Tok! Banjarmasin Esok PPKM Level IV, Berikut Ketentuannya Meninggal di Rumah, Guru Khalil Sempat Tak Sadarkan Diri Sejak Kamis Dikenal Karismatik, Alumni Ponpes Darussalam Sukses Jadi Bupati Banjar Kini Telah Tiada Ibnu Sina Ingin Penerapan PPKM Level IV Banjarmasin Lebih Humanis Perkelahian di Lapo S Parman Banjarmasin, Seorang Pemuda Tertusuk

Apa Itu Interaksi Obat pada Pasien Covid-19? Ini Kata Pakar

- Apahabar.com     Kamis, 22 Juli 2021 - 17:35 WITA

Apa Itu Interaksi Obat pada Pasien Covid-19? Ini Kata Pakar

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Ramai di media sosial dari unggahan dokter Lois Owien yang menyebut pasien Covid-19 meninggal karena interaksi obat yang menyebabkan asidosis laktat atau kelebihan asam laktat.

Apa itu interaksi obat?

Benarkah interaksi obat pada pasien Covid-19 dapat menyebabkan kematian?

Pakar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Meity Ardiana, menjelaskan interaksi obat adalah perubahan efektivitas atau toksisitas yang timbul karena adanya interaksi atau kombinasi dengan substansi lain seperti obat, makanan, dan minuman yang diberikan bersamaan atau terpisah.

Meity menyebut interaksi obat dapat memberikan dua efek yakni menguntungkan atau merugikan.

“Pada interaksi obat yang menguntungkan dapat terjadi peningkatan efektivitas tanpa meningkatkan efek samping, sedangkan interaksi obat yang merugikan dapat menambah terjadinya efek samping,” kata Meity dilansir dari CNNIndonesia.com.

Contoh interaksi obat yang menguntungkan adalah penggunaan obat untuk tekanan darah tinggi yang dikombinasikan dengan obat penurun darah tinggi untuk mendapatkan hasil tekanan darah yang stabil.

Sedangkan contoh interaksi obat yang merugikan misalnya penggunaan propanol dan insulin pada penderita diabetes melitus. Kombinasi obat ini dapat meningkatkan efek samping hipoglikemia.

Sedangkan pada pasien Covid-19, Meity menyatakan hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah interaksi obat-obatan yang diberikan, termasuk soal asidosis laktat.

Meity mengatakan setiap dokter akan meresepkan obat untuk pasien sesuai dengan gejala dengan menimbang manfaat dan risiko interaksi obat terlebih dahulu. Dokter akan memilih golongan obat dengan risiko interaksi paling minimal bagi pasien.

“Disarankan untuk mengonsumsi vitamin dan suplemen yang memang sudah terbukti secara ilmiah dapat mencegah atau mempercepat kesembuhan Covid-19 sesuai rekomendasi yang
ada,” tutur Meity.

Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat dan dosis yang tepat. Jangan ragu untuk menanyakan interaksi obat yang muncul saat mengonsumsi dua atau lebih obat-obatan sekaligus.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

2.500 Korban Tsunami Mengungsi di Kantor Gubernur Lampung
Anjing Peliharaan

Nasional

Viral, Video Anjing Peliharaan Buang Kotoran di Mal, Netizen Berang!
Vaksin

Nasional

Jokowi: Indonesia Punya 75,9 Juta Dosis Vaksin Cukup untuk 37,5 Juta Orang
apahabar.com

Nasional

Ibunda Jokowi Meninggal Bukan karena Covid-19
Bantuan BPJS Kesehatan

Nasional

[CEK FAKTA] Heboh Bagi-bagi Bantuan Catut Nama BPJS Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Bayar Online dan Ijab Kabul Zakat Tanpa Bersalaman, Apakah Sah?
Covid-19

Nasional

Satgas Covid-19 Jatim Telusuri Ring Terdekat Khofifah
apahabar.com

Nasional

Aditya Perpatih, Bocah Gorontalo yang Fotonya Terpampang di Uang Rp75.000
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com