BREAKING! Gugatan Jilid II Denny Indrayana Rontok, MK Kuatkan Kemenangan BirinMu Coffee Shop Banjarmasin Dibobol Maling, Terekam CCTV Pelaku Telanjang Bulat PPKM Level IV, Covid-19 di Banjarmasin-Banjarbaru Malah Naik…. LEGAWA! Tim H2D Ucapkan Terima Kasih ke Warga Kalsel MK Jelaskan Insiden Cegat Mobil di Gugatan Jilid II Denny Indrayana

Angka Kematian Pasien Covid-19 di Balikpapan Didominasi Pasien Isolasi Mandiri

- Apahabar.com     Kamis, 8 Juli 2021 - 15:19 WITA

Angka Kematian Pasien Covid-19 di Balikpapan Didominasi Pasien Isolasi Mandiri

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BALIKPAPAN – Kasus kematian pasien Covid-19 di Kota Balikpapan cukup tinggi belakangan ini. Sejak sepekan lalu pasien yang meninggal di atas 15 orang. Hal ini pun menjadi atensi pemerintah kota lantaran banyaknya pasien yang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan bahwa tinggi kasus pasien Covid-19 yang meninggal didominasi oleh pasien isolasi mandiri.

Hal ini, kata dia, disebabkan berbagai faktor, yakni para pasien Covid-19 banyak yang belum melakukan pemeriksaan swab. Sehingga saat ia meninggal baru diketahui bahwa pasien tersebut tersebut terpapar Covid-19.

“Ada yang memang belum periksa, jadi itu Covid atau tidak dan dirasa meninggalnya karena penyakitnya, misalnya memang punya jantung atau diabet. Tetapi jika sebelum meninggal ada gejala yang menyerupai Covid-19, maka tolong keluarga yang berduka melapor ke Puskesmas untuk dilakukan test antigen Pos Mortem atau test antigen setelah kematian dalam jangka waktu tiga jam. Kalau dia negatif maka dia dilanjutkan pemakaman biasa, kalau dia positif mohon kesediaan keluarga untuk dimakamkan secara Covid,” katanya.

Penyebab lain biasanya banyak pasien yang telah mengetahui dirinya positif namun memilih menjalani isolasi di rumah.

Pasien inilah, sambungnya, yang harus benar-benar dipantau oleh pihak Puskesmas agar mengetahui kondisi terkini. Hanya saja banyak yang tidak melapor kepada Satgas Covid-19, sehingga sulit untuk memantau.

“Kita selalu memantau yang penting laporannya masuk. Tapi ada juga pasien yang dia periksa sendiri ke lab, dia dapat hasilnya positif, dia isolasi mandiri sendiri dan nggak ada laporan ke RT dan puskesmas. Kalau Puskesmas dilaporkan, minimal Puskesmas dapat memantau lewat video call atau telpon kalau memang nggak bisa datang dan dikirimi obat,” ungkapnya.

Namun, ada juga yang tidak mengetahui aturan, sehingga saat dinyatakan positif Covid-19 pasien tersebut memilih melakukan perawatan sendiri di rumah. Bahkan ada yang melakukan perawatan hanya berbekal pengetahuan melalui google.

“Ada memang yang tidak tahu aturannya, ada yang melapor dan ada yang merasa sanggup isolasi sendiri karena baca di internet. Lalu ada memang yang di rumah karena daya tampung di rumah sakit sudah penuh,” pungkasnya.

Diketahui kasus kematian di Balikpapan tertinggi terjadi pada hari Selasa (6/7), yakni sebanyak 20 pasien Covid-19 meninggal dunia. Lalu, sehari setelahnya sebanyak 18 pasien yang meninggal. Bahkan hari ini saja masih terus terjadi pasien Covid-19 yang gugur dan dimakamkan di TPU KM 15 Balikpapan Utara.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kapal

Nasional

Pastikan Nasib Awak KRI Nanggala 402, TNI Upayakan Evakuasi Bangkai Kapal
apahabar.com

Nasional

Kewenangan Fatwa Halal oleh Banyak Lembaga akan Rancu

Nasional

Politikus Nasdem Emmy Hafild Meninggal Positif Covid-19

Nasional

Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’
apahabar.com

Nasional

Khofifah Punya Kisah Ketika Saat Gagal Tes CPNS BKKBN
apahabar.com

Nasional

Bupati Lampung Utara Terjaring OTT KPK
apahabar.com

Nasional

Korban KRL Terguling Jadi 6 Orang, Masinis Juga Terluka
apahabar.com

Nasional

Puluhan Masih Tertimbun, Korban MD Tambang Longsor Terus Bertambah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com