Biang Prostitusi Anak di Banjarmasin, Takut Diantar ke Panti karena Utang Kreditan Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan

Turun Tipis, Segini Harga Emas Antam Hari Ini

- Apahabar.com Senin, 7 Juni 2021 - 11:44 WIB

Turun Tipis, Segini Harga Emas Antam Hari Ini

Ilustrasi emas antam.Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Harga emas Antam hari ini tak berubah. Posisi harga emas yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun tipis Rp 1.000 per gram level Rp 959 ribu per gram, Senin 7 Juni 2021.

Demikian pula, harga buyback emas Antam juga turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 870 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 870 ribu per gram.

Hingga pukul 07.34 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia. Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram.Antam juga menyediakan emas dalam bentuk lain, seperti koin dinar, dirham maupun emas koleksi lainnya.

Untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.940.000. Sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 19.240.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Kutip apahabar.com dari Liputan6.com, berikut rincian Harga Emas Antam:
* Pecahan 0,5 gram Rp 529.000
* Pecahan 1 gram Rp 959.000
* Pecahan 2 gram Rp 1.858.000
* Pecahan 3 gram Rp 2.762.000
* Pecahan 5 gram Rp 4.570.000
* Pecahan 10 gram Rp 9.085.000
* Pecahan 25 gram Rp 22.587.000
* Pecahan 50 gram Rp 45.095.000
* Pecahan 100 gram Rp 90.112.000
* Pecahan 250 gram Rp 225.015.000
* Pecahan 500 gram Rp 449.820.000
* Pecahan 1.000 gram Rp 899.600.000.

Harga emas menghadapi banyak volatilitas pada pekan lalu. Pertama turun lebih dari USD 40, kemudian naik kembali menuju USD 1.900 per ounce.

Dikutip dari Kitco, Senin (7/6/2021), menurut para analis, tren bullish pada emas masih jauh dari selesai.
Harga emas sangat sensitif terhadap taper talk bank sentral Amerika Serikat (AS), dolar AS, dan US treasury yield.
Setiap lonjakan pada tiga hal tersebut mengarah kepada penurunan harga emas, sedangkan jika sebaliknya memicu reli emas.
“Pasar sensitif terhadap taper talk. Kamis, kita melihat pergerakan lebih tinggi pada imbal hasil dan dolar, dan orang-orang panik. Emas dibuang, dibantu oleh faktor-faktor teknis,” kata Kepala Strategi Global TD Securities, Bart Melek, kepada Kitco News.

Namun aksi jual dengan cepat berbalik pada Jumat, 4 Juni 2021, karena emas menerima dorongan dari laporan ketenagakerjaan AS yang mengecewakan periode Mei.

Menurut Melek, jika pekerjaan terus buruk, maka the Fed tidak akan melihat inflasi sebagai masalah. “Dan imbal hasil juga tidak akan beraksi, yang artinya bagus untuk emas,” lanjutnya.

Melek memproyeksikan perdagangan emas dalam kisaran baru antara USD 1.855 dan USD 1.935. “USD 1.920 adalah batas atas yang bisa kita capai pekan depan (pekan ini),” tuturnya.

Menurut senior broker komoditas RJO Futures, Bob Haberkorn, secara keseluruhan tren bullish emas pada Mei masih utuh atau belum terganggu.

“Tren naik akan berlanjut berdasarkan data ketenagakerjaan ini. Emas akan mencoba kembali ke level tertinggi Agustus. Saya melihat emas diperdagangkan kembali ke USD 1.920 pada awal pekan depan (pekan ini). Satu-satunya hal yang akan mengganggu sisi atas emas adalah petunjuk baru pengetatan moneter,” jelas dia.

The Fed
Para investor disebut harus mencermati imbal hasil US Treasury dan berita utama inflasi baru. Hal ini seiring pasar yang bersiap untuk pertemuan kebijakan moneter The Fed pada 16 Juni 2021.

Arah dolar seiring dengan kebijakan The Fed sangat penting untuk pasar emas. Menurut pakar logam mulia Gainesville Coins, Everett Millman, pasar harus memperhatikan kapan bank sentral itu memperbarui pemikirannya tentang inflasi dan suku bunga.”Meskipun kita memiliki retorika tapering dan melihat tanda-tanda inflasi, saya pikir The Fed menjalankan risiko menjaga kebijakan terlalu longgar dalam waktu terlalu lama. Saya tidak berpikir mereka akan memperketat kebijakan dan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat,” kata Millman.

Dalam jangka pendek, Millman netral terhadap emas. Ia memperkirakan emas kemungkinan akan diperdagangkan antara USD 1.870 dan USD 1.890 pada pekan depan.

Sementara dalam jangka panjang, ia tetap meyakini targetnya yaitu di level USD 2.100 per ounce.
“Saya pikir kita bisa kembali ke sana. Ada ruang untuk bergerak tinggi, khususnya setelah emas mundur dari rekor tertinggi Agustus,” jelasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi: Akan Ada Perubahan Nomenklatur dalam Kabinet Baru
apahabar.com

Nasional

Gubernur Papua Dievakuasi ke Jakarta, Ada Apa?
apahabar.com

Nasional

Polisi Gantung Diri di Batola, Dirkrimum Polda Kalsel: Anggota Kami
apahabar.com

Nasional

Dewan Pers Ajak Media Lakukan Rekonsiliasi Pasca Pemilu 2019
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Putuskan Penajam Paser Utara Kawasan Ibukota
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri

Nasional

Seorang Terduga Teroris Dilumpuhkan Saat Masuk Mabes Polri
Banjir Bandang Flores

Nasional

Banjir Bandang Flores, 23 Orang Jadi Korban
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com