Eks Sekretaris Baramarta Buka-bukaan: Nama Ajudan Eks Bupati hingga Oknum DPRD Terseret Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru Sopir PT BKB Ditemukan Tewas di Tapin, Diduga Korban Pembunuhan Duh, Nelayan Dirgahayu Kotabaru Lenyap di Perairan Samber Gelap Rujuk Ditolak! Pemuda di Kelua Tabalong Jambret Ibu Muda

Yield Obligasi AS Turun, Rupiah Berpeluang Lanjut Menguat

- Apahabar.com Selasa, 8 Juni 2021 - 11:54 WIB

Yield Obligasi AS Turun, Rupiah Berpeluang Lanjut Menguat

Ilsutrasi - Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di sebuah bank di Jakarta. Foto-Antara/Aprillio Akbar/wsj

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (8/6) berpeluang melanjutkan penguatan pada awal pekan lalu.

Peluang rupiah menguat seiring turunnya imbal hasil atau yield obligasi Amerika Serikat (AS).

Pada pukul 9.34 WIB, rupiah menguat tujuh poin atau 0,05 persen ke posisi Rp 14.258 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.265 per dolar AS.

Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra bilang, rupiah mungkin bisa menguat lagi hari ini karena imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun masih terlihat menekan ke bawah yaitu berada di kisaran 1,57 persen saat ini.

“Penurunan yield ini karena pasar berekspektasi bahwa bank sentral AS belum akan melakukan tapering setelah data tenaga kerja AS, non-farm payrolls bulan Mei, menunjukkan hasil di bawah ekspektasi,” ujar Ariston di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa.

Pasar menantikan data indeks harga konsumen AS Mei 2021 yang merupakan indikator inflasi, yang akan dirilis pada Kamis (10/6) malam, untuk menentukan arah harga selanjutnya. Angka yang di atas ekspektasi bisa mendorong kembali penguatan dolar AS.

Menurut Ariston, data inflasi yang konsisten menunjukkan kenaikan di atas 2 persen bisa memicu bank sentral AS mengubah kebijakannya menjadi lebih ketat.

Dari dalam negeri, hari ini akan dirilis data cadangan devisa yang mungkin menunjukkan kenaikan cadangan karena surplusnya neraca perdagangan RI.

“Hasil yang menunjukkan kenaikan bisa mendukung penguatan rupiah terhadap dolar AS,” kata Ariston.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi menguat ke kisaran Rp 14.230 hingga Rp 14.200 per dolar AS dengan potensi pelemahan di kisaran Rp 14.300 per dolar AS.

Pada Senin (7/6) lalu, rupiah ditutup menguat 30 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp 14.265 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.295 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Indonesia Berhasil Selesaikan Survei Seismik Terpanjang di Asia Pasifik
apahabar.com

Ekbis

Neraca Dagang September Surplus, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Lebur Tiga Bank, Jokowi Ingin Bank Syariah Raksasa
apahabar.com

Ekbis

Hebatnya Pupuk Baru Petrokimia Gresik, Tingkatkan Panen Padi hingga 3 Ton Per Ha
Rokok

Ekbis

Cukai Naik Per 1 Februari, Harga Rokok Meroket?
apahabar.com

Ekbis

Vaksin Covid-19 Diprediksi Mampu Pulihkan Investasi
apahabar.com

Ekbis

Covid-19 Mewabah, Apindo Kalsel Usul Penghapusan Pajak Penghasilan
Apahabar.com

Ekbis

Selama Pandemi, Kominfo Siapkan 3 Program untuk Dukung UMKM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com