Kapten TNI Tewas Ditembak OTK di Aceh Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Satu Sekarat Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Pria Tewas Bersimbah Darah Jalan Tambang Sisakan Lumpur di Tapin, Warga Ngadu ke DPRD Kalsel Penyerangan Brutal Jurkani di Tanbu, Komnas HAM hingga LSPSK Turun Tangan

Terobosan Baru! Masker Berubah Warna Saat Pemakainya Positif Covid-19

- Apahabar.com     Rabu, 30 Juni 2021 - 23:52 WITA

Terobosan Baru! Masker Berubah Warna Saat Pemakainya Positif Covid-19

Ilustrasi Memakai Masker. Foto-pexels.com/Polina

apahabar.com, JAKARTA – Para ilmuwan telah berhasil membuat masker yang mampu mendeteksi Covid-19. Masker akan berubah warna jika penggunanya positif Covid-19.

Peniti mengklaim masker tersebut akan seakurat tes laboratorium, tapi membutuhkan waktu kurang dari 90 menit untuk memberikan hasilnya. Sebagaimana diketahui, masker telah jadi barang esensial selama pandemi global, terutama saat berada di luar rumah.

Ilmuwan Universitas Harvard, Dr Peter Nguyen, mengatakan, “Kami pada dasarnya telah mengecilkan seluruh laboratorium diagnosa jadi sensor kecil yang berfungsi dengan masker wajah apa pun. Ini menggabungkan akurasi tinggi tes PCR dengan kecepatan dan biaya rendah tes antigen.”

Ia menyambung, perubahan warna yang terlihat juga bisa memberi tahu kapan dan di mana pemakainya tertular virus. Lebih lanjut dijelaskan bahwa masker dibuat dengan enzim yang bereaksi terhadap bahan kimia dalam virus corona baru.

Ini diaktifkan dengan tombol dan tetap berwarna normal sampai virus masuk ke masker, lalu bereaksi dengan enzim. Itulah yang kemudian memicu bagian masker berubah warna. Dr Nguyen dan tim mengatakan, masker akan berubah warna di bagian dalam untuk privasi.

“Selain masker, biosensor kami dapat diintegrasikan ke dalam pakaian lain untuk memberikan deteksi saat bepergian,” ujarnya, kutip apahabar.com dari Liputan6.com. Hanya prototipe laboratorium yang telah dibuat sejauh ini, dan tim berharap dapat menemukan produsen untuk memproduksi masker tersebut secara massal.

Tidak Hanya Masker

Tim peneliti menyoroti bahwa teknologi mereka dapat dimasukkan ke dalam jas lab para ilmuwan yang bekerja dengan bahan berbahaya atau patogen. Juga, dapat digunakan dalam scrub untuk dokter dan perawat.

Itu juga bisa dimasukkan ke dalam seragam personel militer yang dapat terkena patogen atau racun berbahaya, seperti gas saraf. Namun, lagi-lagi, pihaknya masih menunggu produsen untuk membuatnya dalam jumlah lebih banyak.

Walau narasi yang dijabarkan terdengar sangat baik, belum disebutkan presentase akurasi teknologi tersebut untuk mendeteksi COVID-19 melalui pemakaian masker. Di model protoptipe, pihaknya tampak menggunakan masker N95.

Masker Double

Dengan merebaknya mutasi virus corona baru, publik telah diminta untuk menggunakan masker double, yakni masker medis dirangkap masker kain. Melansir kanal Health Liputan6.com, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah mengeluarkan pedoman terbaru cara pakai masker yang benar.

Jika memakai masker dobel membuat pemakainya tidak nyaman, CDC menyarankan agar mengenakan masker bedah dengan merapatkan tali masker di bagian pipi. Caranya, lipat masker bedah jadi dua bagian, sehingga bagian atas dan bawah bertemu. Kemudian, ikat tali pengait masker membentuk simpul dan lipat sudut-sudut masker ke bagian dalam.

Jangan lupa menekan kawat supaya mengikuti bentuk hidung sehingga tidak ada celah antara masker dengan wajah. Di samping, pihaknya menulis bahwa pengguna masker N95 tidak perlu double masking karena material masker tersebut sudah menyaring 95 persen partikel.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pemilu 2019 di Kalsel, 8 KPPS Meninggal dan 64 Tumbang !
apahabar.com

Nasional

Ibu Kota ke Kaltim, Ansharuddin Berharap Orang Kaya Berinvestasi di Balangan
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 62.142 Positif, 28.219 Orang Sembuh
apahabar.com

Nasional

KRI Teluk Jakarta-541 Tenggelam di Perairan Pulau Kangean
apahabar.com

Nasional

Menteri PUPR Isyaratkan Ibu Kota Baru Dekat Lokasi Tambang
apahabar.com

Nasional

Menkominfo Minta Masyarakat Video Penembakan Masjid di New Zealand
apahabar.com

Nasional

Warga Wuhan Bersukacita Setelah Lockdown Berakhir
apahabar.com

Nasional

Trump Kecam Aksi Teror di Selandia Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com