3 Profesor Bertarung di Pilrek UIN Antasari, DEMA-Senat Beri Sederet Catatan Kritis Arab Saudi Izinkan Wisatawan Asing Masuk Mulai 1 Agustus, Intip Syaratnya Siap-siap! Sejumlah Kawasan Banjarmasin Timur Bakal Alami Gangguan Air Bersih Jokowi: Lompatan Kasus Covid-19 Bisa Direm karena PPKM DITANGKAP! Pengeroyok-Penusuk Remaja di Warung Miras Banjarmasin

Animo Tinggi, Banjarmasin Sampai Kehabisan Stok Vaksin Covid-19

- Apahabar.com     Selasa, 13 Juli 2021 - 19:02 WITA

Animo Tinggi, Banjarmasin Sampai Kehabisan Stok Vaksin Covid-19

Antusias warga Banjarmasin untuk divaksinasi mulai naik. Dinkes Banjarmasin sampai-sampai kehabisan stok. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Animo warga mengikuti vaksinasi Covid-19 mulai naik. Dinkes Banjarmasin sampai-sampai kehabisan stok penangkal virus tersebut.

“Saat ini stok vaksin kosong di Dinkes, belum dapat tambahan dari pemerintah pusat,” ujar Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi, dilansir Antara, Selasa (13/7).

Praktis, program vaksinasi tahap ke-3 bagi masyarakat umum sementara waktu ditunda. Hari ini, pelaksanaan vaksinasi di puskesmas sementara ditutup. Sampai ada kiriman lagi dari pemerintah pusat.

Antusias warga Banjarmasin untuk divaksinasi mulai naik. Mereka sampai-sampai rela mengantre panjang di puskesmas. Kota Banjarmasin memiliki 26 puskesmas dan satu rumah sakit, yakni RS Sultan Suriansyah.

“Kita harap warga bersabar, kita sudah minta tambahan vaksin ke pemerintah provinsi untuk diteruskan ke pusat,” ujarnya.

Jika sudah mendapatkan tambahan vaksin, pelaksanaan akan kembali dimaksimalkan hingga seluruh masyarakat Kota Banjarmasin divaksinasi.

“Karena vaksinasi ini penting untuk membentuk kekebalan secara kelompok,” tuturnya.

Program vaksinasi tahap ke-3 dilaksanakan secara umum. Sasarannya usia di atas 18 tahun. Total warga di ibu kota Kalsel mencapai 800 ribu jiwa. Karenanya, belum ada data pasti untuk sasaran vaksinasi masyarakat umum.

“Jadi dari jumlah penduduk dikurangi yang usia dari 17 tahun ke bawah, karena usia dari 0–17 tahun ini kita belum memiliki datanya,” papar Machli Riyadi.

Masyarakat, baik yang sudah divaksinasi, apalagi yang belum diminta untuk terus disiplin protokol kesehatan mengingat kasus Covid-19 di penjuru negeri kembali naik signifikan.

“Tidak tertutup kemungkinan akan terjadi pula di Banjarmasin,” ujarnya.

Machli memastikan saat ini belum ada wilayah di Banjarmasin yang zona merah meski sudah ada enam kelurahan oranye.

“Jadi kehati-hatian harus ditingkatkan,” ujarnya.*

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jalan Pandu

Banjarmasin

Siang Bolong di Banjarmasin, 3 Rumah dan Musala Sekolah di Jalan Pandu Terbakar
Banjarmasin

Banjarmasin

Kendala Utama Pencarian Polisi yang Tenggelam Saat Memburu Buron Penganiayaan
ppkm

Banjarmasin

Status PPKM Tentukan Nasib Pembelajaran Tatap Muka di Banjarmasin

Banjarmasin

Simpan Belasan Paket Sabu, Seorang Pria Diringkus Buser Polsek Banjarmasin Utara
Banjarmasin

Banjarmasin

Kasus 135 Kg Sabu Banjarmasin: 3 Pria Terancam Sanksi Maksimum!

Banjarmasin

Dukung Pembangunan Ternak, Disbunnak Kalsel Tingkatkan Protein Hewani

Banjarmasin

H2D Tegas Lanjut ke MK, Pengamat Politik Beri Apresiasi
Banjarmasin

Banjarmasin

Duh, Keripik Singkong Tanpa Label Usang Dijual Bebas di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com