Kalsel Tidak Izinkan Tenaga Kerja Asing Masuk Berhasil ke Antariksa, Miliarder Dunia Jeff Bezos Disebut Titisan Alien Demang Lehman Sosok Panglima Perang Banjar, Penelusuran Misteri Kematian dan Makamnya Hari Ini, Belasan Pasien Covid-19 Tanah Bumbu Sembuh! Khawatir Ada Korban, Warga Kotabaru Ramai-Ramai Tangkap Buaya Liar

5 ‘Bahaya’ Makan Jelang Waktu Tidur

- Apahabar.com     Sabtu, 17 Juli 2021 - 22:06 WITA

5 ‘Bahaya’ Makan Jelang Waktu Tidur

Ilustrasi. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Tidak sedikit orang yang mendadak lapar ketika akan beranjak ke tempat tidur. Hal itu mungkin terjadi jika seseorang melewatkan makan malam, atau tidur terlalu larut sehingga timbul rasa lapar.

Rasa lapar sebelum tidur juga mungkin terjadi karena terbiasa. Orang yang terbiasa makan sebelum tidur akan cenderung akan merasa kenyang saat pagi hari sehingga melewatkan sarapan. Kemudian kembali mengulangi siklus makan sebelum tidur di hari berikutnya.

Kalau Anda termasuk orang seperti ini maka tinggalkan kebiasaan ini segera. Makan sebelum tidur tidak baik untuk kesehatan, berikut 5 hal yang terjadi saat Anda makan sebelum tidur.

Melansir Healthline, cemilan sehat seperti dark chocolate, kacang-kacangan, buah, sebelum tidur sepertinya tidak berdampak buruk pada kesehatan. Cemilan sehat sebelum tidur justru bisa membantu Anda tidur lebih baik. Tentunya pilih camilan rendah gula agar tidak menambah berat badan.

Namun makan besar sebelum tidur jelas tidak disarankan. Berikut beberapa hal yang terjadi akibat makan besar sebelum tidur.

1. Asam lambung naik

Penderita GERD disarankan tidak mengadaptasi makan besar sebelum tidur. Sebabnya, berbaring setelah makan akan membuat isi lambung naik ke tenggorokan.

Jika Anda memiliki GERD, maka hindari makan apa pun setidaknya 3 jam sebelum tidur.

2. Berat badan naik

Makanan yang dikonsumsi sebelum tidur cenderung terbakar lebih sedikit. Akhirnya makanan tersebut berubah menjadi lemak yang berkontribusi pada kenaikan berat badan. Jika ingin menurunkan berat badan, maka makan sebelum tidur harus dihindari.

Sebuah studi tahun 2020 yang terbit di The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menemukan bahwa seseorang yang makan lebih dari pukul sepuluh malam kemungkinan besar akan mengembangkan intoleransi glukosa. Akibatnya risiko obesitas dan sindrom metabolik jadi meningkat.

3. Sindrom metabolik terganggu

Melansir Eat This, Not That! Makan malam akan membuat kelebihan lemak di perut, peningkatan tekanan darah, gula darah tinggi, dan peningkatan kolesterol.

Berbagai penyakit metabolisme tubuh tersebut pada akhirnya akan memicu risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga stroke.

4. Mengalami gangguan tidur

Sebuah studi pada 2011 yang terbit dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa makan sebelum tidur memungkinkan risiko terkena gangguan tidur seperti sulit jatuh tidur, hingga sulit mendapat tidur berkualitas.

Penelitian juga menunjukkan mereka yang tidak makan sebelum tidur akan merasa lebih segar ketika bangun di pagi hari karena mendapatkan istirahat yang cukup.

5. Produktivitas berkurang

Makan sebelum tidur juga bisa berdampak tidak langsung pada penurunan produktivitas seseorang.

Seseorang yang makan tidak sehat di malam hari cenderung memiliki masalah fisik, seperti sakit kepala, diare, atau sulit fokus. Akhirnya kondisi ini akan mengurangi produktivitas Anda di tempat kerja.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sederet Ide Menarik Saat di Rumah Aja

Gaya

Sederet Ide Menarik Saat di Rumah Aja
apahabar.com

Gaya

Makan Kimchi Diklaim Turunkan Risiko Tertular Covid-19, Benarkah?
apahabar.com

Gaya

Tidak Harus Melulu di Tanah Air, Produser Film Djonny Chen Kini Miliki Rumah Produksi di Inggris
apahabar.com

Gaya

Di Tengah Pandemi Covid-19, Orang Makin Sadar Kelola Keuangan
apahabar.com

Gaya

Waspadai Penyakit Serius Jika Mendadak Bangun Malam
apahabar.com

Gaya

WHO: Tak Ditemukan Adanya Virus Corona Hidup di ASI

Gaya

Zang Hong, Pendaki Tunanetra Asia Pertama Penakluk Puncak Everest
apahabar.com

Gaya

Resep Nugget Tahu Lembut yang Ekonomis 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com