Lebarkan Sayap, bjb Sekuritas Rambah Investasi Pasar Modal Jabar Siswa Tenggelam di Siring Banjarmasin Akhirnya Ditemukan Gugatan Jilid II Denny Indrayana Rontok, MK Kuatkan Kemenangan BirinMu Coffee Shop Banjarmasin Dibobol Maling, Terekam CCTV Pelaku Telanjang Bulat PPKM Level IV, Covid-19 di Banjarmasin-Banjarbaru Malah Naik….

4 Orang Terseret Dugaan Korupsi, Ini Tanggapan GM PT Dok Kodja Bahari Banjarmasin

- Apahabar.com     Kamis, 22 Juli 2021 - 17:11 WITA

4 Orang Terseret Dugaan Korupsi, Ini Tanggapan GM PT Dok Kodja Bahari Banjarmasin

Perusahaan PT Dok Kodja Bahari Banjarmasin, Jalan PM Noor, Banjarmasin Barat/Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Kejaksaan Tinggi Kalsel menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan graving dock di PT Dok Kodja Bahari (DKB) Banjarmasin.

Dari empat tersangka yang telah ditetapkan, dua di antaranya adalah pemilik perusahaan berinisial AP dan S dan dua pekerja proyek pembangunan berinisial MS dan L.

Dikonfirmasi, General Manager PT Dok Kodja Bahari (DKB) Banjarmasin, Abdul Goni Prayitno membenarkan Kejati Kalsel telah melakukan serangkaian pemeriksaan.

Meski begitu, Prayitno mengaku mereka dari pihak manajemen PT DKB Banjarmasin belum mengetahui informasi terkait adanya penetapan empat tersangka tersebut.

“Kami baru tahu kalau sudah ada yang ditetapkan tersangka. Mungkin langsung disurati kepada yang bersangkutan,” ujarnya, Kamis (22/7).

Selama ini PT DKB Banjarmasin selaku anak perusahaan berupaya kooperatif membantu berjalannya pemeriksaan. Termasuk memenuhi kelengkapan dokumen-dokumen yang diminta pihak Kejati Kalsel guna keperluan pemeriksaan.

“Minggu kemarin juga ada pemeriksaan dari Kejaksaan bersama BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)menghitung taksiran kerugian di lokasi pembangunan,” terangnya.

Di samping itu, Priyatno juga mengungkapkan orang-orang yang diperiksa terkait dugaan korupsi di perusahaan perbaikan kapal itu merupakan dari pusat.

“Yang diperiksa sebetulnya bukan di cabang, yang diperiksa yang di pusat. Disini istilahnya hanya terima kunci,” imbuhnya.

Lantas bekerja di bagian mana dua tersangka AP dan S?

Prayitno tak berani memastikan dibagian mana dua orang tersebut. Pasalnya, ada banyak yang telah menjalani pemeriksaan.

“Kurang tau untuk dua orang dari manajemen, karena ada beberapa orang yang dipanggil lebih dari lima yang dari pusat,” ungkapnya.

Lebih jauh, hingga saat ini pembangunan graving dock itu masih belum selesai. Hal itu dikarenakan adanya sejumlah kendala dalam proses pembangunan.

“Pekerjaan masih proses, jadi dulu dikerjakan tapi karena ada kendala sempat terhenti, apalagi sekarang Pandemi Covid-19 jadi agak kerepotan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Kejati Kalsel telah mengusut kasus dugaan korupsi itu sejak Februari 2021 lalu. Dimana diduga telah terjadi tindak pidana korupsi terkait proyek pembangunan graving dock pada 2018 silam.

PT DKB Banjarmasin melaksanakan pembangunan graving dock Banjar 2 dan sistem airbag guna meningkatkan kapasitas produksi di Galangan Kapal Banjarmasin dengan nilai investasi Rp18,8 miliar bersumber dari APBN.

Muhammad Syahbani
Puja M

Kalsel/HEADLINE

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Ancam ‘Rombak’ Struktur di BUMD
apahabar.com

Kalsel

Perkuat Ketahanan Pangan, Kapolres HSU Lepas 8000 Ekor Bibit Ikan
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Banjarmasin: Tambah Satu PDP, Seorang Lelaki

Kalsel

Edarkan Kupu, Warga Haur Gading Ditangkap Polisi HSU
apahabar.com

Kalsel

Siap-siap, Uniska Segera Buka Jurusan S1 Farmasi
apahabar.com

Kalsel

Cerita Mistis Dibalik Pengangkatan Meriam Belanda di Martapura
apahabar.com

Kalsel

Besok Gedung Baru DPRD Kalsel Diresmikan
apahabar.com

Kalsel

Jelang Tutup Tahun, BPBD Banjarmasin Malah Terima ‘Order’ Evakuasi Sarang Tawon
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com