Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan Duduk Perkara Viral Wanita Kurau Dibegal hingga Pingsan Depan Basarnas Banjarbaru Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang

8 Kali Jual PSK Anak, Germo di Banjarbaru Diganjar Denda Ratusan Ribu

- Apahabar.com     Kamis, 1 Juli 2021 - 18:05 WITA

8 Kali Jual PSK Anak, Germo di Banjarbaru Diganjar Denda Ratusan Ribu

Seorang muncikari yang diamankan Satpol PP Banjarbaru beberapa waktu lalu divonis PN Banjarbaru denda ratusan ribu rupiah. Foto ilustrasi: dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Seorang germo atau muncikari pekerja seks komersial (PSK) dalam jaringan atau online di Banjarbaru hanya dikenakan tindak pidana ringan oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru.

“Putusannya denda Rp300 ribu, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 5 hari,” ujar Humas PN Banjarbaru Nor Ifansyah kepada apahabar.com, Kamis (1/7).

Hukuman itu terbilang ringan untuk seorang germo yang memasarkan anak di bawah umur dalam jaringan alias online.

“Terdakwa dilaporkan Tipiring [tindak pidana ringan], bahasanya di sini dia mendatangkan pelacur dari luar daerah Banjarbaru, karena diminta (mereka) mencarikan pelanggan. Jadi masuknya ke tindak pidana ringan, perda yang dijadikan sebagai dasar,” jelas Ifan.

Berdasar keterangan terdakwa, sudah 8 kali ia menawarkan 3 orang anak di bawah umur
melalui aplikasi Michat.

Anak-anak itu usianya sekitar 16 tahunan, semua masih di bawah umur. Namun mereka hanya dijadikan saksi bukan tersangka.

“Karena waktu tertangkap mereka masih menunggu, belum datang pelanggannya,” ungkap Ifan.

Penjelasan PN

Lantas, mengapa hanya dikenakan tindak pidana ringan?

Pertama, kata Ifan, karena kurang kuatnya bukti untuk menjerat MH ke tindak pidana yang lebih berat.

Pengadilan sendiri sudah menerima limpahan perkaranya dengan acara pidana ringan dari penyidik Polres Banjarbaru.

Di mana penyidik menghadapkan terdakwa dengan pasal yang diatur dalam ketentuan Peraturan Daerah Kota Banjarbaru.

“Hakim tentunya dibatasi oleh pasal yang dijadikan landasan dakwaan dari yang diajukan penyidik. Beda halnya kalau penyidik menjadi perkara tersebut sebagai perkara trafficking [perdagangan orang],” ujarnya.

=========

Tulisan ini sudah disunting pada Jumat pukul 07.23 pada bagian akhir dengan memuat keterangan tambahan dari Pengadilan Negeri Banjarbaru mengenai alasan vonis ringan pelaku muncikari. 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarbaru

Banjarbaru

Keji! ‘Kakek Sugiono’ Banjarbaru Beraksi Saat Ortu Beli Elpiji, Sempat Ucapkan Terima Kasih
Banjarbaru

Banjarbaru

Banyak Bocah di Banjarbaru Minta Kawin, Ortu Jadi Jaminan!
Disiplin

Banjarbaru

Kinerja Baik dan Disiplin, 4 Pegawai Lapas Banjarbaru Raih Penghargaan

Banjarbaru

Resmi! Banjarbaru Tutup Sementara Mal dan Destinasi Wisata

Banjarbaru

Jerit Porter Bandara Syamsudin Noor, Mengais Cuan di Tengah PPKM Level IV
Banjarbaru

Banjarbaru

Masa Tugas Berakhir, Pjs Wali Kota Banjarbaru Sampaikan Salam Perpisahan

Banjarbaru

Innalillahi, Wali Kota Banjarbaru Tutup Usia Usai Melawan Covid-19
apahabar.com

Banjarbaru

Banjarbaru Raih Juara Satu Pengelolaan Sampah, Darmawan Jaya: Visi Misi Berkarakter Tercapai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com