Braakk! Pemuda “Gaduk” Tubruk Bokong Truk di Kotabaru Golkar Banjar Terbelah, Antung Aman & H Rusli Saling Klaim Kepemimpinan INNALILLAHI, Nelayan Kerumputan Kotabaru Ditemukan Tak Bernyawa Geger Api di Liang Anggang, Relawan Sulit Jangkau Titik Api Kisah Istri Alm Brimob Kalsel Jadi Sopir Travel Demi Hidupi 8 Anak, Gaji Habis Bulan Depan

Tim PAKEM Banjar Bahas Dugaan Ajaran Sesat di Paramasan, Terungkap Sejumlah Fakta!

- Apahabar.com     Rabu, 30 Juni 2021 - 21:54 WITA

Tim PAKEM Banjar Bahas Dugaan Ajaran Sesat di Paramasan, Terungkap Sejumlah Fakta!

Rapat Tim PAKEM Kabupaten Banjar di Kantor Kejari Martapura membahas dugaan ajaran sesat di Paramasan, Rabu (30/6) siang. Foto-apahabar.com/Mada al Madani

apahabar.com, MARTAPURA – Dugaan ajaran sesat di Dusun Danu Ulin, Desa Paramasan Bawah, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar jadi perhatian serius sejumlah pimpinan daerah setempat.

Rabu (30/6) siang, di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Martapura, Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) Kabupaten Banjar bertemu menggelar rapat intens untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Tim PAKEM sendiri terdiri dari Kejari Martapura, Polres Banjar, Kodim Martapura, MUI Banjar, BIN daerah, Kemenag Banjar, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kesbangpol Pemkab Banjar.

Dalam rapat dipimpin Kejari Martapura, Rustadi, diungkapkan sejumlah fakta hasil temuan di lapangan dengan laporan yang masuk selama ini terkait aktivitas GR (40) dan AD (41) atas dugaan ajaran sesat di Paramasan.

Penelusuran fakta itu ditemukan di antaranya melalui wawancara dengan warga yang pernah ikut majelis dipimpin AD.

Di situ kemudian apa yang dilaporkan ternyata susai fakta, di antaranya menyebutkan bahwa:

1. Benar jemaah di majelis AD, sikapnya berubah total dan tidak mau bersosialisasi lagi ke masyarakat dan jarang salat ke masjid.

2. Benar terdapat panduan salat yang tidak sesuai tuntunan ahlussunah wal jemaah (Aswaja).

3. Benar Salat Jumat dilaksanakan di rumah dan tanpa khutbah.

4. Benar Salat Idulfitri dilaksanakan di rumah dan pada malam hari, setelah Salat Isya atau sebelum Salat Subuh.

Di sisi lain, Tim PAKEM juga mengungkap hasil perbincangan dengan AG.

Dalam pengakuannya, AG menjelaskan Salat Jumat dilakukan di dalam pondok dengan jemaah yaitu hanya keluarga saja. Lalu, rukun Salat Jumat langsung dilaksanakan tanpa khutbah.

Sebelum itu, terlebih dahulu dilaksanakan tahiyatul masjid di pondok, lanjut qabliyah, Salat Jumat, lalu badiyah Jumat, yang diimami oleh AG.

Selain mengungkap fakta itu, Tim PAKEM juga membandingkan dengan kriteria ajaran sesat yang selama ini diatur untuk mengambil langkah berikutnya.

Kriteria aliran sesat itu antara lain;

1. Mengingkari rukun iman dan rukun Islam.

2. Meyakini atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai syar’i (Alquran dan Assunah)

3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.

4. Mengingkari otentikasi dan atau kebenaran Alquran.

5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir.

6. Mengingkari kedudukan Hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam.

7. Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.

8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir.

9. Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah.

10. Mengafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i.

Jika melihat kriteria tersebut, kuat dugaan bahwa ajaran AG bertentangan dengan poin sembilan, terkait mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah.

Lantas, dari hasil rapat itu, Tim PAKEM meminta MUI Banjar agar mengeluarkan fatwa apakah sesat atau tidak, agar masalah tidak meluas dan masyarakat tidak resah.

“Kita tadi telah menyampaikan di dalam forum koordinasi terkait hasil temuan kita, juga sebagai bahan untuk MUI menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan fatwa,” ujarnya Kejari Martapura, Rustadi kepada apahabar.com, Rabu.

Lebih lanjut, Hartadi mengatakan pihaknya tidak bisa menyampaikan lebih rinci, terkait hasil rapat.

Dikhawatirkan dapat dimanfaatkan oleh oknum pihak luar yang dapat menggiring opini bahwa kebebasan beragama di Kabupaten Banjar dibatasi.

“Namun yang jelas kita masih menunggu hasil yang difatwakan oleh MUI,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua MUI Kabupaten Banjar, KH Muhammad Husein menyebutkan dalam memberikan fatwa, ranahnya MUI pusat di Jakarta.

Meski demikian, dalam kondisi mendesak MUI wilayah bisa memfatwakan sesuatu atas dugaan yang dianggap ajaran sesat.

Namun sebelum itu, MUI Kabupaten Banjar akan bertolak ke Paramasan, Sabtu 3 Juli untuk melakukan tabayun dengan pihak bersangkutan.

“Kita nanti akan berangkat ke Kecamatan Paramasan, karena juga menjadi jadwal rutin kita ke sana,” timpal Guru Husien, begitu ia kerap disapa.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

KPU Banjar Gelar Simulasi Pemungutan Suara, Ada Bilik untuk Pemilih Khusus

Kalsel

Hadiri Talk Show Virtual Dispersip Kalsel, Andi Arsyil: Minat Baca Tinggi, Daya Baca Rendah
Pegawai Kontrak

Banjarmasin

Miris, Pegawai Kontrak Dinkes Banjarmasin 4 Bulan Belum Gajian
apahabar.com

Kalsel

Sosok Wanita Tewas Tergantung di Belitung Darat di Mata Keluarga
apahabar.com

Kalsel

Brakk!! Perwira TNI Kotabaru Luka Parah Diseruduk Pemuda Mabuk
Tahun Baru

Kalsel

Malam Tahun Baru, Tempat Hiburan di Banjarmasin Ditutup

Kalsel

Undi Pemenang Hajatan, Mowilex Bersama PT Sumber Tanjung Jaya Kenalkan Produk Baru
apahabar.com

Kalsel

Konflik Manusia dan Bekantan di Kalsel Belum Mereda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com