Kalsel Tidak Izinkan Tenaga Kerja Asing Masuk Berhasil ke Antariksa, Miliarder Dunia Jeff Bezos Disebut Titisan Alien Demang Lehman Sosok Panglima Perang Banjar, Penelusuran Misteri Kematian dan Makamnya Hari Ini, Belasan Pasien Covid-19 Tanah Bumbu Sembuh! Khawatir Ada Korban, Warga Kotabaru Ramai-Ramai Tangkap Buaya Liar

Adukan Nasib, Petani Plasma Sawit Datangi Kejari Batola

- Apahabar.com     Senin, 12 Juli 2021 - 21:34 WITA

Adukan Nasib, Petani Plasma Sawit Datangi Kejari Batola

Sejumlah petani plasma sawit naungan KUD Jaya Utama yang bermitra dengan PT ABS, mengadukan persoalan mereka kepada Kejaksaan Negeri Barito Kuala, Senin (12/7). Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Kurang puas dengan mediasi yang masih berproses, sejumlah petani plasma sawit mengadukan nasib ke Kejaksaan Negeri Barito Kuala, Senin (12/7) siang.

Kedatangan petani plasma sawit dari Desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya ini bermaksud mengadukan persoalan yang berkaitan dengan KUD Jaya Utama dan PT Agri Bumi Sentosa (ABS).

Selain melalui orasi, mereka menyampaikan aspirasi melalui kertas karton yang bertuliskan kalimat-kalimat permohonan agar pihak terkait turut membantu.

Keinginan mereka masih sama seperti yang telah disampaikan dalam dua pertemuan mediasi sebelumnya, yakni menuntut pengembalian lahan dan sertifikat.

“Awalnya janji koperasi dan perusahaan cukup manis, sehingga masyarakat bersedia ikut plasma. Namun setelah beberapa tahun, hasil yang diterima tidak sesuai dengan harapan,” cetus Sujarwo, salah seorang petani plasma sawit.

Menyikapi aspirasi yang dibawa petani plasma, Kejaksaaan Negeri Batola sudah melakukan tindakan nyata dengan membentuk tim penanganan khusus dari Seksi Intel dan Seksi Pidana Khusus.

Pun dalam tahap awal, sejumlah petani plasma sawit dan kepala desa setempat sudah dimintai keterangan. Selanjutnya KUD dan PT ABS juga dimintakan keterangan serupa.

“Menanggapi laporan petani plasma sawit, Kajari Batola langsung merespons dan memberikan penugasan untuk melakukan penanganan,” papar Kasi Intel Kejari Batola, M Hamidun Noor.

Sebelumnya mediasi diinisiasi oleh Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial, setelah petani plasma mempertanyakan kejelasan pembagian hasil usaha dari plasma sawit yang dikelola PT ABS melalui KUD Jaya Utama sejak 2009.

Awalnya sekitar 50 orang petani pemilik lahan dijanjikan mendapat 30 persen. Namun kemudian diturunkan menjadi 20 persen, hingga akhirnya cuma 5 persen.

Padahal dalam setiap tahun, hasil panen kelapa sawit di lahan seluas sekitar 200 hektar tersebut diyakini terus meningkat.

Faktanya dengan 5 persen pembagian, petani pemilik lahan hanya memperoleh Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per paket (2 hektar) per tiga bulan.

Lantas setelah perusahaan tak kunjung memberi kejelasan, petani berinisiatif mengambil kembali lahan dan melakukan panen sendiri sejak minggu ketiga Juni 2021.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Klaster Industri Berpotensi Tambah Kasus Covid-19 di Barito Kuala
Batola

Batola

Meski Turun Sepanjang 2020 Ditemukan 3 Kasus Pidana Baru di Batola
apahabar.com

Batola

Belum Tentu Ramai, PKL Relokasi Handil Bakti Minta Keringanan Retribusi
MTQN Kalsel

Batola

8 Kafilah MTQN Kalsel dari Batola Dikonfirmasi Positif Covid-19
apahabar.com

Batola

Cegah Penyebaran Covid-19, Rutan Marabahan Tunggu Rapid Massal
covid-19 batola

Batola

Kasus Covid-19 di Batola Meledak Lagi, 41 Kasus Baru, Marabahan Mendominasi
Batola

Batola

Vaksin Covid-19 Tiba di Batola, Jadwal Penyuntikan Tunggu Dinkes Kalsel
Abu Janda

Batola

Akibat Twit Sara, KNPI Batola Dukung Bareskrim Periksa Abu Janda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com