minimal 90 hari berturut-turut.

“Dalam penanganan stunting, kami bukan hanya mengintervensi spesifik melalui sektor kesehatan,” tegas Noormiliyani.

“Kami juga melakukan intervensi dalam hal gizi sensitif seperti penyediaan air bersih dan ketahanan pangan,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Batola

Rumahnya Dibedah PKK Batola, Ghalib Pun Tersenyum
apahabar.com

Pemkab Batola

Disokong Investor Kanada, IPB Tambah Sekolah Peternakan Rakyat di Batola
apahabar.com

Pemkab Batola

Soal Seragam Non ASN, Noormiliyani Memegang Setara
apahabar.com

Pemkab Batola

Pertama di Batola, Festival Layang-layang Dipenuhi Peserta
apahabar.com

Pemkab Batola

Dapat Ponten Bagus, Marabahan Kembali Incar Adipura
apahabar.com

Pemkab Batola

Terdampak Pandemi, Pembuat Gitar Panting di Rantau Badauh Terpaksa Istirahat Panjang
apahabar.com

Pemkab Batola

Peduli Korban Banjir Tanah Bumbu, Batola Kirim Bantuan Logistik
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini, Kelas I dan II di RSUD Abdul Aziz Marabahan Dibuka Kembali
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com