Kronologi Hilangnya Raysa, Gadis Kelua Tabalong yang Viral di Media Sosial Eks Sekretaris Baramarta Buka-bukaan: Nama Ajudan Eks Bupati hingga Oknum DPRD Terseret Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan Duh, Nelayan Dirgahayu Kotabaru Lenyap di Perairan Samber Gelap

Terduga Pembakaran Rumah di Gunung Bugis Balikpapan Masih Berstatus Saksi

- Apahabar.com Kamis, 10 Juni 2021 - 14:51 WIB

Terduga Pembakaran Rumah di Gunung Bugis Balikpapan Masih Berstatus Saksi

Kondisi pascakebakaran di Gunung Bugis Balikpapan terpantau dari kamera drone. Foto-apahabar.com/Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Aparat Polresta Balikpapan, Kaltim, hingga kini belum menetapkan tersangka dari kasus kebakaran hebat di Gunung Bugis, Balikpapan Barat, yang terjadi pada Sabtu (5/6).

Seorang remaja berinisial BB (16) yang diduga disebut-sebut sebagai pelaku pembakar rumah orang tuanya sendiri di Gunung Bugis, Balikpapan Barat tersebut, masih menjalani pemeriksaan.

BB kini tengah menjalani pemeriksaan kejiwaannya di RSJ Atma Husada Samarinda, Kota Samarinda.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi, mengatakan bahwa pihaknya belum menetapkan BB sebagai tersangka, karena dia masih akan menjalani pemeriksaan selama 14 hari untuk mengetahui kondisi kejiwaannya.

“Masih saksi, masih dalam pemeriksaan,” ujarnya.

BB sendiri masih berstatus sebagai saksi lantaran merupakan pihak terdekat dari korban yang hangus terpanggang, Haruna (53).

Ditanya mengenai kabar yang beredar terkait tindakan BB yang membakar dengan sengaja belum dibenarkan Turmudi.

“Itu kan baru dugaan dan baru informasi. Kita belum bisa memastikan,” ujarnya.

Memang diakui dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap BB, acapkali menunjukkan gejala gangguan kejiwaan. Sehingga pihak kepolisian lantas mengambil keputusan untuk memeriksa kejiwaan BB terlebih dahulu.

Disinggung soal perkiraan kapan diperiksa kembali, Kombes Turmudi pun menekankan untuk menunggu lebih dulu hasil pemeriksaan BB dari dokter kejiwaan.

“Pastinya menunggu hasil, karen di sana biasanya dilakukan pengamatan baru nanti disimpulkan pihak RS apakah depresi berat atau mengalami gangguan jiwa atau apa. Baru nanti bisa kembangkan dari keterangan saksi tersebut,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Angka Pernikahan Dini Kaltim-Kalsel Masih Tinggi, Malu Tidak Laku?
Warga Binaan

Kaltim

Dapat Hidayah, Warga Binaan Lapas Balikpapan Ini Ketika Bebas Ingin Jadi Guru Ngaji
apahabar.com

Kaltim

Tiba di Tarakan, 19 Mahasiswa dari Natuna Teriakan Yel-yel
RSP Balikpapan

Kaltim

Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan
Nelayan

Kaltim

Bawa Bahan Peledak, Seorang Nelayan di Balikpapan Diamankan Polisi

Kaltim

Respons Panggilan Darurat Hanya 10 Menit, Polresta Balikpapan Ujicoba Layanan 110

Kaltim

Harga Daging Ayam di Balikpapan Melonjak Jelang Lebaran

Kaltim

Pascabentrok Berdarah di Handil Bakti Samarinda, Polisi Tangkap Seorang Pelaku
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com