Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif Skenario Kelolosan di Grup B dan C: Harapan Terakhir Denmark, Ukraina Cari Imbang Isi Tuntutan Lengkap Demo #SAVEKPK di Banjarmasin: Pecat Firli hingga Ketua BKN!

Terbukti Terima Suap, MA Tambah Hukuman Eks Komisioner KPU

- Apahabar.com Senin, 7 Juni 2021 - 17:20 WIB

Terbukti Terima Suap, MA Tambah Hukuman Eks Komisioner KPU

Mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Foto-Detik.com

apahabar.com, JAKARTA – Terbukti menerima suap terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR dari PDIP, Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, dari 6 tahun penjara menjadi 7 tahun penjara.

“Mahkamah Agung menolak (MA) permohonan kasasi yang diajukan oleh Jaksa/Penuntut Umum. Namun demikian menurut MA, terlepas dari alasan/keberatan kasasi Penuntut Umum, pemidanaan yang dijatuhkan kepada Terdakwa I Wahyu Setiawan perlu diperbaiki sekadar mengenai pemidanaan yang dijatuhkan yaitu dari putusan judex facti menjatuhkan pidana penjara selama 6 (enam) tahun menjadi 7 (tujuh) tahun,” kata juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro seperti dilansir detikcom, Senin (7/6).

Duduk sebagai ketua majelis Suhadi dengan anggota Agus Yunianto dan Syamsul Rakan Chaniago. Putusan itu diketok pada 2 Juni 2021.

“Sedangkan denda 150 juta subsider 4 bulan kurungan menjadi denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan,” ujar Andi yang juga Wakil Ketua MA bidang Yudisial itu.

Selain itu, MA juga memperbaiki putusan judex facti mengenai pidana tambahan yang dijatuhkan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik dari 4 tahun menjadi 5 tahun.

Menurut MA, ada keadaan yang memberatkan Wahyu Setiawan sehingga hukumannya diperberat.

“Yakni Terdakwa I selaku pejabat/penyelenggara negara sebagai Anggota KPU RI bertanggung jawab atas terpilihnya penyelenggara negara yang baik, bersih dan jujur, seharusnya terdakwa bekerja dengan baik, jujur dan bersih akan tetapi malah justeru mengingkari ‘sumpah jabatannya’,” beber Andi.

Sebagaimana diketahui, Wahyu bersama mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina terbukti menerima uang sebesar SGD 19 ribu dan SGD 38.350 atau setara dengan Rp 600 juta dari Saeful Bahri. Suap tersebut diberikan agar Wahyu dapat mengupayakan KPU menyetujui permohonan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR Dapil Sumatera Selatan I yakni Riezky Aprilia kepada Harun Masiku.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kembali Doakan Jokowi Menang Pilpres, Mbah Moen: Jaa’a qowiyyun
apahabar.com

Nasional

Ribuan WNI Antusias Mencoblos di 26 TPS Kota Kinabalu Sabah
apahabar.com

Nasional

Kadiv PAS Kemenkumham Kalsel soal Penyiraman Air Keras: ‘Bukan Saya, Kalian Salah Orang’

Nasional

Ketahui Barang yang Disita Polisi dari Rumah Gus Nur di Malang
apahabar.com

Nasional

Selamat Jalan Ipda Totok dan AKP Suratno, Pejuang Demokrasi asal Kaltim
Bakar Masker

Nasional

Viral! ABG Maluku Ajak Bakar Masker Diringkus Polisi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dipercepat
apahabar.com

Nasional

Kabar Baik! Puluhan Ribu Lowongan Kerja BUMN Masih Terbuka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com