Diadili, Pemenggal Kepala Ibu Muda di Belda Banjarmasin Polemik Gelar Doktor Kehormatan untuk Paman Birin, Alumnus Tantang Uji Publik! Heboh Narkoba ‘Prangko Dahsyat’ Banjarmasin, BNN Turun Tangan Tarif PCR Turun Jadi Rp300 Ribu, Kadinkes Kalsel: Kita Masih Tunggu Jokowi Pinta Harga PCR Rp 300 Ribu, Banjarmasin Siapkan Sanksi

Berikan Dana Hibah ke Yayasan, Pemprov Kalsel Dorong Pelestarian Satwa Bekantan

- Apahabar.com     Minggu, 4 Juli 2021 - 20:58 WITA

Berikan Dana Hibah ke Yayasan, Pemprov Kalsel Dorong Pelestarian Satwa Bekantan

Satwa liar bekantan. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARBARU – Pemprov Kalimantan Selatan terus mendorong pelestarian berbagai satwa yang saat ini mulai langka. Salah satunya, Bekantan.

Upaya dukungan itu ditandai dengan pemberian dana hibah sebesar Rp350 juta ke Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia.

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal mengatakan pemerintah daerah akan terus mendorong upaya pelestarian satwa-satwa langka, seperti bekantan.

Caranya, kata dia, selain melalui regulasi terukur melalui program-program Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), juga memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat peduli satwa langka.

“Termasuk pemberian dana hibah bersumber dari anggaran daerah sebagai wujud motivasi,” ujarnya Minggu (4/7).

Terkait pemberian dana hibah itu, Safrizal menuturkan, bertujuan mendukung upaya konservasi bekantan yang merupakan satwa endemik Kalimantan.

“Penambahan dana hibah bisa menyesuaikan kembali tahun berikutnya,” katanya.

“Tahun ini kami berikan 350 juta rupiah. Jadi jika tahun depan dirasa kurang, nanti disusun kembali. Apa saja yang bisa dikembangkan,” sambungnya.

Safrizal mengakui, ia sempat melepasluarkan satu bekantan di kawasan Pulau Curiak yang dikelilingi mangrove rambai di Kabupaten Batola.

“Bekantan yang dilepaskan ke habitat alaminya kemarin ada 14 ekor, dan yang terdahulu lagi sudah ada 15, jadi kini totalnya 29 ekor,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia, Amalia Rezeki, mengaku sangat senang atas perhatian pemprov.

“Dana hibah merupakan bentuk dukungan serius untuk melestarikan satwa endemik Kalimantan,” ucapnya.

Terkait bekantan yang dilepasliarkan kemarin, Amalia menuturkan, kondisi satwa tersebut merupakan korban kecelakaan yang ia evakuasi bersama BKSDA.

“Pada saat kami melakukan evakuasi bersama BKSDA, lalu melakukan perawatan intensif,” bebernya.

“Lalu kami melakukan rehabilitasi di Yayasan Sahabat Bekantan, dengan perawatan kurang dari setahun,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gubernur Kalsel Hadiri Halalbihalal Pakuwojo Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Jamur Danda, Janda Yang Kian Seksi
apahabar.com

Kalsel

2 Warga Banjarbaru Positif DBD, Dinkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Kalsel

Ribuan Napi di Banjarmasin Terima Remisi Hari Kemerdekaan
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Kapolda Kalsel Berjibaku Padamkan Api di Lahan Gambut
apahabar.com

Kalsel

Jalur Jembatan Sungai Lulut Ditutup, Dinas PUPR: Kita Siapkan Jalan Alternatif
Paramasan

Kalsel

Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan
apahabar.com

Kalsel

Pilkada Serentak 2020, Kapolres Kotabaru Pastikan Polisi Netral!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com