MPP Banjarbaru Bawa Angin Segar, Investasi Lampaui Target hingga 124 Persen Peredaran Rokok Ilegal Tinggi, KAKI Kalsel Geruduk Kantor Ditjen Bea Cukai Status Siaga Banjir di Balangan Berlaku hingga 12 Desember Waspada Banjir Rob, BPBD Tanah Bumbu Ingatkan Warga Pesisir Laut Puncak Harjad ke-56 Tabalong, Momentum Melanjutkan Estafet Pembangunan Lebih Maju

Upaya Pemkab Banjar Atasi Masalah Sampah, Bidik 50 TPS dan 5 Truk

- Apahabar.com     Selasa, 22 Juni 2021 - 19:52 WITA

Upaya Pemkab Banjar Atasi Masalah Sampah, Bidik 50 TPS dan 5 Truk

Kondisi Sungai Kali Mati di Kelurahan Murung Keraton, tepat di belakang Masjid Agung Al-Karomah Martapura. Foto-apahabar.com/hendralianor

apahabar.com, MARTAPURA – Sampah jadi salah satu faktor kerusakan lingkungan hingga memicu banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Di Sungai Kali Mati di Kelurahan Murung Keraton, tepat di belakang Masjid Agung Al-Karomah Martapura, kerusakan lingkungan akibat sampah jelas terlihat.

Selain lingkungan tidak bersih, juga menimbulkan aroma tak sedap hingga mengundang penyakit.

Di sana, tampak sampah mengapung di sungai yang muaranya ke Sungai Martapura.

Selain sampah, limbah cair rumah tangga hingga Pasar Martapura juga mengalir ke Sungai Kali Mati.

Airnya menjadi hitam dengan aroma khas comberan.

Salah seorang warga setempat mengakui sampah dibuang sembarangan oleh sebagian warga setempat.

Di sisi lain, juga ada “sumbangan” sampah dari Pasar Martapura yang kerap terbawa arus hujan.

Warga dekat sungai sudah terbiasa dengan bau tak sedap akibat dari itu.

“RT 4, 5, dan 6 di sini ada petugas sampah, tiap malam dipungut ke rumah warga. Warga juga bayar untuk petugas. Warga di sebelah tidak ada petugas sampah,” kata Sufian, warga RT 4 Murung Keraton.

Dikatakan Sufian, warga kerap bergotong royong membersihkan sampah di Sungai Kali Mati, namun bukan dengan mengangkatnya tapi melarutkannya ke Sungai Martapura.

Selain persoalan sampah, cabang dari Sungai Kali Mati itu juga tampak benar–benar mati lantaran tertutup semak belukar yang diselimuti sampah.

Warga berharap pemerintah dapat membantu menanggulangi masalah sampah ini, serta kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Terpisah, Kabid Pengelolaan Sampah, Pertamanan, dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar, Achmad Norsailah berjanji melakukan kerja bakti membersihkan sampah.

“Insya Allah Jumat depan kita kerja bakti, sekaligus sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” kata Norsailah.

Pihaknya juga menekan pemerintah kelurahan/desa agar lebih gencar menangani sampah di wilayah masing-masing.

“Apalagi kan sampah ini ke sungai di mana warga juga menggunakan airnya untuk keperluan sehari-hari. Jika sungai kotor maka dapat mengundang penyakit dalam tubuh,” tuturnya.

Kabupaten Banjar sendiri menjadi wilayah yang terdampak banjir terparah pada awal tahun tadi.

Bahkan banyak menelan kerugian akibat banyaknya infrastruktur yang rusak.

Selain faktor cuaca, ditengarai karena tersumbatnya beberapa aliran air akibat sampah.

Lantas, bagaimana upaya pemerintah menanggulangi masalah sampah?

Pemkab Banjar di bawah kepemimpinan H Saidi Mansyur sudah menargetkan penambahan 50 tempat pembuangan sampah (TPS) serta pengadaan 5 unit truk sampah, sebagai upaya penanggulangan.

“Ada poin penting dalam pembangunan yaitu masalah sampah. Dan di dalam misi kita ada target 50 TPS. Maka dari itu sampah menjadi perhatian kita khususnya Dinas terkait yaitu Dinas Lingkungan Hidup,” ungkap Bupati Saidi Mansyur saat Rapat Koordinasi (Rakor) Mingguan di Aula Barakat Kantor Bupati Banjar, Senin (5/4/2021) lalu.

Lebih jauh, Bupati Banjar menginginkan secara pelan-pelan ada perubahan prilaku masyarakat, dari membuang sampah pada tempatnya hingga kemudian dapat memilah sampah secara mandiri dan menjadikan sampah bernilai rupiah.

Hal ini sudah dilakukan di Kelurahan Sekumpul, di mana ada terdapat bank sampah serta penukaran sampah bernilai menjadi rupiah.

“Kita pun akan pelan-pelan memperbaiki dan mengubah perilaku masyarakat di Kabupaten Banjar, khususnya di Kawasan Sekumpul. Salah satu caranya mengajak masyarakat agar tidak lagi menilai sampah merupakan barang kotor, namun dapat juga dimanfaatkan menjadi barang-barang berguna,” terangnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Penataan Sekumpul

Pemkab Banjar

Penataan Sekumpul, Bupati Banjar Tandatangani Pinjam Pakai Jalan Inspeksi Irigasi
Pemkab Banjar

Pemkab Banjar

Pemkab Banjar Bahas Rencana Program Pinjaman Bunga 0 Persen
Kapolres Cup Banjar

Pemkab Banjar

Lama Vakum, Turnamen Tenis Kapolres Cup Banjar Kembali Cari Juara
Kabupaten Banjar

Pemkab Banjar

Kabar Baik, Kabupaten Banjar Sudah Zona Kuning Covid-19

Pemkab Banjar

Amankan Pilkades di 140 Desa, Pemkab Banjar Terjunkan 150 Personel Satpol PP
martapura

Pemkab Banjar

Pemkab Banjar Ingatkan Komitmen Perusahaan Tambang Tak Rusak Lingkungan

Pemkab Banjar

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Bupati Banjar Dorong Pemuda Berwirausaha

Pemkab Banjar

Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com