Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang Detik-Detik Laka Maut Sepagar Kotabaru yang Tewaskan Reski dan Ibunya Kabar Duka, Mantan Atlet Panahan Putri Andalan Kalsel Tutup Usia

Bentrok Lagi, Mahasiswa Save KPK di Banjarmasin Kena Cekik-Keroyok!

- Apahabar.com     Kamis, 1 Juli 2021 - 17:30 WITA

Bentrok Lagi, Mahasiswa Save KPK di Banjarmasin Kena Cekik-Keroyok!

Sejumlah mahasiswa kembali menjadi korban kekerasan dalam aksi Save KPK jilid III di Jalan Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin yang sampai sore ini masih berlangsung. apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Mahasiswa yang terluka saat aksi Save Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid III di Kalsel terus bertambah pada Kamis (1/7).

Rinciannya, ada yang terluka di bagian kaki dan tangan karena diduga dipukuli aparat kepolisian.

Salah satu korban, Ari mahasiswa ULM Banjarmasin menerima tindakan represif dari seorang yang diduga aparat.

Saat itu, dia berada di samping sekitar spanduk aksi. Sesaat kemudian, barulah dia ditarik oleh sesosok orang yang diduga aparat kepolisian.

“Dia mencekik lalu kita cekik balik karena tidak terima dibegitukan,” ujarnya sembari menyebut pelaku adalah anggota polisi berpakaian sipil.

Setelahnya, polisi tersebut langsung melempar badannya ke aparat berseragam lengkap.

“Dikeroyok lagi kita, ditendang dan dipukul, lalu ada polisi yang mengamankan saya ke Kantor DPRD Kalsel,” pungkasnya.

Di sana, dirinya dimintai kartu tanda mahasiswa (KTM) oleh polisi. Jika tidak bisa memperlihatkan, orang tersebut tak dilepaskan kembali ke kerumunan massa.

Beruntung, Ari mempunyai KTM sehingga dikembalikan dan diberi pertolongan oleh rekan mahasiswanya. Ia melihat setidaknya delapan mahasiswa diamankan di situ.

“Ada tim medis tidak membawa KTM sehingga tidak dikembalikan,” ucapnya.

Sebagai pengingat, aksi #SaveKPK jilid II juga berujung bentrokan antar-pengunjuk rasa dengan aparat yang berjaga. Catatan apahabar.com, 7 mahasiswa, dan 4 polisi terpaksa dirawat medis.

Saat ini aksi masih berlangsung. Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa awalnya berlangsung aman dan damai.

Beberapa menit berselang, massa aksi mulai jengah lantaran Ketua DPRD Kalsel, Supian HK tak kunjung muncul batang hidungnya. Begitupun dengan anggotanya.

Sekira pukul 16.00 Wita, massa aksi yang sudah bosan mulai berontak.

Awalnya mereka membakar beberapa ban hingga membuat asap hitam mengepul.

Tuntutan Massa 

Koordinator Wilayah BEM se-Kalsel, Ahmad Rinaldi berkata pihaknya tetap menuntut DPRD segera mengeluarkan pernyataan sikap, soal pelemahan lembaga antirasuah yang ditujukan langsung ke Presiden Joko Widodo.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Banjarmasin

PSU Menghitung Hari, Pelantikan Wali Kota Banjarmasin Masih Abu-Abu 
Banjarmasin

Banjarmasin

Kebakaran Jalan Anang Adenansi , Rumah hingga Indekos 5 Pintu Hangus Terbakar
apahabar.com

Banjarmasin

Imbas Pandemi Corona, PDAM Bandarmasih Rugi Rp 2 Miliar

Banjarmasin

Fakta Baru Duel Maut di Sungai Miai Banjarmasin, Hanya Gara-Gara Rumput
PN Banjarmasin

Banjarmasin

Dua Hakim Terpapar Covid-19, Aktifitas Kerja di PN Banjarmasin Dibatasi
Wanita Tewas Tergantung

Banjarmasin

Sebelum Tewas Tergantung, Warga Pelambuan Banjarmasin Sempat Bertemu Mantan Suami
Warga Alalak

Banjarmasin

Dear Pemkot Banjarmasin, Warga Alalak Selatan Perlu Dapur Umum
Jembatan Alalak

Banjarmasin

The Power of Jembatan Alalak, Kawasan Cemara Ujung-Handil Bakti Kini Lengang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com