Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Skenario Kelolosan di Grup B dan C: Harapan Terakhir Denmark, Ukraina Cari Imbang Isi Tuntutan Lengkap Demo #SAVEKPK di Banjarmasin: Pecat Firli hingga Ketua BKN! RESMI! H2D Daftarkan Gugatan Pilgub Kalsel Jilid II ke MK

Urban Citizenship Academi, ULM dan University College London Teliti Kelurahan di Banjarmasin

- Apahabar.com Jumat, 11 Juni 2021 - 22:29 WIB

Urban Citizenship Academi, ULM dan University College London Teliti Kelurahan di Banjarmasin

Dua kelurahan di Banjarmasin jadi lokasi penelitian isu perencanaan dan pembangunan berbasis inklusif dari program Urban Citizenship Academi (Akademi Kewargaan Kota) dari Yayasan Kota Kita, bekerja sama dengan Unversitas Lambung Mamgkurat (ULM) Banjarmasin dan University College London. Foto: istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Dua kelurahan di Banjarmasin jadi lokasi penelitian isu perencanaan dan pembangunan berbasis inklusif.

Penelitian itu merupakan program Urban Citizenship Academi (Akademi Kewargaan Kota) dari Yayasan Kota Kita, bekerja sama dengan Unversitas Lambung Mamgkurat (ULM) Banjarmasin dan University College London.

Dua kelurahan yang menjadi lokasi penelitian adalah Kelurahan Pelambuan dan Kelayan.

Direktur Kantor Urusan Internasional ULM, Arief Budiman bilang ada sepuluh mahasiswa ULM dari berbagai jurusan yang terlibat seperti Jurusan Arsitektur, Sosiologi dan Pendidikan Khusus.

“Tujuannya mendalami isu perencanaan dan pembangunan berbasis inklusif di Banjarmasin, serta melihat bagaimana partisipasi warga dalam mendorong kota yang inklusif,” kata Arief Budiman, Jumat (11/6).

Ia mengatakan melalui program yang diselenggarakan dari 18 Februari-25 Juni 2021 ini, mahasiswa bisa belajar banyak, terutama mengenai metode penelitian partisipatif dengan menggunakan teknik photography participatory.

Teknik penelitian tersebut, mahasiswa dapat memperoleh gambaran baru, tentang bagaimana mendengarkan informasi dan aspirasi secara feasible dan kolektif.

Sebab seluruh prosesnya melibatkan warga. Mahasiswa belajar melakukan kegiatan lapangan berdasarkan perspektif warga sebagai subjek penelitian, bukan hanya membawa perspektif peneliti saja.

Penelitian dilakukan secara online dan offline. Mereka mewawancarai sejumlah stakeholder serta organisasi penyandang disabilitas di Banjarmasin, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HDWI) kota Banjarmasin.

“Program kerja sama ini dapat meningkatkan dan menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa Pendidikan Inklusi ULM, Farah mengatakan, ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa, banyak pelajaran yang didapat, karena penelitian dilakukan secara berkelompok.

“Selain itu membuat saya melihat sudut pandang yang lain terhadap berbagai hal,” ucapnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tokoh Agama Apresiasi Kinerja TNI-Polri Hingga Penyelenggara Pemilu
apahabar.com

Kalsel

SD IT Darul Fikri Balangan Gelar Warung Takjil Bertema Green Stall
apahabar.com

Kalsel

Ambil Berkas Pendaftaran, PDIP Tetap Usung Rosehan Dampingi Paman Birin
apahabar.com

Kalsel

Respon Sebagian SKPD Terkait Keluhan Warga Banjarmasin via LAPOR Dinilai Lambat
apahabar.com

Kalsel

Ingin Tahu Polisi, Siswi Tunanetra Ini Raba Baju Dinas AKBP Nina Rahmi
apahabar.com

Kalsel

Mahasiswa Demo Rektor Disanksi, GMNI Kalsel Kecam Sikap Menristekdikti
apahabar.com

Kalsel

Hari Santri Nasional: Lapas Amuntai Bakal Jadi Percontohan
Tabir Koperasi Maju Bersama Tersibak, Tak Terdaftar di Diskopperindag Batola

Kalsel

Tabir Koperasi Maju Bersama Tersibak, Tak Terdaftar di Diskopperindag Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com