BREAKING! Warga “Bagandang Nyiru” Cari Ibu Muda yang Hilang di Cukan Lipai HST Kades-BUMDes Saradang Tabalong Ancam Polisikan Warga Penyebar Berita Bohong Kalah 39 Ribu Suara, H2D Pinta MK Kesampingkan Ambang Batas Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas Polemik Dugaan Penyelewengan Dana Bumdes Saradang Tabalong Kembali Meruncing

Vaksinasi Lansia, Waket DPRD Kapuas Minta Dinkes Jemput Bola

- Apahabar.com Selasa, 1 Juni 2021 - 23:51 WIB

Vaksinasi Lansia, Waket DPRD Kapuas Minta Dinkes Jemput Bola

Ilustrasi vaksinasi terhadap warga lanjut usia. Foto-Suara.com/Alfian Winanto

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Wakil Ketua I DPRD Kapuas, Kalteng, Yohanes meminta Dinas Kesehatan setempat agar jemput bola menangani permasalahan vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia).

Karena menurut Yohanes capaian vaksinasi lansia masih sangat rendah, dari target sasaran 30.191 orang lansia, yang sudah divaksin dosis pertama baru 1.072 orang dan dosis kedua 595 orang.

Untuk itu, Yohanes meminta Dinas Kesehatan Kapuas harus jemput bola untuk melakukan penanganan vaksinasi terhadap lansia, sehingga target sasaran yang diharapkan dapat tercapai.

Vaksinasi Lansia Kapuas

Wakil Ketua I DPRD Kapuas, Yohanes. Foto-apahabar.com/Irfansyah

“Dinkes harus jemput bola menangani masalah yang ada, karena capaian vaksinasi untuk lansia masih sangat rendah sekali,” katanya di Kuala Kapuas, Selasa (1/6) malam.

Menurut Yohanes ketersediaan vaksin cukup tersedia, sehingga tinggal upaya keras dari jajaran Dinas Kesehatan saja untuk melaksanakan vaksinasi terhadap lansia di daerah setempat.

“Dinkes juga harus berkoordinasi dan bekerjasama dengan lurah dan kepala desa untuk memberikan pelayanan vaksinasi kepada lansia, jika perlu jemput ke rumah,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, Apendi, membenarkan masih rendahnya capaian vaksinasi lansia di kabupaten berjuluk Tingang Menteng Panunjung Tarung.

Apendi bilang penyebab masih rendahnya capaian vaksinasi lansia diantaranya, karena kurangnya kemauan lansia untuk divaksinasi.

Selain itu kesulitan transportasi, karena kedatangan lansia ke lokasi vaksinasi sebagian besar harus diantar dan didampingi. Kemudian adanya rasa khawatir atau paradigma akan adanya efek yang ditimbulkan.

“Seperti mereka [lansia] menganggap jika divaksin malah akan terpapar Covid-19, dan ada juga lansia yang mengatakan bahwa usia mereka sudah senja jadi mereka merasa tidak perlu lagi divaksin,” kata Apendi.

“Selain itu banyak juga lansia yang gagal divaksin karena memiliki masalah kesehatan,” imbuhnya.

Ditanya terkait upaya yang dilakukan untuk meningkatkan capaian vaksinasi ini, menurut Apendi pihaknya akan terus bekerjasama dengan lintas sektor untuk melakukan promosi dan sosialisasi akan pentingkan vaksinasi ini.

“Sehingga diharapkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti vaksinasi akan meningkat. Untuk itu kita akan meningkatkan lagi sosialisasi, terkait pentingnya vaksinasi ini,” ujar Apendi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tak Berkategori

Kebakaran di Teluk Dalam, Pemilik Nyaris Terpanggang !

Tak Berkategori

Perlu Diketahui, Tiga Efek Samping Vaksin Covid-19
apahabar.com, Gisella Anastasia

Seleb

4 Poin Klarifikasi Adhietya Mukti Dituduh Pemeran Video Syur Mirip Gisel, Tunjukkan Tahi Lalat dan Bantah Pansos!
apahabar.com

Tak Berkategori

Korban Kebakaran di Tabalong Bertambah, Nenek Susul Kedua Cucunya
apahabar.com

Tak Berkategori

Kabar Duka, Jurnalis PDP Corona di Kalteng Tutup Usia
Liverpool

Tak Berkategori

Salah Blak-blakan ke Sahabatnya Sangat Kecewa di Liverpool, Ini Sebabnya!
PDAM

Pemkab Tabalong

Pengoperasian Pompa Air Jaringan Warukin Tabalong, Tunggu Pemasangan Panel Listrik
apahabar.com

Kalsel

Pembunuh Sadis di Kelumpang Kotabaru Akhirnya Diringkus ‘Macan Bamega’!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com